
Di sebuah restoran ternama dan mewah kini Marcel membawa Nara untuk makan siang,Jangan lupakan wajah Nara yang masih kesal dengan pemaksaan yang dilakukan Marcel.
"bapak kurang kerjaan banget sih ngajak aku disini? aku gak kuat bayarnya pak!"
ucap Nara jujur,karena ini baru pertama kali dia makan di restoran mewah.
walaupun Rena temennya itu kaya tapi dia dan Rena biasa makan di warteg atau di restoran menengah.
"udah pesen aja.....aku pinjemin kamu uang deh,bisa bayar bulanan!" ucap Marcel dengan entengnya.
"Dikata beli panci apa pake cicilan segala!" gumam Nara lirih namun masih bisa di dengar Marcel.
"Emang ada panci di kredit in?" tanya Marcel.
"Ada tuh...sama emak-emak komplek, biasanya tukang pancinya keliling....eh!"
Nara diam menyadari kalo dia malah cerita kegiatan emak-emak komplek tempat dia tinggal.
Marcel hanya tersenyum geli dengan cerita nara.
Akhirnya pelayan datang dengan daftar menu.
"Silahkan tuan..nona"
"Mau makan apa kamu?" tanya Marcel.
"Aku ngikut bapak aja deh..."
"Tenderloin steak 2 dan mocktail lemonade 2"
"Baik tuan ..nona silahkan tunggu sebentar"
__ADS_1
Hening sesaat karena Nara sibuk dengan hp ditangannya,dia dari tadi mencoba menghubungi Feri pacarnya,mereka memang baru pacaran sekitar 6bulan,Nara yang pertama tertarik dengan seniornya dikampus itu.sejak tadi pagi dia tak mendapat balasan dari Feri yang ada di luar kota.
"Sibuk amat!" celetuk Marcel.
"eh iya pak..maaf" akhirnya nara menaruh hpnya kembali ke dalam tas.
Tiba-tiba ada seorang wanita yang menghampiri nya,wanita yang sangat anggun menurut nara dan nara menebak ini pasti salah satu uler keket peliharaan Marcel.
"Marcel??.... Marcel kan?" sapa wanita anggun itu...
"Eh iya?" Marcel mencoba mengingat siapa wanita yang menyapanya itu.
"lupa?? Celine...Kita bahkan 1 kampus di negara A....masa' kau lupa?" ucap wanita itu ramah.
'ooo kayaknya buka salah satu uler keket si bule gila ini' batin Nara.
"Oh...God.... Celine? really...its you?..."
"Yes......pacar kamu?"
"siang nona...saya Nara sekertaris pak marcel"
"Hai...aku Celine"
kesan pertama bertemu dengan celine dia ramah setidaknya itu yang ada dipikiran Nara.
"Bagaimana kabar si Marvel? aku dengar dia sudah menikah?"
"Ya kau benar....oh silahkan bergabung dengan kami"
"Tidak terima kasih,oya aku bisa minta kartu namamu...bulan depan aku akan menikah...aku akan mengirimkan undangan untuk kalian ber 4"
__ADS_1
"Wow.... benarkah?"
"kamu menikah dengan bryan?"
"Tidak.....papa menjodohkan aku dengan anak teman lamanya,jadi aku rasa aku akan menetapkan disini"
"Ah...itu dia...kami baru tunangan semalam..."ucap ciline lagi.
"Sayang kemarilah..." panggil Celine.
seorang lelaki gagah datang menghampiri mereka, Marcel menatap lelaki itu dengan sangat tajam,seakan matanya mengandung pisau yang sangat tajam.Lelaki itu heran dengan pandangan mata Marcel padanya, begitu juga dengan Nara..'Apa pak Marcel cemburu? kenapa tatapan nya sangat mengerikan' batin Nara.Karena penasaran akhirnya Nara membalikkan badannya, melihat siapa yang dipandang tajam si Bos nya itu.Nara menatapnya tanpa berkedip sama sekali,'Tuhan...apa ini' batin Nara sambil memegang dadanya.
Tingkah laku Nara tak lepas dari tatapan mata Marcel,sesekali dia melihat lelaki yang sekarang berdiri tegak di samping Celine temen lamanya.
"Sayang...kenalin ini Marcel temenku kuliah dulu,dan ini sekertaris nya...dan cel ini tunangan ku"
Lelaki yang ada disamping ciline itu baru menyadari keberadaan Nara di depannya,matanya memandang lekat pada Nara, wajahnya berubah sendu seketika,namun dia tak ingin membuat ciline curiga.
"Hallo aku Feri.." lelaki yang memperkenalkan diri sebagai Feri itu mengulurkan tangannya ke arah Marcel,ya.... ternyata dia adalah kekasih Nara, lelaki yang mengaku berada di luar kota itu ternyata berdiri di hadapannya sekarang dan lebih mengejutkan lagi dia berstatus tunangan dari teman bosnya sendiri.
Lalu bagaimana dengan statusnya sendiri? bukankah dia masih berstatus sebagai pacar Feri?.
Nara hanya diam saja,sambil menunduk setelah bersalaman atau lebih tepatnya berkenalan dengan pacarnya sendiri, ironis memang tapi begitulah.Nara berpikir terlalu sederhana ketika dia memutuskan untuk mengejar cintanya, berpikir bahwa gadis miskin seperti dia namun dengan cinta yang sangat besar bisa berada disamping seorang Feri yang notabenenya berbeda level dengan dirinya.
Seketika Nara sadar,kalo cinta sejati yang tak pandang kasta itu tidak pernah ada, terlintas di benaknya secara tiba-tiba kenangan-kenangan saat bersama feri, ungkapan cinta Feri, kepedulian Feri dan segalanya tentang Feri.
Hingga tanpa dia sadari,orang yang menorehkan luka dihatinya sudah pergi bersama wanita yang mengaku sebagai tunangannya itu.
Marcel yang memang sudah tau bagaimana wajah Feri kekasih sekertaris nya itu,dia ikut geram dengan kelakuan feri yang tega berkhianat pada nara,dia memang seorang pemain tapi dia tak pernah menjalin komitmen dengan wanita-wanita yang ada di sekitarnya.jadi dia merasa tak perlu menyakiti wanita-wanita yang suka sama suka bermain dengannya.
Marcel meninggalkan begitu saja makanan di hadapannya dan meninggalkan uang untuk membayar makanan yang bahkan belum dia sentuh,kemudian menarik tangan Nara menuju mobilnya.Nara yang sedang kalut hanya bisa diam dengan kelakuan bosnya.
__ADS_1
bersambung...
#Save Nara#🤗🤗🤗