Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
47


__ADS_3

Rena yang sudah mulai pulih kembali setelah makan bubur yang di suapi Marvel dia tertidur kembali, sebenarnya Rena tidak mengantuk sekali,dia hanya menghindari Marvel,dia teringat kata-kata Maya yang mengatakan bahwa ayah kandungnya yang berusaha membunuh Marvel remaja waktu itu.


Rena terbaring di ruang VVIP rumah sakit itu, lagi-lagi dia terbaring memunggungi Marvel.


Bukannya tak sadar akan perubahan sikap istrinya, Marvel hanya membiarkan apa saja yang di lakukan oleh Rena,dia ingin mendengar sendiri apa yang terjadi di rumah yang terbakar tersebut.


Marvel naik ke atas ranjang dan ikut terbaring bersama Rena, memeluk Rena dari belakang.


"Ada apa?"


tanya Marvel sambil memeluk sang istri.


"Apa kau akan benci padaku jika aku ceritakan?"


"cerita... apapun itu!"


ucap Marvel sambil membalikkan badan Rena dan sekarang ada dalam kungkungannya.


"Apa 10 tahun yang lalu kamu pernah mengalami penembak?"


"hemmm" jawab Marvel sambil mengangguk


"Apa yang dikatakan Maya?" lanjutnya.


"Dari mana kau tau kalo itu Maya?"


"Alex meretas camera cctv di sepanjang jalan yang kamu lewati,aneh rasanya kalo kamu pergi dengan Maya tapi Nara yang sekarat!"


"Dia bilang ayah kandungku pelaku penembakan itu" ucap Rena yang tak berani memandang mata elang Marvel.


"Dia benar"


Seketika Rena menatap mata Marvel sambil mengigit bibir bawahnya,dia merasa sangat bersalah walaupun dia sendiri tak ingat siapa ayahnya.


"Apa kau tak ingin marah padaku?bukankan aku anak dari seorang pembunuh!" kali ini Rena sudah tak mampu lagi membendung air matanya.


"Kau anak papa Alex....dialah papa yang sangat kamu sayangi" ucap Marvel sambil terbaring disamping Rena dan membawa Rena ke dalam dekapannya.

__ADS_1


"Bahkan sekarang aku tak akan bisa hamil..hiks...hiks...karena jamu buatan maya itu...aku tak akan bisa hamil..hiks...hiks...!"


"kau boleh membuangku!aku bener-bener tak ada gunanya lagi..hiks...hiks...!"


"Baiklah-baiklah aku akan membuangmu, sekarang tidurlah!"


"Aku tidak mau dibuang!!! kau sungguh tidak peka!!" ucap Rena sambil memukul dada Marvel.


"Dokter Felix bilang,rahim kamu masih bisa diobati dan aku akan kerja keras untuk membuat anak! kalo perlu sehari ditambah jadi 10x pun aku masih sanggup!!"


"Dasar mesum!?! itu emang mau kamu aja bang!!!


"Kita akan mencoba membuatnya malam ini!"


ucap Marvel dengan sigap membalikkan tubuhnya kembali mengungkung Rena dibawahnya.


"membuat apa??"


"Membuat anak!"


Marvel mulai mengabsen setiap jengkal tubuh istrinya yang tak pernah membuatnya bosan.


Penolakan awal yang dilakukan Rena nyatanya tak membuat Marvel berhenti, dia seakan bisa membuat istrinya tunduk di bawah kekuasaan dan keinginan nya.


Dua insan sedang memadu kasih ini tak sadar kalo permainan sudah melewati batas waktunya, setelah beberapa kali pelepasan akhirnya Marvel melepaskan Rena juga.


"Kamu selalu membuat aku bersemangat Re..cup..." bisik Marvel di akhir pertempurannya dengan Rena kemudian menciumi kening istrinya,dan membawa Rena tidur dalam dekapannya.


Marvel masih terjaga, mengingat tentang laporan Hendra tadi pagi.


"balas dendam tuan!" ucap Hendra.


"Maksud kamu??"


"Masa lalu yang membuat Maya nekat melakukan ini pada Rena dan aku yakin ada yang sedang memprovokasi Maya tuan,agak mau membalas dendam atas kematian kakaknya"


"Apa sudah terlihat jejaknya? kau sudah menemukan dia?"

__ADS_1


"Aku sudah mengerahkan anak buahku dan juga lapor pada polisi tuan"


"Apa Nara tak memberi tahu hal yang lain?"


"Tindakan nyonya Mariana yang memicu kebencian Maya kepada keluarga Martinez, sebenarnya nyonya bukan mencoba menyogok keluarga Maya dengan uang tapi hanya memberikan santunan pada salah satu pegawai sekolah miliknya yang meninggal itupun berbarengan dengan insiden penembakan anaknya dan karena Indra tewas,makanya nyonya Mariana menutup kasus ini agak tak berdampak pada Anda".


"Tapi Rena tak ada sangkut pautnya Hen"


"menurut Nara, Rena di jadikan alat untuk menyiksa batin kalian, Maya berpikir dengab kematian Rena maka hati keluarga kalian akan hancur dan juga Rena adalah anak kandung Indra! kakak iparku itu memang brengs3k!!!" ucap Hendra dengan geram.


Marvel kembali mencium kening istrinya,dia bahkan tak habis pikir, sejak kapan dan bagaimana Rena bisa memenuhi hatinya,hingga rasa takut kehilangan dia begitu dalam dirasakan oleh Marvel.


'Aku janji akam membereskan semuanya, sampai ke akar-akarnya!!' batin Marvel.


Diruang rawat Nara, Nara tak habis pikir, perlakuan Marcel padanya dirasa berlebihan,bahkan Nara masih belum bisa berpikir jernih membayangkan dengan mudahnya Marcel menciumi dirinya.


"Kenapa belum tidur?hemmm?" tanya Marcel


"Aku tak bisa tidur!"


"Baiklah,sini aku temani" Marcel meninggalkan berkas-berkas di meja dan beranjak mendekati Nara, dengan entengnya dia naik keatas ranjang inap Nara diruang VVIP itu yang memang lebih lebar dari ranjang rumah sakit pada umumnya.


"Mau apa pak?"


ucap Nara panik karena Marcel sudah terbaring tepat disebelah Nara.


"Mau nina bobok-in pacar aku!"


kata Marcel sambil menaruh kepala Nara pada lengan kekar nya.karena Nara tidak bergerak dengan leluasa dia hanya diam.


"pacar dari mana!" gumam lirih Nara, sayangnya Marcel masih mendengarnya,dengan cepat Marcel merubah posisi berada di atas Nara dengan tangannya sebagai penyangga.


"Mulai sekarang Inara adalah pacar Marcel!! jadi jangan banyak protes!!"


ucap Marcel dan kembali mel*mat bibir mungil Nara.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2