Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
Season 2 Martin Martinez


__ADS_3

"Maaf ya Nes mama sampai gak tau kamu pergi!" kata mama Mala


"Tidak apa ma... Agnes maklum kok! mama pasti khawatir sama Randy!" ucap Agnes dengan senyuman manisnya.


Mama Mala hanya memandang menantunya dengan rasa yang tak bisa di artikan,Ada rasa iba di hati mama Mala, Randy sudah menceritakan pada Mama,papa dan kakeknya tentang kondisi Agnes,bahkan papa Randy berniat mencabut semua saham yang ada di Perusahaan papanya Agnes,namun Randy melarang bisa jadi itu akan memperburuk hubungan anak dan papa itu serta memperbaharui kondisi kejiwaan Agnes.


Flashback on


"Dan kamu akan menceraikan dia Ran?" tanya kakek


"Bukannya kakek tidak suka dengan Rissa, Rissa gadis baik kakek tau itu. kau juga tau, kalau kemiskinan Rissa hanya alasan kakek agar bisa memisahkan kalian! semuanya karena Agnes,dia amanah dari mamanya untuk kakek,dia berhati mulia seperti mamanya Ran!"


lanjut sang kakek.


"Amanah yang harus kakek penuhi Ran, walaupun dengan kebencian kamu,dan sesalahpahaman gadis yang kamu cintai itu!"


Randy hanya diam, karena sudah tau sebelum kakeknya berbicara sekalipun.


"Apa kamu masih mencintai Rissa? mama dengar dia sudah menikah Ran!" tanya sang mama.


Randy hanya diam, dia tak tau harus bagaimana! perasaan pada Rissa belum sepenuhnya hilang, hal itu bisa saja menyakiti Agnes bila Randy memaksakan diri bersama Agnes, Randy benar-benar tak bisa berpikir saat ini, yang dia fokuskan hanya kesembuhan Agnes saat ini.

__ADS_1


flashback off


"Agnes... Setelah kepulangan Randy kalian akan tinggal di rumah utama, jangan kembali ke apartemen dulu ya!" kata mama Mala.


"Beneran ma? Ag..Agnes bisa tinggal sama mama?" binar bahagia di mata Agnes seperti seorang anak kecil yang mendapat mainan baru. mama Mala tersenyum sambil mengangguk.


"Ran!! kita pulang ke rumah mama!! beneran kan?" tanya Agnes pada Randy, Randy hanya mengelus rambut Agnes pelan dan mengangguk tanda setuju, Randy tau Agnes sangat rindu akan kehangatan keluarga.


##########


Naura sudah berkeringat dingin sambil meremas tangannya dengan paniknya,dia tau kalau Aldrich kaya tapi dia sama sekali tak menyangka bahwa rumah besar Aldrich sekaya dan semewah ini.Di depannya duduk seorang lelaki bule dengan tenang sambil terus memandangi Aldrich dan dirinya dengan tenang. Nampak seorang wanita anggun berjalan dengan nampan berisi kopi dan dua buah jus di tangan nya.


"Minumlah!" kata wanita itu berbicara pada Naura.


"Jadi bagaimana Al?" tanya sang papa yang sedari tadi hanya diam saja kini langsung membuka suaranya.


"Ma,pa.. ini Naura!! calon istri Al! Al harap mama sama Papa setuju Untuk menikahkan kami!"


"Ciihh...apa kau benar-benar siap menjaga anak gadis orang Al?" tanya sang papa seakan meremehkan anaknya.


"Ckck...papa meremehkan aku? tentu saja aku bisa!! pokoknya Al mau papa melamar Naura besok!!" paksa Al dan sontak membuat sang papa serta Naura mendelik.

__ADS_1


"Iya sayang....nanti mama minta orang untuk mempersiapkan semuanya!" kata Nara pada sang anak.


"Di minum sayang...!" kata Al pada Naura yang terlihat tegang.


"I---iya!" saut Naura dan meneguk minumannya sampai tandas.


"Tidak usah gugup!! papa merestui kalian!! cuma papa tidak percaya saja Naura! anak nakal ini bisa kamu terima!" kata Marcel sang papa


"Apa maksud papa!! aku gak nakal ya pa!!" protes Al.


Al berdiri sambil memegang tangan Naura, dan menariknya agar mengikuti kemana Al pergi.


"Eh mau kemana Al?" tanya papa Marcel


"Ke kamar!! biar gak di jahili sama papa!!"


kata Al dingin, memang sifat Al lebih ke pada Daddy Marvel daripada papanya sendiri, sedangkan sampai tua pun Marcel tetap terlihat Santai bahkan terkesan slengean.Al menarik tangan Naura, Naura hanya bisa menunduk pamit pada kedua orangtuanya Al.


"Nauraaa....jangan mau kalau di raba-raba sama Al!!! apalagi di ajak kuda-kudaan!" teriak Marcel,dan sukses membuat Naura malu bukan main.


"Papa!?" pekik mama Nara sambil memukul bahu sang suami.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2