Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
seosan 2 Martin Martinez


__ADS_3

"Bisa buat mainan baru!" kata Martin.


"Jangan aneh-aneh!!" ucap Anzel dan Aldrich bersama an karena bila Martin bilang 'mainan' baru maka sama saja itu menyusahkan kedua sahabatnya tersebut.


bukan hanya sekali dua kali, bila Martin bilang dapat mainan baru, maka kedua sahabatnya harus ikut serta dalam permainan mereka, seperti beberapa waktu lalu, Martin bilang dapat mainan baru, benar saja!


Elin si cewek seksi nan menggoda yang terus saja mengejar- ngejar Martin harus berakhir tragis dengan hukuman kedua orangtuanya.


Elin di pindah paksa ke luar negri karena video tarian striptis yang di rekam diam-diam oleh Anzel atas permintaan Martin.


Martin yang sudah begitu bosan dengan gangguan dari Elin akhirnya menjadikan Elin sebagai mainan barunya! bukan mainan di atas ranjang seperti yang di bayang kan Elin tentunya, namun dia lebih di anggap sebagai pelayan di depan Martin. dia berkilah ini sebagai ujian pantas tidak nya Elin berada dan berjalan sejajar dengan Martin.


Hingga malam itu terjadi, Martin menjanjikan menyentuh Elin namun Elin harus bergaya dan merayunya dengan tarian striptis yang dilakukan nya langsung di depan Martin. bukannya terangsang Martin justru jijik melihatnya, Elin yang terangsang sendiri dengan hanya melihat Martin bertelanjang dada sambil terus menari-nari sendiri malah di tinggal begitu saja oleh Martin ketika dia sudah mendapatkan video yang di inginkan nya dan itupun di jadikan senjata Martin untuk mendepak Elin dari sisi Martin.Bukan tanpa alasan Martin melakukan, berulang kali dia memperingatkan Elin namun di abaikan oleh Elin, bahkan dia bercerita pada teman-temannya bahwa 'dedek gemes' milik Martin membuatnya ketagihan padahal menyentuh pun Martin tidak pernah! sungguh fitnah yang keji😁 dan benar saja karena merasa malu, Elin di paksa sang papa untuk meninggalkan negara ini dan menetap sampai kuliah nya selesai.


"Sepertinya dia bukan karyawan mommy?" tanya Aldrich.


"Anak baru! gak lihat baju nya!" Anzel menanggapi.


ya butik itu adalah milik keluarga Martinez yang di kelola oleh nyonya besar Martinez siapa lagi kalo bukan Renata Martinez yang biasa di panggil mommy oleh Martin dan Aldrich.


Niatnya menemui sang mommy malah mendapat kan kejutan dari si gadis bermata hitam dengan tingkat kepedean yang tinggi.


"Hosh... hosh..hosh....waduuuhhh malu banget aku!!!" teriak Rissa di depan pagar kosnya. dia tak sadar kalo Tante Tere terus memperhatikan nya.


"Di kejar anjiing?" tanya Tante Tere.

__ADS_1


"eh Tante.....emang ada yang pernah di kejar anjiing?"


"Sering tuuhhh anjiingnya om Pongki yang di depan rumah suka lepas sendiri!"


"Gak kok te.... Rissa abis ketiban duren runtuh!!" ucap Rissa sambil cengengesan sendiri.


"Sakit dong!" godanya.


"Gak kok! duri nya lembek...idiihhh gemes tau gak te....aku tadi ketemu sama bule-bule kece badai deh pokoknya!!"


"Yang bener? cakep banget?" tanya Tante Tere antusias


"banget te.....aduuuhh leleh deh hati aku!!!"


pletaaakk....


"Ngimpi aja, masuk yuk!!" kata Naura menyeret Rissa setelah berpamitan dengan Tante Tere, jujur Naura gak mau kemesuman tante Tere menular ke otak polos Rissa.


Akhirnya Rissa masuk ke kamarnya dan mesam-mesem gak jelas di atas kasur miliknya.


"Oohh babang bule! kapan kita ketemu lagi ya....adek udah kangen nihh.... aaaaaggghhhh!" jerit Rissa sambil guling-guling di atas kasurnya.


Di rumah besar keluarga Martinez..


"Kapan kamu ke kantor Daddy Tin?" kata sang Daddy di meja makannya

__ADS_1


"Sebentar lagi Dad!"


"Sudah Daddy katakan! belajarlah mulai sekarang! kamu tau kan Daddy sudah tua dan lelah"


"Dad... masih ada Om Hendra!"


"Daddy butuh kepastian!"


"Cckck....kayak pacaran aja! setelah ulang tahunku yang ke 23 Dad, aku akan ke kantor!"


Begitulah Marvel yang terus mendesak sang anak untuk mulai belajar menjadi wakil Ceo sebelum menganti kan dirinya, jika masa muda dulu dia bisa mengandalkan Marcel sepupunya sekarang sudah tidak bisa lagi, karena Marcel sudah mempunyai perusahaan sendiri yang bergerak di bidang lain. kedudukan Ceo kosong setelah beberapa tahun lalu temannya dari luar negeri yang membantu nya harus kembali ke negaranya, sedangkan Hendra bersikeras tidak mau menduduki posisi itu karena merasa nyaman dengan status nya sebagai asisten Ceo, karena jika Marvel pensiun dia juga akan menghabis kan waktunya di rumah bersama istri dan juga papa Alex, papa angkat Renata sang keponakan yang sekarang sudah di anggap sebagai papanya sendiri, papa Alex seorang diri, karena mama sofia menghembuskan nafasnya beberapa hari setelah kelahiran anak Renata yang ke dua karena penyakitnya.


Di butik Renata yang di antar oleh Martin memasuki ruangan nya, semua orang menunduk hormat, Renata kembali menjadi wanita karir setelah anak-anaknya menginjak dewasa dan tentunya dengan merayu si Mr. galak suaminya itu. Hari ini Martin ada kuliah siang jadi dia mengikuti sang mommy ke butik, dia bersantai ria dengan majalah fashion di tangan nya. Keadaan butik masih sepi karena memang baru setengah jam lalu buka, dan tiba-tiba Martin di kaget kan dengan seorang gadis yang mendatangi nya.


"Eh....babang bule! apa kabar? nyari aku ya? iihhh emang aku tuh gemesin? sini bang ponselnya! aku kasih no telepon aku bang... besok-besok hubungi aku ya babang bule ganteng! sekarang aku harus kerja dulu soalnya aku tuh pegawai baru!"


Dengan seenaknya Rissa mengambil ponsel Martin yang ada di atas meja dan memasukkan no ponselnya ke hp Martin, dengan memberi nama yang alay di ponsel Martin. -ayang beb Rissa-.


"Ini babang bule cayang! bentar ya telpon aku dulu.....waahhh nyambung!...okey deh babang bule sebaiknya babang bule pergi dulu ya..ntar aku telpon!" ucap Rissa sambil ber lalu dari hadapan Martin.


Rissa benar-benar membuat Martin senang, di mata Rissa, Rissa berpikir kalo dia dapat gebetan bule, tapi bagi Martin dia seperti mendapat mainan baru! makanya dia hanya diam saja ketika Rissa berbicara ngalor- ngidul tak karuan, Rissa tak berpikir panjang siapakah orang yang telah dia ganggu, semua pegawai takut pada Martin namun Rissa yang tak tau apa-apa tentang Martin, malah menjadikannya idola baru sepertinya mulai hari ini hidup Rissa tak akan se damai hari-hari sebelumnya dan selamat berjuang Rissa.


"Baguslah... setelah ini mari kita bermain-main Rissa!"


Kata Martin sambil membaca nama di ponselnya dan berlalu pergi dari Butik tersebut serta mengirimkan pesan ke sang mama kalo dia sudah ke kampus terlebih dahulu.

__ADS_1


Dengan seringai di bibirnya Martin mulai menyusun ide-ide gila untuk memainkan boneka barunya.


bersambung


__ADS_2