Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
Season 2 Martin Martinez


__ADS_3

"Hari ini juga kalian harus menikah!!" ucap ayah Rissa tegas.


"Apa???!!!'' kali ini bukan hanya Martin dan Rissa yang berteriak tapi Al dan Anzel ikutan, Martin terlihat berwajah panik, dengan Aldrich membuang nafas pelan, dan Anzel menepok jidatnya sendiri.


"Eh..apa maksud Om??" tanya Martin yang memang sudah terbiasa datar dan dingin.


"Kamu harus bertanggung jawab sama anakku!! enak aja mau enaknya gak mau susahnya!! bagaimana kalau anak saya hamil!! lagian dia juga baru pulang belum ada satu bulan kan?"


"Pak!! anak bapak masih utuh!! tanggung jawab seperti apa yang bapak minta??" kata Martin gak mau kalah.


"Masih utuh??? ya!! secara fisik dia memang masih utuh!! tapi, kamu pikir siapa yang mau sama anak gadis yang udah gak perawan!!" bentak pak Rudi.


"Eh ayah.....duduk dulu... Rissa masih....!!"


"Diam kamu!!!" bentak pak Rudi.


"Jangan mentang-mentang kamu kaya ya! bisa menindas kami!! Ridwan!!!" teriak pak Rudi.


"Iya yah!"


"Panggil perangkat desa di sini, bilang ada seseorang yang harus di hukum!!" kata pak Rudi dan berlalu ke kamarnya untuk menenangkan diri.


"Duuhh Tin!! gimana niih??" tanya Anzel panik

__ADS_1


"Emang bener kamu tidur sama dia?" tanya Al dengan santainya.


"Apa??? kamu pikir aku cewek apaan!!!" teriak Rissa marah.


"Udah-udah, pikir solusi terbaik aja deh! lagian kamu sih Tin!! jahil kamu kali ini kayak senjata makan tuan!" ucap Anzel.


Martin teringat sang Daddy yang melakukan perjalanan bisnis di kota sebelah, kira-kira jaraknya kurang dari 1 jam perjalanan. Martin merasa butuh Daddy nya di saat yang genting seperti ini, Setelah bisa menghubungi Daddy nya Martin sedikit lega! dia yakin Daddy nya punya banyak cara untuk mengatasi masalahnya.


"Bagaimana pak Rudi? kita nikahkan mereka sekarang saja!" kata salah satu perangkat desa.


"Tidak!!'" ucap ketiga bule itu serempak.


"Daddy kami akan datang! tunggu sebentar lagi!" ucap Al.


Dan benar saja, selang beberapa menit, datang sebuah mobil hitam mewah dengan seorang bule keluar dari sana,di temani lelaki sebayanya yang masih terlibat tampan juga, dia adalah uncle Hendra. Melihat seseorang datang, beberapa orang yang hadir di rumah itu terpesona sekali lagi setelah melihat 3 bule tampan dan masih muda, mereka melihat lagi satu bule dengan ketampanan yang Hampir sama walaupun sudah terlihat agak tua di banding ketiga bule muda itu.


"Sore pak!" sapa Marvel sekita memasuki rumah keluarga pak Rudi.


"Maaf anda siapa?" tanya pak Rudi


"saya Daddy nya Martin!" Marvel memperkenalkan diri sembari melirik Hendra, seakan tau apa maksud dari atasannya, Hendra yang mengambil alih pembicaraan mereka.


"Bisa kita bicara pak?" kata Hendra

__ADS_1


"Tentu saja! kami memang menunggu anda, silahkan duduk!"


"Terimakasih pak!"


Marvel dengan muka datarnya duduk begitu saja di kursi ruang tamu.nyatanya kedatangan Marvel memang membuat suasana tegang semakin tegang! aura kharismatik dan galak dari diri Marvel mendominasi ruangan tersebut. pak Rudi yang tadinya berapi-api mendadak ciut nyalinya, Martin yang melihatnya sedikit lega melihat pak Rudi terlihat takut dengan sang Daddy.


"Kau terbaik Dad!! ayolah Dad ! tunjukkan pesona mu!" batin Martin bangga dan terlihat jumawa.


"Bagaimana menurut anda tuan Marvel? bukannya anak anda sudah menceritakan semuanya!" kata pak Rudi


"Bagaimana anda menjadi saya ketika anak perempuan anda, diakui seorang pemuda sudah tidak..ehemmm perawan lagi!" lanjut pak Rudi


Hendra memandang ke arah Marvel, dan Martin hanya diam saja menunggu keputusan sang Daddy.Dia ingin sekali Daddy nya saat ini menggunakan kekuasaan dan uangnya untuk menyelesaikan masalahnya.


"Sebelumnya kami selaku orangtuanya meminta maaf pak! Keputusan ada di tangan keponakan saya sekaligus Daddy nya Martin, saya yakin dia akan mengambil keputusan yang sangat tepat" ucap Hendra, memang mereka sudah membicarakan apa yang akan di lakukan nya pada saat perjalanan ke rumah pak Rudi.


"Ya saya juga maklum pada anda tuan! tapi pada anak Anda!! oohh Tuhan bagaimana bisa dia tak mau bertanggung jawab pada anak saya!! apa dia tak punya adik atau kakak perempuan?" ucap pak Rudi sedikit ketus.


"Kita nikahkan mereka sekarang!" kata Marvel tiba-tiba.


"Daddy!!!" sentak Martin sambil berdiri mendengar keputusan Marvel sang Daddy.


"Martin Martinez!!! duduk!!" ucapnya penuh penekanan membuat Martin tak bisa berkata-kata apa-apa lagi.

__ADS_1


"Baiklah Tuan! kita nikahkan mereka!"


bersambung.....


__ADS_2