
Berita kelahiran penerus keluarga Martinez akhirnya sampai ke telinga Naraya,musuh bebuyutan keluarga Martinez,dengan berbagai cara sudah dilakukan untuk melenyapkan Marvel dan anaknya.
pada akhirnya Leo dan Naraya turun tangan sendiri untuk membalaskan dendam dihati mereka.
Marvel di bawa ke sebuah rumah besar tanpa penghuni, disanalah rencana Leo dan Naraya melenyapkan Marvel, urusan bayi mungil itu akan di pikirkan setelah kematian Marvel.
Dengan mudahnya Marvel di bawa anak buah Leo dan menyekapnya di sana.
mereka sama sekali tak menduga bahwa ini semua sudah diatur oleh Alex sang papa mertua di bantu oleh Alexandre, sahabat Marvel dan juga Davin sang penembak jitu yang sudah stan by di tempatnya.
penanaman cip pelacak di tubuh Marvel yang dilakukan oleh Alex sahabatnya, mempermudah menemukan Marvel yang sedang di culik, setelah itu anak-anak jalanan yang di asuh Davin di kerahkan untuk mengikuti ke mana Marvel dibawa, karena tampilan mereka yang banyak menyamar menjadi pengamen, pengemis dll membuat anak buah Leo tak menyadarinya.
Nyonya Mariana begitu terlihat cemas melihat kemana anaknya dibawa melalui layar monitor di depannya.
"siapkan semua...aku ikut!"
perintah nyonya Mariana.
jujur bukan hanya Marvel yang dia khawatir kan namun juga Naraya, sahabat kecilnya dulu,dia benar-benar ingin Naraya sadar dan berubah.
Naraya pada dasarnya adalah sosok lelaki yang baik, keadaan yang memaksa dia menjadi seorang penjahat tapi apapun alasannya kejahatan tak pernah dibenarkan,andai saja Naraya bisa berdamai dengan takdirnya maka dia tak akan pernah menyimpan dendam dihatinya.
Karena tak ingin kecolongan, nyonya Mariana memerintahkan untuk menyergap markas Naraya tersebut, walaupun kaget dengan apa yang dilakukan Mariana karena bisa menemukan dirinya, Naraya akhirnya menyambut dengan bahagia, dendamnya akan segera terbayar.
pertarungan tak dapat dihindarkan lagi.Naraya dan Leo tak lagi bisa berkutik tentunya karena mereka kalah personil, anak buah Davin juga ikut membantu keluarga Martinez.
Leo sudah dalam bekukan anak buah Alex,sedangkan Naraya masih berdiri kokoh di dekat Marvel dengan pistol yang siap mengarah ke kepala Marvel.
"Mariana!! aku sungguh tak berharap kamu menyaksikan sendiri kematian anakmu!"
"hentikan semua ini Naraya!! dendammu membuat hatimu dan hidupmu lebih terpuruk! ini salah Ray!!
aku yakin istrimu tak pernah menginginkan semua ini!"
"diam kau ana!! kau tak tau bagaikan rasanya jadi aku!! tapi tenang saja, setelah ini kau akan merasakan apa yang aku rasain!!"
Naraya sudah siap untuk menarik pelatuk nya tepat di kepala Marvel dan tiba-tiba..
Dor....
senjata yang di pegang Naraya terlempar jauh karena ulah si penembak jitu yang tak lain adalah Davin.
begitu senjata terlempar beberapa anak buah alex berlari untuk membekuk Naraya,namun nyatanya Naraya benar-benar tak menyerah.setelah beberapa saat perkelahian antara mereka tak ter elak kan,dan akhirnya,tenaganya tak sanggup lagi melawan anak buah alex yang bertubuh kekar itu.
Naraya menemukan senjatanya,dan disaat dia ingin mengarahkan senjatanya ke kepala Marvel sebuah tembakan mendarat di kakinya.namun Naraya tak tinggal diam dia masih berusaha untuk menembak Marvel hingga sebuah peluru menembus jantungnya.
peluru yang sejatinya akan menembak kaki bagian kiri Naraya nyatanya melesat ke jantung Naraya karena dia tiba-tiba terjatuh saat berjalan mendekati Marvel.
Naraya terkapar di tempat, darah mulai keluar dari tubuhnya, Mariana berlari mendekati Naraya, memberikan pahanya untuk bantalan kepala sahabatnya itu...
__ADS_1
menyadari itu Naraya memandang lekat ke arah Mariana, melihat pandangan mata Naraya, seketika airmatanya jatuh mengenai pipi Naraya.
Naraya hanya diam sambil menahan sakitnya,dia mengangkat tangannya dan mengelus pipi Mariana.
Mariana terlihat menahan sesak di dadanya, sungguh bukan ini yang diharapkannya. ingatannya melayang mengingat masa lalu,kehidupan damai seorang Mariana remaja tiba-tiba terusik, cinta besar sang suami membawanya masuk ke dalam rumitnya masalah keluarga Martinez.
kematian orang-orang yang disayanginya disaksikan sendiri sebagai rangkaian dari perjalanan hidupnya,kerasnya kehidupan menjadikan sosok gadis periang itu menjadi keras dan kadangkala kejam.
kini dia menyaksikan lagi orang yang disayanginya diambang Kematian, Naraya.. orang yang dari kecil di jadikan sahabat nya, kakaknya dan bahkan cinta pertamanya...gini terbaring lemas di depannya.
Naraya tersenyum....tanpa sepatah katapun bahkan hanya sekedar meminta maafpun tak pernah bisa terucap... yang di liat Mariana hanya sebuah isyarat mulut Naraya yang terucap..." ana ".
perlahan namun pasti... Naraya menutup matanya,membawa dendam dihatinya pergi bersama nyawanya.
tangisan Mariana mengiringi kematian sang sahabat tak ada lagi yang tersisa,dendam selalu membuat kita hancur sehancur-hancurnya.
setelah kematian sang istri Naraya tak pernah hidup damai karena tumpukan dendam dihatinya, dendam yang juga menyakiti hati Mariana, wanita yang kehilangan satu persatu orang-orang yang disayanginya.
kini hanya ucapan selamat jalan sahabat,kakak...yang bisa diucapkan Mariana, mendekap erat sahabatnya untuk terakhir kalinya.
2 tahun kemudian...
"Omaaaaa......"
teriak Martin sang cucu ketika melihat nyonya Mariana duduk santai di teras belakang.
tanya nyonya Mariana, ya sudah setahun ini, Mariana menyerahkan seluruh urusannya kepada kedua putra nya Marvel dan Marcel yang sudah dianggap anak sendiri.dia memutuskan untuk pensiun dari segala aktivitas nya begitu pun dengan papa Alex.
Hendra dan Lily akhirnya menikah dan tinggal di rumah mama sofia, Hendra yang telah dianggap adik sendiri oleh papa Alex,karena hanya Hendra lah keluarga satu-satunya Renata.akhirnya Hendra menyetujui permintaan sang kakak untuk tinggal bersama apalagi Lily tengah hamil muda saat ini.
Marvel membiarkan putranya bermain dengan sang mama, kemudian dia naik ke kamarnya.
dilihatnya sang istri tengah berdiri di balkon kamarnya.
"Kenapa berdiri disini? hemmm! bukannya istirahat! katanya tadi capek!!"
ucap Marvel masih dengan nada galaknya sambil memeluk Rena dari belakang
"iihh abang jangan peluk-peluk gitu!!"
"Mana Martin?" lanjut Rena.
"Martin sama mama! katanya gak ingin ganggu kita!"
" maksudnya bang?"
"Martin ingin adik kecil!"
"Apa??"
__ADS_1
seketika Marvel menyerang sang istri! membawa Rena masuk ke dalam kamar dan meletakkan nya di ranjang king size mereka.
Marvel sudah menjelajahi setiap lekuk tubuh sang istri yang benar- benar menjadi candu baginya.
Si rudal sudah siap tempur di bawah sana!
"Abaaaaang!!!! dasar bule mesum!!"
teriak Rena ketika hasrat sang suami sudah tak bisa dibendung lagi! begitulah Marvel jika sudah berkehendak maka dia sulit dihentikan!
setelah pergulatan panjang dan panas mereka, Marvel terbaring tengkurap dengan wajah menghadap ke arah Rena.Rena mengelus wajah tampan suaminya.
Rena mengingat ibunya yang selalu ada untuk nya dan penuh dengan derita.
'Karin harus hidup bahagia kalo udah gede nanti ya?!'
' karin jadi anak yang hebat juga,jangan kayak ibu ya?'
begitulah kata-kata yang di ingat Rena waktu kecil dulu ketika sang ayah selesai menyiksa ibunya dan pergi begitu saja setelah puas menyiksa.
"Karin bahagia bu! Karin hidup bahagia sekarang!"
ucap Rena sambil mengelus pipi sang suami orang yang sangat galak dan gak ada lembut-lembutnya,namun begitu sayang dan care dengan keluarga.
" Suamiku...cup!"
Rena mencium singkat wajah Marvel.
"Mr. galak...cup..cup....mr. galak suamiku!!"
end..
#terima kasih sudah membaca novelku ya...maksih atas saran dan kritik nya....
Habis ini rilis novel baru lagi ya...." Tuan muda Abraham" (dalam proses)
yang minat ke lapak sebelah..
#********* ( Sang asisten Ceo)
#K*BM apl ( bodyguard hati)
mampir di novel ku yang lain di NT ini jg
#Pengorbanan Naina
# Cinta Sekar.
makasih sekali lagi....maafkan atas segala kekurangan ku ya
__ADS_1