
"Sudah selesai!" kata Naura yang memasak untuk Aldrich, disana tersaji sop daging dan wortel serta sambal kecap dan sepiring nasi, di temani dengan teh hangat lemon yang tersedia di kulkas.
"Ini apa?" tanya Al
"Sambal kecap! cara nya masukkan sedikit ke sini!" kta Naura yang masih benar-benar canggung.
"kok cuma satu nasinya?"
"Aku tadi sudah makan!" jawab Naura
"Sini temani aku!" Al menarik pelan tangan Naura yang sedang berdiri disampingnya untuk duduk.
Al mulai memakan apa yang ada di depannya, dia tak menyentuh sambal sama sekali,hal itu membuat Naura bertanya
"Kau tidak suka pedas?"
"Aku alergi cabe!"
"oohh...lalu kenapa ada cabe?" tanya Naura penasaran.
"Itu persiapan untuk Anzel, dia suka pedas! sop nya enak aku suka! besok-besok masak lagi ya?"
"Eh.... enggak! ini pertama dan terakhir!! Naura pergi meninggalkan Aldrich sambil membawa piring dan gelas kotor dan mencucinya di wastafel dapur.Al dengan setia membuntutinya,saat Naura mencuci piring Al memeluk nya dari belakang, karena kaget piring di tangannya hampir jatuh.
"Lepaskan!! kenapa selalu memeluk ku!!' ucap Naura ketus, dia sudah sedikit muak dengan bule pemaksa di belakangnya itu.
"Aku suka bau badanmu!" ucap Al yang malah meletakkan dagunya di bahu Naura, walaupun harus menunduk karena tinggi badannya dan Naura yang memang kecil dan tinggi nya hanya 160cm,padahal Al tinggi badannya 180cm.
"Kau punya foto temanmu itu!" tanya Al
"Siapa? Rissa?"
"Hemmmm" karena melihat Naura selesai mencuci piring dan mengelap tangannya, Al menarik Naura duduk di sofa ruang tamu apartemen tersebut.
"Untuk apa?"
"Coba mana ponselmu!" kata Al dan Naura memberikan pada Al Setelah mengambil nya dari tas.
"Ini kan Rissa?" tanya Al melihat foto Rissa dan Naura, Naura hanya mengangguk, dia juga binggung apa yang harus dilakukan nya dan apa mau Aldrich.
"Kau menyukainya? apa kau majikan bule nya? dia sering cerita kalo dia kerja di apartemen bule!" tanya Al,. Al hanya tersenyum dan mendekati Naura, tiba-tiba saja Al mendorong Naura sedikit berbaring di sofa tersebut.
dan Al berada di atas tubuh Naura, jantung Naura berdetak lebih kencang, bukan hanya karena melihat wajah Al yang terlalu dekat tapi juga dia takut bagaimana kalo dia di apa-apain oleh Al dan tak ada yang tau!
__ADS_1
"Kau cemburu?" tanya Al sambil menyimak anak rambut di dahi Naura.
"Ti-tidak! tolong jangan begini!" Naura mencoba mendorong dada Al.
"Jadilah pacarku Na!" kata Al, Naura mengeleng, siapa yang tak kenal Aldrich, lelaki sejuta pesona di kampus nya itu sering berganti-ganti pacar dan itu berlangsung hanya satu minggu saja.
"Kenapa?" tanya Al, baru kali ini dia di tolak seorang wanita.
Sekali lagi Naura mendorong dada Al dan itu berhasil, bersamaan dengan terbukanya pintu apartemen oleh seseorang. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan Naura menyambar tas dan ponselnya dan berlari ke arah pintu apartemen,disana sedang berdiri dua bule lain yang di ketahui Naura adalah Anzel dan Martin.Mereka yang terkejut hanya membiarkan saja Naura lewat di depan mereka.
"Waaahhh ada wanita di apartemen? apa baru saja ada yang melepaskan keperjakaan nya? ha ha ha h aha!" ucap Anzel.
"Sialan!!" umpat Al sambil melempar bantal sofa.
"Siapa dia?" tanya Martin
"Cewek yang aku cium dulu di kampus ingat?" jelas Al
"Banyak yang kamu cium!" saut Anzel.
"haiiissshh yang aku cium terus nangis, dan menghindari aku!! ingat?!!"
"Oohh ya..ya ... ya aku ingat!" kata Anzel
"Apa??" mereka berdua bersamaan, dan pecah lah tawa mereka seorang Aldrich di tolak cewek hahahahahha begitu lah pemikiran mereka.
"Martin!! dia juga jalan kamu ketemu Rissa!" ucap Al
"Maksud kamu?"
"Dia teman kost dan teman kampungnya Rissa, pembantu cerewet kamu itu!!"
***********
Rissa berlarian di jalanan pasar sambil membawa sayuran di tangannya, sang ibu yang mempunyai toko sayuran di pasar membutuhkan bantuan nya setiap pagi, dan saat ini sayuran nya sedang habis, Rissa yang sedang di tunggu pembeli berlari mengambil sayuran nya.
"Ini bu.....silahkan!" kata Rissa pada seorang ibu-ibu.
"Waduuhhh cantik bu anaknya! butuh mantu gak? anak saya masih belum punya pacar! tapi sekarang masih merantau bu nyari duit!" kata salah satu seorang ibu yang melihat Rissa.
"Ah ibu bisa aja!! ini Rissa bu! bukan siti Nurbaya yang suka di jodohin!" ucap Rissa dengan sopan.
"Lha tinggal ganti aja! Rissa Nurbaya!! kan sama!" kata si ibu ngeyel.
__ADS_1
"Anak saya kaya lho Rissa....kerjanya jadi TKW di Korea! malah sekarang sudah hampir mirip Opa-opa Korea!!" lanjut si ibu.
"Waduh udah tua dong bu!" saut Rissa yang memang gak pernah tau apa Opa Korea,dia pikir itu panggilan yang sama kayak di negri sendiri opa sama dengan kakek!! maklum Rissa gak pernah nonton drama Korea karena masih sayang sama kuota internet yang baginya mahal.
"Opa itu kakak laki-laki maksudnya Ris, bukan kakek-kakek!" jelas si ibu.
"Ahh begitu! hehehehehehe!"
Akhirnya si ibu yang sering belanja di toko ibunya itu pergi, keadaan sudah mulai sepi karena sayurannya juga sudah mulai habis.
"Kenapa gak mau dijodohin sama anaknya? kayaknya beneran lho Ris! anaknya kan kerja di Korea!" kata sang ibu
"Katanya mau punya mantu bule bu?"
"heleh halu kamu Ris!! kalo sampai kamu dapat bule ibu beliin kamu HP baru!!"
"Iihh cuma HP doang!!"
"Ngomongin apa sih?' tanya Ridwan, adik Rissa remaja yang mengklaim dirinya sendiri sebagai Playboy, Ridwan memang berkulit lebih putih dari Rissa dan memang bertubuh tinggi di usianya yang masih 16 tahun.
" Gak sekolah kamu?" tanya Rissa melihat adiknya ke pasar dengan seragam SMA nya.
"Udah pulang ada rapat!!"
"bu minta duit dong!! ntar malam kan malam Minggu!"lanjutnya
"Yeeee makanya jangan sok-sok an pacaran kalo duit pacaran aja masih minta orang tua!!"
"Lhoo aku ini nyariin ibu mantu! lagi tahap seleksi,ya kan bu? gak kayak kakak!! jomblo akut!!!"
"Ye...aku jomblo berkualitas ya??!!'"
"Gak kunjung pacaran pasti gagal move on!!' ledek si adik.
"Enak aja kalo ngomong!!! sini kamu adik sialaaannn!!!!" Teriak Rissa dan al hasil kejar-kejaran dengan sang adik. ibu hanya bisa geleng-geleng kepala ketika melihat merwka berdua saling jambak-jambakan di dalam toko.
"Permisi......!" ucap seseorang
"Ya....!" tanya ibu dan seketika berbinar melihat siapa yang menyapanya.
"Waahhh mantu idaman!!" celetuk nya.
bersambung
__ADS_1