Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
022


__ADS_3

"Bagaimana?apa ada kabar lagi?" tanya Marvel setelah beberapa hari ini terus sibuk dalam pencarian nya,dia sangat yakin kalo bisa bertemu lagi dengan Rena,entah mengapa dia begitu merasa hampa akan ilangnya Rena.istri yang bahkan belum di cintai nya.apalagi ketika terakhir bertemu Rena dalam keadaan yang menyedihkan,dia harus dipaksa untuk kehilangan bayinya.


"Belum ada berita lagi tuan,tim SAR sudah menghentikan pencarian, karena sudah melewati batas pencarian tuan.


braaakk!!!!


Marvel mengebrak meja di depannya,sambil mengepalkan tangannya.


"cari terus hen.... bagaimanapun caranya!!"


"tentu saja,anak buahku sudah aku kerahkan semua!"


Setelah pertikaian dan salah paham Marvel pada Hendra beberapa waktu yang lalu,kini mereka kembali seperti semula....tuan dan asisten yang terkenal sama-sama galaknya.


setelah urusannya selesai, hendra kembali lagi ke ruangan nya.terlihat Lily sibuk dan sesekali menyeka air matanya.


Hendra yang merasa heran akhirnya bertanya pada Lily sekertaris nya.


"Ada apa?"


"maaf pak saya hanya teringat dengan bu Rena huaa..hu..hu..hu..hu..." ucap Lily yang malah semakin kencang menangis.


"biasanya aku tuh kalo akhir bulan gini sudah menyiapkan berkas-berkas untuk ditandatangani oleh Bu Rena hik...hik...hiks...tapi sekarang Bu Rena huaa....hu...hu..hu..."Lily sudah sampai berbicaralah non formal dengan Hendra,lily yang biasanya sangat takut bila banyak bicara dengan Hendra kini melampiaskan senua kesedihan nya pada Hendra,tak dipungkiri selama ini dia sangat senang bisa bekerja dengan Rena bahkan sudah menganggap Rena sebagai temannya sendiri.


Dilain ruangan, Nara tengah sesenggukan di dalam ruangan Rena,dia melihat setiap sudut ruangan itu,dia sangat ingat bagaimana galak dan juteknya Rena saat bekerja, dia adalah sahabat yang telah menemani nara di saat-saat terpuruk Nara, walaupun dengan muka juteknya itu,tetap saja Rena selalu bisa membuat Nara terhibur.


Ceklek.....


Pintu ruangan itu terbuka, menampakkan seorang lelaki bule yang berdiri disana sambil mengerutkan keningnya.

__ADS_1


merasa ada yang datang,nara bangun dari duduknya,jangan lupakan tampilannya yang sudah berantakan dengan muka sembabnya.


"sorry sir, can I help you?" spontan nara bertanya berbahasa Inggris karena dia belum pernah melihat bule itu di perusahaan,jadi Nara berpikir mungkin dia adalah tamu yang nyasar.


"Inara?" tanya si bule itu.


"yes sir"...jawab Nara.


"rapikan penampilanmu dan segera kembali ke sini" ucap pria bule itu sambil melangkah menuju meja kerja tempat Rena dulu bekerja.


menyadari bahwa orang di depannya bisa berbahasa sama dengan dirinya segera dia berkesiap dan menjawab serambi berlalu dari ruangan itu.


"siapa ya dia?" gumam nara sambil berdiri menatap dirinya di depan cermin toilet.dan betapa kagetnya dia, melihat wajahnya yang terlihat sembab,maskara ( yang kata SPG kosmetik itu anti badai) sudah luntur bagai tinta kemana-mana,rambut acak-acakan dan jangan lupakan bajunya yang lusuh.


"Aiiishhh....pantas saja si bule tadi menatap heran padaku!!wajahku sudah seperti badut!!"


setelah merapikan diri,nara menuju ruang kerja Rena yang sekarang di huni oleh sejenis manusia dari luar negeri yang di sebutnya 'bule' dan sayangnya seorang inara tak pernah respect atau bisa di bilang 'tidak suka bule!!'.


"ya....masuklah".


"ada yang bisa saya bantu mister? maksud saya...mister siapa ya? kenapa ada di ruangan ini?"


"Apa Hendra belum memberitahu kamu siapa saya?"


"maaf beberapa hari ini saya belum bertemu dengan pak Hendra mister,jadi saya belum diberitahu siapa anda"


"memangnya anda siapa mister?" tanya nara sekertaris serta Sabahat Rena.


"Aku wakil Ceo baru disini,dan itu artinya aku bos barumu....kenalkan namaku Marcel Martinez!"..

__ADS_1


ucap orang tersebut yang tak lain adalah sepupu Marvel, Marcel yang sengaja di panggil nyonya Mariana untuk membantu Marvel di kantor.


"Apa???!!!" tanpa sadar Nara berteriak tanpa menyambut tangan Marcel yang tengah ada di depannya untuk berjabat tangan.


Dia yang notabenenya sangat ' alergi bule' tiba-tiba bos yang mengantikan Rena adalah bule sepupu suami sahabatnya itu.tentu saja itu membuat nara shock dan dapat dipastikan dia tak akan lagi senyaman saat jadi sekertaris Rena,namun untuk rencana keluar dari pekerjaannya jelas tak mungkin,mau kerja dimana lagi dia.hanya perusahaan ini yang bisa memberinya gaji yang lumayan untuk menopang kehidupannya saat ini.


Marcel keheranan dengan tanggapan Nara tentang perkenalan dirinya sebagai bos barunya.


"Ada apa dengan mu nona nara?"


"ti-tidak apa-apa mister!" jawab nara gugup setelah sadar bahwa dia tadi berteriak pada atasan barunya.


"baguslah,...okey beri aku laporan yang beberapa hari ini kau kerjakan setelah kepergian wakil Ceo lama"


"ahh....jangan panggil aku mister..ok?"


"lalu aku harus panggil apa?" tanya nara dengan polosnya,bahkan dia sampai lupa,bisakan dia panggil pak?.


"panggil sayang aja ya?" jawab Marcel dengan senyum mesum ala Marcel.


"dasar bule gila!"


"upss..." reflek nara menutup mulutnya kemudian berlari keluar setelah menyadari apa yang diucapkan nya.


terdengar gelak tawa membahana dari ruangan yang belum sepenuhnya tertutup itu.


"Oh..God.... sepertinya aku ada di ambang neraka....haiishhh" gumam nara sambil mengacak rambutnya sendiri.


bersambung......

__ADS_1


#habis ini balik lagi ke Rena n Marvel ya...emang akan ada cerita-cerita dari pemeran pendukung nya biar kalian gak bosen aja#


__ADS_2