Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
season 2 Martin Martinez


__ADS_3

Hari pernikahan Randy dan Agnes akhirnya di laksanakan juga, Rissa datang bersama dengan Martin yang tentunya mengaku sebagai kekasihnya. Rissa tak seperti biasa yang selalu menggoda Martin, setelah tau bahwa Martin adalah anak dari pemilik butik di mana dia bekerja, Rissa seperti menjaga jarak walaupun masih dalam mode menyebalkan menurut Martin.


"abang gak makan? biar aku ambilin!" tanya Rissa saat berada di pesta pernikahan Randy.


"Gak! aku belum lapar! kita makan diluar saja! noh liat pengantin prianya melihat kamu tanpa berkedip!"


ucap Martin sambil memeluk pinggang Rissa. Rissa hanya diam saja, dia tau Randy tak pernah menginginkan pernikahan ini tapi dia tau Agnes mencintai Randy jadi Rissa pikir Agnes pasti bisa membuka hati Randy bila mereka hidup bersama nantinya.


"Makasih ya bang udah di temani! abang bule emang keren!! tambah cinta deh!!" ucap Rissa kembali ke mode gombalan nya.


"Dasar!!"


"Rissa..?" panggil seseorang dari arah belakang mereka, Rissa dan Martin berbalik badan, Rissa melihat seorang wanita paru baya yang dia ketahui adalah mama dari Randy.


"Tante Mala? apa kabar tante?"


"Tante baik! sudah lama kita bertemu" saut tante Mala sambil membawa Rissa ke dalam pelukannya, dari atas panggung Randy dan Agnes melihat jelas ke arah mereka, Randy tersenyum melihat Rissa di pelukan sang mama, sedangkan Agnes hanya bisa melihat Randy dan sang mama mertua bergantian.


'Andai aku jadi Rissa, gak papa aku tak bisa mendapatkan Randy asal mendapat kasih sayang dari mereka' batin Agnes sambil menahan tangisnya.


Sekilas kisah hidup Agnes.....

__ADS_1


"Agnes kenalkan ini tante Gia dia akan jadi mama baru kamu! kamu suka?" tanya papa Alva pada Agnes yang kira-kira berusia 7 tahun.


"Iya pa.. Agnes mau!" jawab Agnes girang.


"Dan ini Geovano kamu panggil Vano saja ya! dia adik kamu!"


Anak kecil berumur 4 tahun itu mengulurkan tangannya ke arah Agnes,dan Agnes membalasnya.


"Panggil kakak Agnes ya!" minta Agnes, dan di jawab anggukan dari Vano calon adik baru nya.


Akhirnya papa Alva dan mama Gia menikah, awal pernikahan mama Gia sangat baik, namun lama-lama semuanya berubah, mama Gia di nyatakan tak bisa hamil kembali, dan akhirnya mama Gia yang menginginkan anak perempuan menjadikan Agnes bonekanya, semua apapun keinginan mama Gia harus dilakukan oleh Agnes walau pun Agnes tak bisa atau bahkan tak sanggup. tamparan atau bahkan pukulan akan di terima Agnes bila dia menolaknya, namun dalam hitungan menit saja tiba-tiba mama Gia bisa begitu sayang pada Agnes, apalagi jika di turuti semua keinginan nya, Agnes bisa menjadi seorang putri seketika. itu berlangsung sampai sekarang, semua keinginan mama Gia harus bisa di penuhi Agnes,dan bukannya Vano dan papa Alva tidak tau, tapi melihat bagaimana mama Gia yang kadang memperlakukan Agnes dengan sangat baik, mereka berpikir bahwa itulah cara mama Gia mendidik Agnes, walaupun itu hanya pemikiran sang papa beda dengan Vano yang jelas tau kakak sambung nya tidak baik-baik saja meskipun terlihat sangat ceria.


Kisah hidup Agnes yang bak boneka, membuat dia kadang iri dengan Rissa, rasanya ingin sekali dia bersahabat dengan gadis ceria dan cerewet tersebut namun statusnya yang tak memungkinkan itu terjadi, dia harus menjauhkan dirinya dari Rissa karena keluarga sang suami Randy tak begitu suka, kecuali mama Mala yang terlihat sangat menyukai Rissa, dan dia iri! ya. Agnes iri pada setiap orang yang begitu di sayang i oleh manusia yang bernama 'ibu'.


Melihat senyum palsu sang kakak, rasanya Vano tak sanggup dia pergi meninggalkan pesta begitu saja, Agnes menunduk ketika tau sang adik pun pergi, walaupun dia tau Vano tak pernah mendekati nya karena merasa bersalah atas sikap sang mama tapi Agnes tau Vano sangat menyayangi nya.Steve tidak datang, dia sudah bilang sebelumnya karena takut membuat sang papa dan mama Agnes tidak nyaman.dan disinilah titik terendah seorang Agnes, dia sendiri di hari paling bahagia menurut semua pengantin di dunia.


Kembali ke Rissa yang masih ada dipelukan mama Randy.


"Apa kabar kamu Rissa?" tanya Tante Mala setelah melepaskan pelukannya.


"Baik tante, Oya kenalkan tante ini Martin!"

__ADS_1


"Martin ini tante Mala mama Randy!" lanjut Rissa


"Martin tante, saya pacar Rissa!"


"Oya.... wahh tante senang mendengarnya, semoga kalian segera menyusul ya!"


"Pasti tante!" jawab Martin, dan akhirnya Tante Mala pamit undur diri karena harus menyapa semua tamunya.


"Abang bilang apa sih!!! kawin...kawin..!! emang abang beneran mau kawinin Rissa?" ucap Rissa sambil mengedipkan mata nya sebelah.


"Ya aku nau kawinin kamu sekarang juga!! di hotel ini pasti banyak kamar kosong!" ucap Martin sekenanya.


"Iihhh abang!!! suka bikin deg-deg aja deh bang!! yuk sekarang aja bang!" ajak Rissa yang tentunya hanya godaan saja namun sukses membuat Martin melotot tak percaya!! Martin mengetuk-ngetuk kening Rissa dengan jari telunjuknya


"Otak mesum!!! buang jauh-jauh pikiran kamu!!" ucap Martin gemes mendengar Rissa malah mengajaknya ngamar di hotel tersebut.


"iihhh babang bule aku yang tampan, otak mesum ku itu perlu buat meningkatkan kepercayaan diri!! aku kan lagi belajar jadi calon istri yang baik!! biar kalo udah beneran nikah bisa langsung tancap gas!!" ujar Rissa.


"Berisik!!! cepet kita temui pengantin nya dan keluar dari sini!"


"Gak makan bang? rugi dong tadi Rissa kasih amplop yang isinya lumayan gede kalo gak makan! nohhh makanan nya enak-enak semua kelihatan nya"

__ADS_1


"Kita makan di luar!" kata Martin seperti biasa yang tak mau di bantah, dan seperti itulah Martin yang selalu bersikap galak pada Rissa.


bersambung


__ADS_2