Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
Season 2 Martin Martinez


__ADS_3

"Berhenti!!! aku melarang mu pergi!!" kata Randy dengan datar dan dingin.


"Eh Ran!! kenapa?" jawab Agnes dengan polosnya.


"Kau mau pergi menemui lelaki lain? padahal jelas suami mu ada di rumah sendiri?"


tanya Randy dengan geram, kalau tak mengingat bahwa Agnes baru saja sembuh dari trauma dan depresi nya,ingin sekali Randy meluapkan kekesalannya pada Agnes. Bagaimana mungkin tanpa perasaan Agnes pamit menemui Lelaki lain selain suaminya,pikir Randy.


"Eh bukan begitu Ran! maaf tapi aku sudah janji sama dia, kasihan kalau dia menunggu ku!" ucap Agnes


drt....drt....drt..... Randy melirik nama yang tertera di layar ponsel Agnes, dengan cepat Randy mengambil paksa ponsel yang ada di tangan Agnes, mengangkat panggilan telepon dan menyalakan loudspeaker.


"Haloo Nes, kamu sudah berangkat? Tiba-tiba tanteku telepon,jadi pertemuan kita di ulang besok saja ya?!" kata Arlan.


"Ya...dan jangan berharap kau bisa bertemu dengan istriku lain kali!!! jangan menganggu rumah tangga orang lain!!"


ucap Randy penuh emosi,dan tanpa menunggu jawaban dari Arlan Randy menutup panggilan telepon nya.


"Kenapa kau bicara seperti Ran! jangan bicara seperti itu!" ucap Agnes sambil menundukkan kepalanya.


"Dia temanku, bagaimana kalau semua temanku menjauhiku? aku tidak bisa punya teman lagi Ran!" lanjutnya.


greepp.......


Randy tiba-tiba saja memeluk Agnes dari belakang, dia meletakkan dagunya di bahu istrinya itu, beruntung tinggi badan mereka tak terlampau jauh,jadi Randy dengan nyaman memeluk Agnes dan meletakkan dagunya disana.Hal ini membuat Agnes terpaku, dia hanya diam mendapatkan perlakuan seperti itu dari Randy, lelaki yang sangat dia cintai,namun dia sudah mengikhlaskan perasaannya sejak lama.


"Ran.." panggil Agnes.


Bukannya menjawab Randy semakin mengeratkan pelukannya, entah apa yang ada di pikirannya sekarang ini! Hati Randy merasa di ombang-ambing kan perasaannya sendiri.Jujur saja! ketulusan hati Agnes mampu menembus dinding keangkuhan dan dinding kebencian di hati Randy.


Apa Randy mulai mencintai Agnes? jawaban nya tidak! setidaknya itulah yang di yakini hati Randy saat ini.


"Randy...apa kau sedang menjalin hubungan dengan dokter Sifa?" tanya Agnes, yang Agnes tau dokter Sifa begitu dekat dengan Randy dan keluarganya dan mengalihkan kecanggungan yang di alami nya,karena jujur saja ini adalah kali pertama Randy memeluk nya seperti saat ini.

__ADS_1


"Apa kalian sedang berpacaran?"


Karena tak mendapatkan jawaban, Agnes berkata-kata sendiri berharap Randy mendengarkan semua ucapannya.


"dokter Syifa adalah dokter yang baik Ran,dia sangat cantik anggun Dan lemah lembut! sungguh wanita yang sangat sempurna!"


"pantes aja Mama,Kakek,Ayah dan kamu sendiri saat menyayanginya,dia wanita sempurna!"


Agnes melepaskan pelukan Randy dari pinggangnya dan mendorong pelan Randy duduk di tepi ranjang kemudian Agnes duduk berjongkok di depan Randy memandang wajah Randy sambil tersenyum.


"Sudah saatnya kamu lepaskan aku Ran! aku sudah sembuh dan kakek juga sudah memenuhi kewajibannya untuk memenuhi janjinya pada mamaku! saatnya kau melepaskan aku dan hidup bahagia dengan orang yang kau cintai Ran!"


kata Agnes sambil memegang tangan Randy erat.


Berat? ya berat sekali meninggalkan Randy, meninggalkan keluarga ini! karena disinilah agnes mendapatkan semua kasih sayang yang belum pernah di dapatkan sebelumnya.namun Agnes tak boleh egois! dia harus melepaskan apa yang tak seharusnya menjadi miliknya.


#########


"Bang!! bisa gak sih tangannya di kondisikan!! aku jalannya susah nih!!"


ucap Rissa sambil memasang senyum palsunya karena sebenarnya dia sangat geram dengan gaya posesif sang suami.


"Emang berapa ronde sampai susah jalannya!!" saut Martin


'Oh Tuhan!! aku milih babang galak ku daripada babang mesum ini!! kemana perginya sifat arrogan anda Tuan!!!' teriak Rissa dalam hati sambil menatap tajam sang suami.


"Turunkan pandangan matamu sayang! kau persis seperti Daddy mertua mu!! jutek!!!" ucap Martin dan lagi-lagi dia mencium pipi sang istri tanpa permisi.


"Aku lapar! lepaskan aku!!"


pinta Rissa, Martin hanya diam saja sambil terus menempel pada sang istri,entah mengapa gadis desa itu bisa berubah begitu cantik dan anggun dalam beberapa bulan saja, Martin tidak terlalu menyukai perubahan Rissa, dia masih ingin berhadapan dengan gadis desanya itu, untung saja sifat gesrek Rissa tak pernah hilang dari dirinya,namun Risa sekarang bisa mengendalikan dan menempatkan diri,dimana dia menekan kegesrekannnya dan di mana dia harus bersikap anggun, itulah ajaran sang mertua siapa lagi kalau bukan nyonya Renata.


"Lepaskan!! atau aku akan benar-benar tidur dengan Oma selama satu bulan!!"

__ADS_1


ancaman yang selalu membuat Martin diam!! ya..hanya Rissa yang bisa meluluhkan hati Mariana sang Oma, dan dengan tidur bersama Oma otomatis jatah mantaf-mantaf nya akan hilang.


"beraninya kau mengancamku Rissa!!'' mode galak Martin kembali seketika.


"Jangan galak-galak!! melihat mu galak begini, rasanya aku ingin mendesah di bawah tubuhmu!!"


bisik Rissa dengan manja, membuat Martin melotot seketika dan mengepalkan tangannya. Sungguh ini godaan yang cukup berat baginya, Rissa selalu punya cara untuk membuatnya kalah telak!!.Melihat tangan suaminya yang terkepal Rissa meninggalkan Martin dengan senyum kemenangan, dia mulai memilih makanan kesukaan nya, dengan melihat makanan segini banyaknya jiwa missquennya kembali meronta-ronta.


"Mari kita hancurkan Ris!!" bisik seseorang di samping kirinya.


"Lia???" pekik Rissa pelan, dia berbinar mendapatkan teman yang selevel dengannya saat ini.


"Hai....!" Agnes juga tiba-tiba di samping kanannya.


"waahh sempurna!!! kalian partner yang the best!!! ayo kita habiskan apa yang ada di depan kita!!!'' ucap Rissa yang sudah tidak mempedulikan keanggunan lagi.


Sekarang ketiga wanita itu berada di meja dengan berbagai makanan bersama 3 lelaki yang entah mengapa aura nya sangat dingin. Martin yang sesekali menatap tajam Randy, sedangkan Randy malah menatap tajam Arlan!! dan bagaimana Arlan? Lelaki itu cuek saja, dia hanya beberapa kali memegang tengkuk nya yang tiba-tiba meremang!.


" Mau makan Ran?" tawar Agnes pada Randy


"tidak! makanlah!" ucap Randy lembut sambil mengelus rambut Agnes.


"Ar, aku ambilkan ya?" kata Lia


"Tidak usah, Lia..nanti aku ambil sendiri kalau lapar!" ucap Arlan tak kalah lembut.


"Abang mau Rissa suapin?"


"Makanlah!! isi tenaga mu sayang!! karena malam ini kita akan bertempur dengan gaya baru!!" ucap Martin dengan vulgar.


Membuat kedua perawan di depan mereka terbatuk-batuk, Randy menatap tajam Martin sambil mengelus punggung Agnes, sedangkan Arlan memberikan minum pada Lia sambil geleng-geleng kepala.Rissa? dia ingin menengelamkan dirinya ke kolam hotel saja rasanya!!.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2