Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
Season 2 Martin Martinez


__ADS_3


Selamat sekali lagi bagi yang merayakan.... yang jauh gak bisa mudik..jangan sedih....kita samaan!


Othor udah dua tahun gak mudik😂😂🤭 ( idih curhat )


Kita pilih-pilih Novel di Noveltoon, ganti baju bagus...duduk manis di ruang tamu dengan secangkir kopi ( othor gak bisa lepas dari kopi apalagi secangkir kopi dari para readers 🤭🤭 ) dan hp di tangan kiri....baca novel pilihan para readers di aplikasi kesayangan kita aja ya.


sekali lagi selamat hari raya...


************


Rissa tertidur dengan memunggungi Martin, dia kesal setengah mati karena dengan tak tau dirinya si bule galak itu menggempurnya dengan 3 kali permainan, dengan durasi yang cukup membuat perih dan sakit di kolam surga milik Rissa.Martin yang memang belum tertidur memeluk Rissa dari belakang dengan senyuman kemenangan nya.


"Kalo nikah seenak ini, kenapa gak dari dulu aja hehehehe!" kata Martin yang langsung terdiam,karena merasa ketularan keabsrudan yang istri. Martin menciumi tengkuk belakang sang istri, Rissa yang sudah terlelap karena kecapekan hanya mengeliat dan berbalik ke arah Martin, dia malah-? menenggelamkan wajahnya ke leher sang suami dan tanpa sadar mengesek-gesekkan hidungnya di sana.


"Ohh shit!!" umpat Martin merasakan si junior bereaksi lagi karena ulah sang istri, namun beberapa ronde permainan sudah mereka lewati, Martin merasa kasihan kalo harus mengulang kembali, Akhirnya dia memilih menahannya dan berusaha untuk memejamkan mata.


💝💝💝💝💝💝


"Kamu gak usah pergi kerja hari ini! kita jadi ke dokter hari ini! kan kemarin gak ketemu!" kata Randy yang pagi-pagi mengetuk kamar Agnes.


"Gak malam sekalian? kamu kan harus kerja Ran! aku pulang sore kok!" ucap Agnes


"Bisa tidak kamu berhenti kerja aja!" kata Randy,kini mereka sudah ada di meja makan walau tak ada sarapan pagi.


"Ran, aku harus kerja! gimana aku bisa makan kalo gak kerja!" jawab Agnes


"Mulai hari ini aku bakalan ngasih kamu uang nafkah yang memang seharusnya kamu dapatkan!"


"Makasih Ran, tapi biar bagaimanapun aku gak bisa nyusahin kamu terus, suatu saat kalo kita pisah aku gak mungkin kan kalo gak kerja!" kata Agnes dan Randy hanya diam saja.


"Carilah wanita yang kamu cintai dan mencintai kamu Ran, saat itu aku siap kamu lepaskan! lupakan Rissa,dia sudah menikah"


Randy terlihat kaget karena baru mengetahui bahwa Rissa sudah menikah. Agnes yang tau keterkejutan Randy merasa itu wajar karena setau Agnes Randy memang sangat mencintai Rissa.


"Jangan seperti aku Ran, yang menjadi penghancur hubungan antara kamu dan Rissa, jadi lupakan dia, dia sudah menikah dengan pacarnya yang pernah kita temui dulu!"

__ADS_1


"Tapi....tapi bisakah kau jangan melepaskan aku dulu? paling tidak sebelum kamu mendapatkan kekasih baru Ran! aku....aku belum siap sendirian Ran! jadi....jangan lepaskan aku dulu!! boleh kan?"


Randy tak menjawab pertanyaan Agnes, karena merasa tak mendapat jawaban, akhirnya Agnes meneruskan perkataannya.


"Baiklah pergilah, nanti aku akan datang ke rumah sakit kamu sepulang kerja!"


Entah mengapa Randy hanya diam saja, dan berlalu dari meja makan, mengambil kunci mobil dan berlalu dari apartemen itu. Agnes tau mungkin dia merasa kecewa karena Rissa sudah menikah.


"Heeeh...." Agnes menghela nafasnya.


"Boleh tidak Ris aku iri sama kamu! banyak banget yang cinta dan sayang sama kamu! apa aku harus menjadi gadis yang lebih baik lagi?" ucap Agnes menerawang dengan angan-angannya sendiri.


Agnes bersiap bekerja, sesampainya di sana dia mulai membuka mini market dan diluar ada seorang yang menunggu.


"Maaf kami baru buka!" kata Agnes.


"ehmmm apa ini Minimarket bu Yuni?" tanya orang tersebut


"Ya.. benar!anda cari siapa?"


"Aku Arlan, kerabat Bu Yuni yang mengurusi tempat ini sekarang, bukannya Tante Yuni sudah mengatakannya?" katan Arlan menjelaskan.


"Iya aku Arlan, Ar.. panggil Ar aja!"


Setelah mengantar Arlan berkeliling minimarket, mereka akhirnya berada di kasir bersama. melayani pelanggan bersama sesekali berbincang, saat Lia datang Agnes segera pamit pergi ke rumah sakit Randy, dia memilih naik angkot yang satu jurusan ke sana walaupun memakan waktu setengah jam lebih.Sesampainya di rumah sakit.


"Permisi sus, bisa bertemu dengan dokter Randy?" tanya Agnes.


"Sudah buat janji nona?"


"Sudah!"


"Baiklah mari saya antar!"


Suster tersebut mengantar Agnes ke ruangan Randy, sayang suster di depan mengatakan kalo tuan Randy sedang ada tamu.


"Maaf nona sebaiknya anda menunggu, di dalam dokter Randy masih ada tamu"

__ADS_1


"Okey, aku tunggu saja di sini!" kata Agnes yang berada di kursi panjang rumah sakit di depan ruangan Randy.


Agnes menunggu cukup lama, bahkan jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan satu jam dia menunggu Randy, karena capek dan mengantuk Agnes tertidur di kursi tersebut. Dua jam telah berlalu, ternyata tanpa sepengetahuan suster nya, Randy keluar bersama dokter Sifa teman sesama dokternya. Mereka sedang makan malam di kantin khusus dokter di sana, bukan hanya Randy dan dokter Sifa saja tapi juga ada beberapa teman dokter yang makan bersama, melingkar di meja.


"Lhoo dokter Randy?" sapa seorang suster.


"Ada apa sus?"


"Tadi sore ada seorang wanita yang mencari Anda, katanya sudah ada janji! ternyata dokter ada disini?"


"Dimana dia?"


"Didepan ruangan dokter! dia....."


Belum juga si suster meneruskan kata-katanya, Randy sudah berlari ke arah ruangan miliknya, sesampainya disana dia melihat Agnes tidur meringkuk di kursi panjang di depan ruangan nya, Randy memukul pelan kepalanya sendiri, sore tadi harusnya dia janjian dengan Agnes untuk ketemu dokter Dinar. Randy melihat Agnes dengan seksama.


"Seperti apa kehidupan yang kamu jalani nes! seperti apa!" ucap Randy yang jongkok disampaikannya.


"Nes...bangun!"


Sekali panggil Agnes terbangun dan langsung terduduk, Randy kaget.


"Maaf Ran! aku ketiduran ya..maaf ya!"


"Tidak apa Nes, maaf aku hampir lupa!"


"ah tidak apa-apa! ayoo!"


Mereka akhirnya ketemu dengan dokter Dinar, dokter Dinar melakukan sesi terapi dengan mengunakan metode hipnoterapi,di bawah alam sadarnya Agnes bisa menceritakan semuanya, segala sesuatu yang ada di dalam hatinya.


"Hiks....hiks.....ampun maa....hiks.... Agnes nurut kok! jangan ma....sakit! hiks...hiks....!" ucap Agnes di bawah kendali dokter Dinar, dokter Dinar memandang Randy dan melihat Randy mengepalkan tangannya,geram dengan tindakan mama tiri Agnes. akhirnya dokter Dinar membiarkan Agnes tertidur lelap dengan nyaman dan berbicara dengan Randy.


"Gimana kak?" tanya Randy, dokter tersebut tak lain adalah kerabat Randy sendiri.


"Trauma yang cukup lama Ran, dan sayangnya dia mengendalikan dirinya sendiri, aku hampir tak percaya dia bisa terlihat baik-baik saja tanpa terlihat gejala depresi nya! padahal Ran, dia sudah berada di ambang batas Gila!...ya Ran lama-lama tanpa penanganan dan sedikit saja pemicu dia akan benar-benar Gila Ran!!"


Randy terdiam, dia benar-benar binggung harus bagaimana.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2