Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
Season 2 Martin Martinez


__ADS_3

plukk...suara berkas terjatuh dari tangan Rissa, Rena dan Martin menoleh ke arah suara tersebut


"Oh astaga babang bule selingkuh sama tante-tante girang!" gumamnya lirih.


Melihat itu mama Rena berusaha melepaskan pelukannya anak nya, namun di tahan oleh Martin sambil membisikkan sesuatu ke mamanya.


"ma....jangan biarkan dia tau aku anak mama!" bisik Martin dan raut wajah Rena binggung dengan permintaan sang anak, namun akhirnya dia mengangguk juga.


Martin melepaskan pelukannya dari sang mama lalu keluar begitu saja dari ruangan tersebut dan melewati Rissa yang terlihat jelas sangat terkejut.


"Duduklah Rissa!"! panggilan itu membuyarkan lamunan Rissa.


"I-iya nyonya?"


" Mana berkas-berkas nya!"


Rissa menjelaskan semuanya sesuai permintaan dari mbak Mela, mulai mana saja yang harus diperbaiki dan mana yang harus ditanda tangani oleh nyonya Rena.


Hampir 1 jam lebih Rissa berada di ruangan tersebut, sampai ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Sayang kau ada tamu?" tanya seseorang tersebut.


Rissa berdiri memberi hormat pada seseorang tersebut yang dia yakini adalah suami nyonya Rena karena dia ingat wajah bule lelaki tersebut di suatu ruangan saat melintas menuju ruang kerja nyonya Rena.


"Iya sebentar lagi selesai!" ucap Rena terlihat dingin di mata Rissa padahal setiap hari mr.dan mrs. galak itu sudah biasa seperti itu dan lagi-lagi Rissa salah paham.


'Oh Tuhan! dia dingin banget sama suaminya! pantesan aja dia selingkuh sama brondong!! tapi suaminya gagah gini! masa' iya di selingkuhin kasihan amat ya?' batin Rissa


Setelah beberapa saat Rena menyerahkan semuanya ke Rissa dan mempersilahkan Rissa untuk pamit.


Rissa berjalan keluar dari rumah mewah tersebut.


"Eh si non....udah non?" tanya satpam yang tadi mengantar Rissa.


"Udah pak! eh pak ada taksi masuk sini gak?"


"Wahh jarang non, ini perumahan elit rata-rata dari mereka ya punya mobil sendiri-sendiri"


"Ooh makasih pak...soalnya hp aku batrenya habis! bapak bisa pesenin ojek online gak?"


"Saya gak ada aplikasi nya non! soalnya saya gak butuh non!"


Akhirnya Rissa memutuskan untuk berjalan keluar dari kompleks tersebut untuk mencari taksi atau ojek online hang bisa dia naik i untuk pulang ke kos an nya karena hari sudah mulai malam.


"Iihhh horor banget sih! ini perumahan atau pemakaman sih!"

__ADS_1


ucap Rissa, sepanjang dia jalan tak seorangpun dia temui, 'ya kali di perumahan elit ada emak-emak lagi ngerumpi di depan rumah? emang kampung mu Ris!!' batin Rissa.


Sampai beberapa kali ada bunyi klakson mobil di belakangnya, dia akhirnya minggir agak menepi, namun bunyinya semakin terdengar berkali-kali.


"Ini mobil yang nyetir buta kali ya!! orang udah minggir gini masih aja di bel- bel gak jelas!" gerutu Rissa mulai terganggu.


"Eh jelek!! masuk!" kata seseorang dari dalam mobil.


"Babang bule!" katanya girang.


"Masuk!" perintah Martin.


Rissa akhirnya masuk ke dalam mobil si Martin.


"Babang bule baik deh, Rissa gak nyangka babang bule sampai mengawal Rissa sampai ke sini! pasti babang bule gak pengen Rissa kenapa-kenapa ya...aduuhhh so sweet banget sih calon pacar ini!bikin tambah cinta deh!" mode cerewet Rissa on, kalo sudah begini rasanya Martin menyesal sekali memberi tumpangan buat si cerewet ini.


"Berisik!! diem gak? aku turunkan di sini mau?" ancam Martin.


Seketika Rissa diam karena dia sudah lelah berjalan jauh kalo harus berjalan sendirian di perumahan horor itu jelas dia memilih untuk di bentak Martin di dalam mobil.! Tiba-tiba Rissa teringat kejadian saat ada di kediaman nyonya Renata.Dia melihat Martin dari atas sampai ke bawah,dan melihat seisi mobil milik Martin.


'Ternyata mobil dan penampilan mewah ini hasil dari menjadi simpanan tante-tante girang! aku harus bisa menuntut dia untuk bertobat!' batin Rissa


"Abang! berhenti di taman dulu bang! di depan itu lhoo..."


"Ada yang mau aku omongin sama abang!"


"Jangan bilang kamu mau nembak aku ya! gak mempan! udah kita pulang aja?!"


"Siapa yang mau nembak abang!! kita gak perlu saling menembak kok bang!! aku dah terima Abang apa adanya!"


"Ciihh berhenti lah bermimpi!!"


Akhirnya Martin menuruti kemauan Rissa yang ingin berhenti di sebuah taman, mereka duduk di kursi yang ada di taman tersebut setelah Rissa merengek meminta minuman di seorang pedagang kaki lima.


"Abang mau?"


"Gak! mau ngapain kita di sini?"


"Ehem..ehem... abang! boleh gak aku bicara serius?"


"Emang kamu bisa serius?"


"abang!! jangan main api sama tante-tante girang! main apinya sama Rissa aja! Rissa siap kok panas-panas an..ehh..!'


"Serius apanya!!!" celetuk Martin mendengar apa yang dikatakan Rissa, serius apanya pikir Martin!.

__ADS_1


"Bukan gitu bang!! suaminya bu Rena ganteeeeeeeng banget bang!! udah pasti Abang cuma menang umur doang! buakn yang lainnya.. walaupun udah berumur tapi dia itu masih terlihat macho... keren... gagah!!...iihh Rissa mau deh jadi istri ke duanya!" ucap Rissa dengan wajah penuh kekaguman dan berbinar.


pleeetakk!!!


"awwwoww sakit bang!!" ucap Rissa sambil mengusap kepalanya yang sakit karena jitakan Martin.


"Jangan coba-coba jadi pelakor!!" ancam Martin.


"Makanya bang! abang kan cinta sama Bu Rena nah aku tuh kaguuuum banget sama suaminya, walaupun cinta aku hanya buat abang! biar kita gak jadi pelakor dan pembinor....mending kita kawin aja deh bang!!"


"urusan aku mau cinta apa gak sama bu Rena!" ucap Martin tanpa berniat menjelaskan kesalahan pahaman tentang dia dan sang mama.


"Dan kawin sama kamu?? mimpi aja terus!!" ucap Martin sambil berjalan meninggalkan Rissa menuju mobilnya.


"Abaaaaang jangan tinggalkan Rissa!!" teriak Rissa sambil berlari menyusul Martin.


Namun ketika tiba di parkiran, seseorang memanggil Rissa.


"Sasa?"... panggil seseorang yang terlihat baru saja memarkirkan kendaraan nya.


Rissa menoleh ke arah panggilan tersebut,dan betapa kagetnya dia melihat orang yang dulu pernah mengisi hari-hari nya di masa SMA.


"Sasa! kamu di sini?" tanya Randy mantan terindah Rissa.


"Siapa sayang?" tanya seseorang yang baru saja keluar dari mobilnya.


"Rissa?" kata Agnes kaget melihat mantan pacar tunangannya itu.


"Hai...dunia sempit banget ya sa kita bisa bertemu disini!" kata Agnes mengurai kecanggungan di antara mereka.


"Iya...lama tidak bertemu, apa kabar kalian?" tanya Rissa dengan tenang.


"Kami baik! kamu sendiri? ngapain di kota ini? kuliah juga?" kata Agnes.


"Aku kerja di kota ini!"


Martin melihat interaksi antara mereka bertiga, dia mengerutkan keningnya biasanya Rissa menjadi sosok yang bar-bar, ceria dan heboh bila di dekatnya, namun yang dia lihat saat ini adalah Rissa yang terlihat anggun dan tenang namun ada rasa canggung.


"Sama siapa di sini sa?" tanya Agnes lagi sambil mengapit lengan Randy yang hanya diam melihat Rissa.


"Aku sama......" jawab Rissa belum selesai tapi terpotong oleh seseorang.


"Honey......kamu lama banget.!"..


bersambung

__ADS_1


__ADS_2