Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
Season 2 Martin Martinez


__ADS_3

Acara berjalan dengan lancar di pernikahan Aldrich dan Naura. Lia dan juga Agnes yang ikut diundang membawa pasangannya masing-masing, karena Lia tidak punya pacar maka dia membawa Arlan teman satu tempat kerjanya atau lebih tepatnya pemilik minimarket di mana dia bekerja. Arlan memang tak sekaya Randy dan juga Martin namun dia mempunyai beberapa minimarket yang tersebar di beberapa kota,minimarket yang terakhir dia datangi atau yang di pegang oleh tantenya juga adalah miliknya. Arlan memang terkesan sederhana,Dia tidak mau menunjukkan kepada semua karyawan-karyawannya yang tersebar di beberapa minimarket miliknya.


Bahkan awalnya Lia Agnes dan juga Rissa yang pernah bekerja di sana pun tidak tahu kalau Arlan adalah pemiliknya, mereka mengira Arlan adalah keponakan dari pemilik mini market itu, dan membantu memegang minimarket di mana mereka bekerja.Namun semakin kesini semakin mengenal mereka,Arlan akhirnya jujur kepada teman-teman barunya. Kedekatan Arlan dan Agnes kerap kali membuat Randy tidak menyukainya, sedangkan bagi Arlan yang tau bagaimana cerita hidup Agnes malah seolah membantu Agnes keluar dari kubangan hidup Randy, dia merasa Agnes berhak bahagia walaupun itu tidak dengan Randy suaminya.


"Ini Nes...." kata Arlan yang menyerahkan sebuah bingkisan kecil di tangannya, hal itu tak lumut dari penglihatan Randy.


"Makasih Ar!...waaahh cantik banget Ar!!" kata Agnes melihat sebuah kalung yang terbuat dari titanium dengan liontin sebuah batu giok kecil.


"Ya... kalau cincin nya nanti nyusul ya..hehehehheeh!" kata Arlan.


"bagus banget Nes!!" kata Lia yang ada di sampingnya.


"Iya..kamu suka?" tanya Agnes sambil melirik ke arah Arlan.


"Heheehehehe aku lebih tertarik sama gelang, menurut aku lebih enak aja di lihat!"


perbincangan mereka melebar sampai kemana-mana, namun Rissa bersama Martin sudah meninggalkan pesta tersebut, Martin sengaja memesan kamar hotel di tempat yang sama di mana diadakan pernikahan Aldrich dan juga Naura. akhirnya Lia dan Agnes pun berpamitan pada Naura mereka bersama pasangannya masing-masing meninggalkan hotel tempat perayaan pernikahan Aldrich dan Naura. sebenarnya Lia merasa kurang nyaman jika harus berpergian dengan bosnya yaitu Arlan,namun di kota itu Lia tidak mempunyai teman laki-laki yang bisa diajak ke acara pernikahan Naura. kecanggungan jelas terlihat di dalam mobil tersebut Arlan hanya fokus dengan kemudinya sedangkan Lia fokus dengan ponsel yang ada di tangannya.


beberapa saat kemudian Lia terlihat mengangkat telepon dari layar ponselnya.


"halo iya Vano?"


"apa kak Agnes ada bersamamu?" tanya Vano


"iya beberapa saat yang lalu kami bersama, Aku sedang menghadiri pernikahan Naura bersama Agnes namun belum ini dia sudah pulang ke rumah suaminya!" jelas Lia.


''dia baik-baik saja kan?maksudku dia terlihat baik-baik saja kan? beberapa hari ini aku sulit untuk menghubungi ponselnya!"


"jangan khawatir dia baik-baik saja! dia sekarang lebih ceria dan lebih terbuka!"

__ADS_1


"Baiklah Lia, berterima kasih atas segala bantuanmu sebentar lagi aku akan lulus Aku tidak sabar ingin bertemu denganmu dan juga Kakak!"


"iya aku juga sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu mau melihat langsung bagaimana adik cerewetnya Agnes ini hihihihi!!''


"Haissshh Baiklah aku tutup teleponnya!" kata Vano.


Arlan hanya melihat sekilas, Lia disampingnya yang sedang menelpon dengan asyiknya bahkan dia tidak sadar kalau dia sudah berhenti di depan kos-kosannya, bahkan sudah sejak 10 menit yang lalu.


"sudah selesai teleponnya?" tanya Arlan


"Ehh sudah kok..heheheheheh..mas Arlan! sudah mas... makasih ya..dan terimakasih sudah menemani aku! kalau tidak aku pasti terlihat ngenes , jadi jomblo!!" ucap Lia memang gadis yang ceria.


"Iya gak papa....udah masuk sana!"


"Siap mas Arlan.... makasih....bye...." ucap Lia sambil berjalan ke dalam kos-kosannya.Arlan hanya tersenyum kecil melihat tingkah karyawan nya itu.


Di dalam mobil yang lain..


"turun kita sudah sampai!!" kata Randy dengan wajah datarnya.


"kita ke apartemen Ran?Bukan pulang ke rumah mama?"


Randy bahkan tak menghiraukan perkataan Agnes,dia berjalan menuju lift dengan Agnes yang mengikutinya sedikit berlari di belakang Randy,entah mengapa Agnes merasa aura Randy sangat dingin padanya. akhirnya Agnes memilih untuk diam dan mengikuti Randy kembali ke apartemen Randy di mana dulu dia pernah tinggal bersama Randy berdua. sesampainya di dalam apartemen sandi langsung masuk kamar dan membersihkan diri di kamar mandi, mendinginkan otaknya yang entah kenapa dia merasa cemburu ketika Agnes dengan senang hati menerima kalung dari Arlan.


melihat Randy yang tak menghiraukannya, Agnes masuk ke kamarnya dimana dulu dia pernah tinggal,Agnes membersihkan dirinya di kamar mandi dan mencari pakaiannya yang tersisa di sana,namun sayangnya di sana tidak ada pakaian yang bisa dikenakan oleh Agnes, yang dia temukan hanya kemeja panjang milik Randy dan celana pendek miliknya yang tertinggal di situ. setelah berpakaian Agnes keluar dari kamar mandi dan betapa kagetnya dia, dia sudah melihat Rendy berada di kamarnya.


"ada apa Ran? apa kau menginginkan sesuatu?" kata Agnes sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


"kenapa Arlan memberi kamu kalung?" tanya Randy to the point.

__ADS_1


"Oh itu Arlan......" kata-kata Agnes terpotong karena dia kaget tiba-tiba Randy menarik pinggang nya,hingga tak ada jarak lagi di antara mereka.


"Ran!Ra- Ran!! a-apa yang k-kau lakukan?"


tanya Agnes dengan gugup karena selama ini Randy tak pernah memperlakukannya seperti itu.


"ada hubungan apa kamu dengan Arlan?" tanya Randy lagi tanpa mempedulikan pertanyaan dari Agnes.


"A-aku ti-tidak ada apa-apa dengan dia Ran!! dia hanya te-teman!!"


"Aku tidak suka kau dekat dengan dia Agnes!! Kau istriku!! kau milikku dan selamanya tidak akan pernah aku lepaskan!!" ucap Randy tegas.


"Randy..!" ucap Agnes lirih.


"Jangan seperti ini..aku....!!"


ucapan Agnes terpotong karena dengan lembut Randy mencium bibir Agnes, ciuman pertama Agnes,rasanya sangat aneh namun ini juga pertama bagi Randy.Gadis yang selama ini dia tolak,gadis yang dengan susah payah dia hindari nyatanya gadis itu juga yang bisa menghapus semua rasa cinta dan luka hati akan kegagalan cinta pertamanya.


Randy melepaskan ciumannya dan menyatukan keningnya dengan Agnes.


"Maukah kamu menemani aku menjalani sisa hidupku Nes? maukah kamu memaafkan kesalahan ku?" tanya Randy.


Agnes hanya diam, airmatanya mengalir tanpa ijin, Randy menjauhkan wajahnya sedikit, menghapus airmata Agnes dengan lembut.


"Aku tak akan membiarkan airmata mu jatuh karena luka lagi Nes!! aku janji!!"


Tangis Agnes meledak,dia memeluk erat Randy,di dalam hatinya selalu bersyukur dan bersyukur! inilah kebahagiaan yang selama ini dia inginkan!hal yang selama ini dia tunggu-tunggu! hal yang pernah dia ikhlaskan, memiliki Randy adalah hal yang mustahil baginya dulu dan sekarang Randy menyerahkan hatinya untuk Agnes,Agnes tak kuasa membendung kebahagiaannya malam ini.


bersambung......

__ADS_1


Yang pengen Agnes bahagia.......ayo....kasih bunga buat othor....🤭🤭


__ADS_2