
Randy hanya diam melihat interaksi di antara mereka, Rissa nampak masih sama menurut Randy di mata dia, tidak dapat di pungkiri bahwa dia masih sangat mencintai Rissa, namun demi kedua orangtuanya dan kakeknya yang sekarang di boyong ke kota karena sakit dia harus mau bertunangan dan menikahi Agnes, wanita yang sangat mencintai nya.
Bukannya Agnes tidak tau kalo Randy masih menaruh hati pada Rissa namun ancaman dari sang mama yang membuat dia harus menuruti semua keinginan mama tirinya itu, perusahaan yang di naungi oleh perusahaan papa Randy akan mengalami kebangkrutan bila tak ada suntikan dana dari perusahaan papa Randy, namun syarat utamanya dia harus menikah kan anak perempuannya dengan Randy dan Randy tak boleh tau alasan pernikahan tersebut.
"Baiklah Rissa terima kasih ya sudah di temani!" ucap Agnes, sebenarnya Agnes sangat senang berteman dengan Rissa namun alasan keluarga Randy lah yang mengharuskan Agnes tak terlalu dekat dengan Rissa. Randy dan Agnes keluar dari butik tersebut, mereka berencana makan siang bersama mama Randy dan kakeknya di sebuah cafe yang tak terlalu jauh dari butik tersebut. di dalam mobil Agnes hanya diam saja karena Randy juga sama sekali tak mengeluarkan suara nya,namun setelah lama terdiam, Randy membuka suaranya.
"Kening kamu kenapa?" tanya Randy melihat kening Agnes yang terlihat bekas tergores.
"Eh ini....itu kejatuhan benda tadi di dapur waktu mau ambil sesuatu! oya...ehmmm ini Undangan nya buat teman kamu yang belum aku kenal! katanya mama Kumala kamu mau memberikan pada temanmu!"
"Hmmm taruh saja!"
Sampai di cafe, Agnes sangat terkejut dia melihat orang yang beberapa tahun lalu pernah mengisi hari-hari nya bersama dengan seorang wanita yang tengah hamil besar, Agnes mengigit bibirnya kuat sampai ujung bibirnya berdarah. Randy tak menyadari bahwa Agnes melakukan itu, dan tiba-tiba....
"Nona! tissue! bibir anda berdarah!" kata seorang pelayan yang kebetulan melewati Agnes dan Randy. karena kaget pelayan itu berbicara agak keras dan membuat beberapa pengunjung melihat termasuk Steve, lelaki yang di pandang oleh Agnes barusan, Steve terdiam melihat Agnes, beberapa tahun dia tak melihat Agnes setelah perpisahan mereka, Steve menceritakan semua kisahnya pada sang istri, wanita yang akhirnya menyembuhkan luka Steve karena putus dengan Agnes, lebih tepatnya terpaksa putus karena mama tiri Agnes akan menjodohkan nya dengan Randy.
"Kenapa?" tanya Randy
"Tidak apa? hanya aku sakit perut, jadi untuk menahan rasa sakitnya aku biasa mengigit bibir ku sendiri!" ucap Agnes lirih.
"Ya sudah ke toilet saja!"
Agnes ke toilet, setelah melihat Agnes pergi ke toilet, Steve meminta ijin sang istri untuk menyusul Agnes, Inara yang tau bagaimana suaminya mengijinkan nya.
"Nesa?" panggil Steve.
Agnes terdiam di lorong di dekat toilet, dia melihat bagaimana tatapan teduh itu masih sama seperti beberapa tahun yang lalu, dia masih terlihat sama, dia adalah kekasih, kakak, sahabat dan bahkan sebagai ayah bagi Agnes.
Agnes tersenyum, namun air matanya menetes tanpa ijin.
"Kakak kembali?" tanya Agnes
"Kau baik-baik saja?" tanya Steve.
"aku selalu baik-baik saja! kakak tau itu!"
"Apa dia masih sama?" tanya Steve yang tertuju pada mama tiri Agnes.
__ADS_1
"Tidak! aku lebih penurut sekarang jadi dia berhenti!" kata Agnes.
"Tapi kening mu masih sama!" kata Steve melihat luka di kening Agnes.
"Sangat jarang!! sebentar lagi aku menikah, aku tak akan bertemu dia lagi setiap hari! aku pasti aman!" kata Agnes sambil tersenyum manis.
"Maafkan kakak!" ucap Steve, Steve tak lebih kaya dan berkuasa bila di bandingkan keluarga Agnes karena itu dia tak bisa melindungi ataupun mempertahankan hubungan nya dengan Agnes karena ancaman dari mama Agnes yang mau hidup nya sempurna.
"Kak Nara hamil?" tanya Agnes mengalihkan pembicaraan.
"Iya.....dia hamil 6 bulan!"
"Selamat kak, oya ini undangan pernikahan ku, datang lah kak! kau satu-satunya orang yang tulus menyayangi ku!"
"Aku usahakan! aku hanya takut jika mamamu tau, itu Tak kan bagus untuk kamu!"
"iya kak!"
Akhirnya Agnes mengakhiri perbincangan tersebut, namun tanpa mereka tau, perbincangan mereka di dengar Randy yang terdiam di balik tembok pembatas yang ada di sana dan mendengar dengan jelas walaupun dia tak tau pasti apa yang di bicarakan mereka. Randy juga melihat setelah kepergian lelaki itu, Agnes berulang kali mencoba tersenyum dan beberapa kali di ulangi sampai senyuman yang terakhir dia mengatakan dengan jelas..
"Semangat Agnes!! semangaaaat!!"
Randy kembali dari toilet dan melihat Agnes seakan tak ada beban sama sekali dia kembali menjadi gadis ceria dan manja seperti biasa.
Di mobil seorang ibu hamil menunggu sang suami...
"Bagaimana?" tanya Inara
"Dia masih sama! mamanya pasti memukul dia! keningnya berdarah!" ucap Steve sendu.
"Sayang..jangan salah paham! aku sudah menganggap nya sebagai seorang adik, cintaku padanya sudah tergantikan kamu di hati aku!" kata Steve tak mau Inara salah paham.
"Aku paham sayang!"
"Kau tau, waktu itu dia kelas 3 SD ketika tau mamanya bukanlah mama kandung nya! dia sangat menderita tapi dengan senyuman nya dia selalu menutupi segala nya sayang!"
"Sudah jangan sedih! semoga suaminya nanti bisa membuat dia bahagia!"
__ADS_1
"iya Sayang! yukk kita pulang!"
**********
drt.....drt.....drt...
"Ya Hallo" jawab Rissa yang tak tau nomor siapa yang menghubungi nya.
"Marissa?? aduuhhhh dasar anak gak ada akhlak!!! minggat kemana kamu?? kenapa gak bilang-bilang!!!" cerocos yang di sebrang sana yang tak lain adalah sang ibu.
"Namanya juga minggat bu!! mana ada orang minggat pamit!!"
"Setidaknya kamu bilang mau kemana? ini agen dari PT kemarin kemari mau daftar in kamu jadi TKW"
"Ibuuuui Rissa gak mau jadi TKW!! Rissa gak berani anik pesawat!!
"Padahal jadi TKW enak lho, bisa kenalan sama bule ,biar bisa pacaran sama bule kayak anak bu Samat!"
"Ntar Rissa cariin bule biar jadi mantu ibu!!"
" idih bule turis kali ya? nooh di pantai banyak bule turis!!"
"Ibu!! kok ibu tau nomor aku?"
"Tolong Rissa!!! tolong!!! bu dhe lagi menyandera aku!!! rissaaaaa!!!!" Teriak seseorang di belakang sang ibu.
"Buuuuu lepasin dia buuu kasihan!!"
"Pulang kamu!!"
"Gak bisa bu!!! aku dah kerja!! mana bisa pulang suka-suka!"
"Pulang gak!!! ayah kamu sakit!!"
"Apa??? ayah sakit? ya ya nanti Rissa ijin cuti!!"
" giliran ayahnya aja semangat!! coba ibu yang sakit! semangat gak ya anaknya!" sindir sang ibu.
__ADS_1
"buuuu Rissa pulang nih!! tunggu ya...!"
bersambung