Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
Season 2 Martin Martinez


__ADS_3

Selesai pemotretan yang berlangsung alot karena Rissa benar-benar tak pandai berpose, bahkan sampai membuat sang fotografer frustasi karena tingkah si Rissa, ternyata itu menjadi hiburan tersendiri bagi Martin, dia senang sekali beberapa kali Rissa terjingkat karena bentakan dari sang fotografer. Dengan segala ancaman dari mbak Mela akhirnya Rissa bisa berpose senatural mungkin, hingga jadwal yang harusnya selesai siang hari, ini malah berakhir di sore hari, dengan melewatkan makan siang tentu nya, itu semua karena ulah amatir si model baru pilihan Martin, Martin memang sengaja menjadikan Rissa sebagai modelnya karena tau si wanita bar-bar itu pasti tak pernah tau soal dunia modeling, sedangkan dia, seringkali di minta sang mommy menjadi model di butik milik sang mommy, dan benar saja Rissa benar-benar di permalukan dan menjadi bahan bentakan dari fotografer profesional yang biasa memotret model kelas dunia.Rasanya Martin puas dengan mainannya hari ini.


Disinilah sekarang dia, Martin mengajak Rissa duduk manis sambil menunggu pesanan makanannya di sebuah cafe di dekat butik.dan meneruskan perbincangan mereka yang sempat tertunda


"Bagaimana?" tanya Martin


"babang bule demam ya? aduuh babang bule sayang! aku aja nih yang di paksa ibu bapak jadi TKW dengan gaji menjanjikan saja, aku tolak mentah-mentah! ini malah jadi pembantu di rumah abang!! jadi istri aja deh bang!" bujuk Rissa


"mimpi!"


"Gak ah bang! aku dah nyaman sama kerjaan aku sekarang! udah dapet gaji gede!" saut nya


"Cihh! kerja sama aku gak tiap hari juga!! kamu liburnya hari apa?" tanya Martin.


"Sabtu!"


"Okey tiap satu aja jadi pembantu aku full day!"


"Idih kayak sekolah aja full day! ntar aku pikirin deh!"


"Aku gaji 3 juta!"


"Gak bang!!"


"4 juta!"


"Udah bang gak udah!"

__ADS_1


"5 juta! masih gak...."


"Deal! seminggu sekali full day gaji 5 juta deal bang! deal!!" saut Rissa cepat, 'siapa yang akan menyia-nyiakan gaji segitu kalo cuma kerja sebulan 4 kali!' pikir Rissa.


"Deal!" seringai licik terlihat jelas di ujung bibir Martin, namun tak di sadari oleh Rissa.


**********


"Apa? jadi kamu gaji dia buat jadi pembantu kamu tiap weekend? gila!!" ucap Anzel


"Ckckc... jangan nyusahin kita lagi ntar!" ucap Aldrich.


"Kamu tau kemarin Pedro memarahi dia habis-habisan ha ha ha ha ha! seru banget!"


"Hadaaahhh capek deh!" kata Anzel.


Martin tak seperti Aldrich yang suka berganti-ganti pacar kalo sedang bosan walaupun dia tak se bejat sang papa Marcel yang selalu berakhir di atas ranjang dengan semua kekasihnya, Aldrich hanya sebatas making out itupun dengan wanita yang benar-benar bisa membuat dia berhasrat, selebihnya hanya ciuman dan sentuhan biasa saja, beda dengan Martin yang tak pernah berpacaran hiburan nya adalah mengerjai orang-orang yang sekiranya mengusik ketenangan hatinya, selain Elin si ganjen dulu ada beberapa orang yang pernah di jadikan mainan Martin, salah satunya adalah Budi, lelaki kutu buku yang tanpa sengaja berurusan dengan Martin dan pada akhirnya harus menjadi pelayan Martin selama Martin bosen.


Kali ini korbannya adalah Rissa, gadis yang tanpa sengaja mengaca di mobil mewahnya dan berani merayunya.


"Eh Al Nesya tuh!" kata Anzel.


"Beneran kamu suka dia?" lanjutnya.


"Gak! cuma lagi kosong aja aku!" kata Al melihat Nesya berjalan berlenggak lenggok ke arahnya.


"Hai Al, Zel dsn Martin!" sapa Nesya dengan gaya manjanya.

__ADS_1


"Dari mana?" tanya Aldrich


"Aku ada kelas tadi, jadi gak kita ke club malam ini, udah lama aku gak clubbing!"


Anzel dan Al hanya tersenyum tipis, masalnya mereka tau bahwa semalam Nesya baru saja dari club malam dan sedang di cumbu seorang lelaki, makanya dia tak menyadari keberadaan Al, Anzel dan Martin.


"Okey ntar aku telpon, kita ada kelas dulu!" kata Al yang mulai tidak berminat pada Nesya.


"Baiklah Al, see you Al!" sapa Nesya sambil mencium pipi kanan Al dan berlalu dari sana.


Martin menyerahkan selembar tisu ke depan Aldrich.


Aldrich tau maksud Martin dan kemudian mengambil tissue tersebut sambil mengelap pipi bekas ciuman Nesya sambil mengangkat ujung bibir nya.


"Cabut yuk!" ajak Anzel


Namun saat berbalik badan dan mulai melangkah tiba-tiba Aldrich menabrak seseorang, karena tidak seimbang akhirnya dia terjatuh bersama an dengan orang yang dia tabrak. Posisi yang sangat menguntungkan buat Lelaki setengah playboy tersebut. bibir nya bertemu dengan bibir si penabrak tersebut dengan posisi Aldrich di bawa dan si gadis di atasnya, bukannya melepaskan diri dari sana, Aldrich justru meluuumat bibir itu beberapa detik, sontak saja membuat si gadis itu kaget dan berdiri dari atas tubuh Aldrich. Aldrich bangun dan mengelap bibirnya yang abru saja mendapatkan vitamin setelah hampir seminggu putus dengan sang pacar.


Plaaaakkk..


Suara tamparan dari si gadis itu membuat Martin dan Anzel kaget, sedangkan Aldrich hanya diam saja sambil menatap si gadis tersebut. di lihatnya bekas luka di ujung bibirnya karena tabrakan nya tadi.


"Dasar mesum! jangan pikir semua gadis yang kau temui mudahan ya! seenaknya saja kau menciumku! kau pikir dengan tampang mu semua wanita harus tertarik? ciihh mesum!! minggir!" ucapnya kesal karena ulah Aldrich.


Gadis itu begitu saja melewati Aldrich setelah Aldrich memberi sedikit celah namun dengan cepat Aldrich menarik tangan gadis tersebut dan menyeretnya ke sebuah lorong tak jauh dari sana, di hempas kan gadis itu ke dinding kemudian Aldrich mengunci kedua tangan gadis itu ke atas dengan tangan kirinya dan tangan kanannya menahan tengkuk belakang nya dan merapatkan tubuhnya dengan gadis itu.


Dengan cepat Aldrich meluuumat dan menghisap bibir ranum gadis yang baru saja menampar nya tadi, Aldrich berusaha membuka mulut gadis itu dengan mengigit bibir bawahnya dan benar saja karena hampir berteriak dia membuka mulutnya, dan Aldrich siap mengabsen mulut si gadis, sesapan, gigitan dan lumaatan Aldrich membuat bibir gadis tersebut membengkak. akhirnya Aldrich melepaskan ciiiumaannya.

__ADS_1


"Jahat!" ucapnya gadis itu lirih sambil meneteskan airmata nya.


bersambung


__ADS_2