
Rena berlari ke arah kamarnya, Marcel dan Hendra yang ada disana masih setia dengan tawanya,namun tatapan tajam Marvel membuat Hendra diam seketika, sedangkan si biang masalah Marcel hanya mengangkat kedua tangannya sebatas bahu.
Marvel berlalu ke arah kamarnya,ketika membuka kamar Rena sudah mengurung dirinya di dalam selimut.
Marvel menatap tajam selimut yang membalut istri nakalnya itu.
"Bangun!!" perintah Marvel tegas.
Rena yang takut akan kemarahan Marvel pura-pura tidak mendengar perintah dari Marvel.percayalah andai saja Rena tidak hilang ingatan bisa dipastikan sekarang mereka sudah memporak-porandakan kamar itu dengan kegiatan adu jotos yang lebih di sukai Rena daripada adegan ranjang.
"bangun re!!" perintah Marvel sekali lagi.
Terdengar suara dengkuran agak keras dari mulut Rena, rupanya dia pura-pura mendengkur sekedar untuk menyakinkan Marvel bahwa dirinya sedang tidur.
Marvel tak hilang akal,dia sudah melepaskan jas,kemeja dan seluruh atribut dibadannya, kemudian dia mengangkat Rena bagai karung beras.
"aaaaaaaa......abaaaaang!abang udah gila ya??!"teriak Rena dalam pangkulan Marvel yang telah melihat suaminya tanpa sehelai benangpun.
Marvel membuka pintu kamar mandi dan masuk ke dalamnya, Rena yang tau apa yang akan suaminya lakukan berteriak-teriak memohon pada Marvel.
"baaang jangaaaannn!aku dah wangi bang,udah cantik,udah imut.....gak mau mandi lagiii!!" teriak Rena sambil meronta-ronta.
Marvel sudah tak mau mendengarkan ucapan Rena, pertanyaan konyol Rena pada Marcel membuat Marvel cemburu, bagaimana bisa Rena berpikir untuk mencoba rudal lain selain punyanya,apa aku kurang hebat buat dia...pikir Marvel.
"abaaaaang!!" pekik Rena ketika badannya terguyur air shower yang dingin, apalagi masih lengkap dengan bajunya.dibawa guyuran air Marvel melucuti pakaian yang dikenakan Rena.dengan sigap Marvel membalikkan tubuh Rena membelakanginya,dan tanpa pemanasan Marvel sudah menyerang Rena dengan rudalnya yang sudah siap tempur.
Di sela-sela pertempurannya Marvel yang biasanya diam saat melancarkan aksinya gini sudah bertanya dan berisik karena rasa kesalnya pada Rena.
"Apa begini kurang puas...heeemmm...iya re??"
tanya Marvel sambil memacu sang istri yang sedang membelakanginya.
Rena hanya bisa mengeluarkan suara-suara lakn4t dari mulutnya.
__ADS_1
"apa masih mau nyoba yang lain?"
tanya Marvel selanjutnya, Rena yang sudah terbuai dengan perlakuan Marvel hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Apa semalam 4x kurang buat kamu re?"
entah mengapa Rena merasa kali ini Marvel berisik sekali, biasanya dia hanya akan menikmati kegiatan nya sampai tuntas tanpa suara,bahkan hanya suara Rena yang kadang meminta ampun untuk di selesaikan segera.
Rena benar-benar dihajar habis-habisan oleh marvel di kamar mandi, acara mandi yang sejatinya hanya butuh setengah jam kini sudah melewati batas wajar nya.marvel mencoba berbagai pose untuk membuat Rena puas,dia bahkan tak bisa berpikir jernih lagi, permainan yang dimainkan kadang lembut kadang berubah jadi kasar bila dia ingat akan pertanyaan Rena pada Marcel.
Sudah 2 jam Rena dihukum suaminya atas pertanyaan konyol itu,kini untuk melangkah dari kamar mandi saja Rena butuh bantuan Marvel, Marvel mengendong Rena dan membaringkan nya di ranjang setelah memakaikan baju tidur pada Rena.
"Tidurlah,satu jam lagi aku bangunkan,kamu harus makan" ucap Marvel sambil mengecup kening istrinya.
"Abang gila!!!" ucap Rena lirih tapi terdengar ketus.
Marvel hanya mengangkat ujung bibirnya,dia seakan melihat rena yang dulu jutek padanya walaupun hanya sekilas, kemudian Marvel mengecup bibir Rena singkat sebelum keluar dari kamarnya.
Diruang tengah sudah ada Marcel dan Hendra dengan pakaian santainya, Hendra sengaja tidur di situ karena harus membahas berkas-berkas dari kantor.
Marvel hanya diam lalu duduk bersama mereka.
"Jangan bilang kau menghajarnya ya vel?"
"Apa?" jawab Marvel sok polos.
"ciihh.....Dasar bule mesum!!!"
"hen, belikan kaca untuk Marcel besok?"
"eh buat apa? kok beli buat aku?"
" biar bisa ngaca,mana yang lebih mesum di antara kita?"
__ADS_1
Hendra hanya cekikikan mendengar mereka adu mulut.
"Dan kau hen,..cari pacar sana! kau ini sudah tua!!" ucap Marvel.
"haissshh,kalo bukan karena keponakanku kau mungkin juga masih jomblo sekarang!!"
Hendra sukses dilempar bantal sofa.
"beneran Rena gak turun vel?"
Rupanya Marcel masih penasaran dengan keadaannya Rena.
"kenapa?" tanya marvel.
"dari tadi aku nungguin dia....eh malah gak turun"ucap Marcel lesu.
"ngapain kamu nungguin istri sepupumu?" tanya Marvel dengan suara yang sedikit meninggi.
'waduh kayaknya salah ngomong ini!' batin Marcel.
"ciiihh dasar pecemburu!!" kali ini Hendra yang bersuara.dan sontak mendapat tatapan tajam dari Marvel.
"Rena belum makan vel...makanya aku nungguin,tadi aku ajakin dia ngobrol dulu pas mau makan"
"Dia kelelahan...nanti aja aku bangunin buat makan"
"jadi beneran kamu hajar dia sampai lemes?"
"itu hukuman buat dia kalo masih berpikir buat nyoba rudal yang lain!!" ucap Marvel dengan ketus.
"rudal??" Marcel dan Hendra bertanya bersamaan,,dan begitu menyadari apa yang dimaksud Marvel tawa mereka meledak juga.
"Rudal tempur hennnn.....hahhahahahaha'"
__ADS_1
ucap Marcel di akhiri dengan lemparan bantal sofa dari Marvel.
bersambung