
"Lex.....dia kembali lagi Lex"
nyonya Mariana terlihat lemah,tak setegar dan se arogan biasanya,Ya Mariana wanita yang lemah lembut itu berubah seiring bertambahnya usia, kematian Martin anak sulungnya masih bisa dia terima karena Martin sejatinya memang sakit jantung, apalagi dengan insiden perebutan donor jantung antara dia dan teman masa kecilnya dulu.setelah kematian Martin, Johannes sang kakek mulai sakit-sakitan dan pada akhirnya menghembuskan nafasnya akibat penyakit yang di deritanya, beberapa tahun kemudian sang suami juga meninggalkan dirinya sendiri, meninggalkan kerajaan bisnis keluarga Martinez, meninggalkan Marvel anak bungsu mereka.
Mariana kala itu berubah menjadi sosok yang tegas dan kejam pada orang-orang yang mencoba menyakiti keluarga nya terutama anak semata wayangnya Marvel, satu tahun kemudian Mariana kedatangan Marcel anak angkat dari sepupu Daniel suaminya yang meninggal karena sakit, akhirnya Marcel diasuh oleh Mariana dan karena Marcel anak angkat dari sepupu Daniel hingga Marcel tak pernah menjadi sasaran musuh-musuh keluarga Martinez karena didalam tubuh Marcel tak mengalir darah Martinez, Marcel tau itu dan Mariana tak pernah membedakan Marvel dan Marcel.
"Cari dia Lex,aku harus bicara padanya!sudah saatnya aku menghentikan semua ini Lex... Ray harus dihentikan!!"
"Baik nyonya"
Karena tujuannya pasti yaitu Naraya, orang yang sangat memusuhi keluarga Martinez Alex mulai mengerakkan anak buahnya sendiri, orang-orang yang bekerja untuk nya pribadi bukan bekerja pada keluarga Martinez,jadi mereka sepenuhnya di bawa kekuasaan Alex.
Kembali dirumah singgah, setelah membiarkan Maya menyesali perbuatannya sendiri, kini Marvel dan Hendra bersiap untuk pergi, Marvel dan Hendra memang sengaja tak membawa serta Marcel,karena bisa dipastikan Maya hancur babak belur di hajar Marcel, karena Marcel tak akan perduli pada siapapun ketika orang yang di sayanginya tersakiti.
"Bang... biarkan aku membawa Maya kembali ya?"
minta Rena, sontak saja dia mendapat tatapan tajam suaminya.
"Bukan begitu bang, Maya sudah menyesali atas perbuatannya, biarkan dia bekerja lagi di butik ya..hemmm?"
Rayu Rena dengan duduk sangat dekat dengan Marvel tidak memperdulikan bahwa Hendra dan Davin masih berada satu ruangan dengan mereka,tangan Rena malah sudah lancang bermain-main dengan kancing kemeja Marvel sesekali memainkan jarinya di dada Marvel, Hendra dan Davin yang tau betul dengan ekspresi wajah Marvel yang mulai terpancing seketika tersenyum penuh arti.
"Lanjutkan saja...ini kamar tamu dan tentunya kedap suara hahhahahahaa..!!"
ucap Davin yang tau persis apa yang diinginkan Marvel sahabatnya.
"aku akan kembali ke kantor,biar sopir yang akan mengantar kalian pulang"
ucap Hendra mengikuti di belakang Davin.
__ADS_1
Rena hanya diam saja yang tak menyadari perbuatannya,dia hanya berusaha merayu Marvel agar mengijinkan Maya kembali ke butik.
"Kamu mau maya kembali ke butik dan aku melepaskan hukuman nya?"
tanya Marvel, Rena menganguk dengan sangat cepat.
"Baik kunci pintu itu dulu,nanti aku kasih tau bagaimana caranya"
Rena yang tak menyadari senyum licik suaminya hanya bisa menuruti keinginan Marvel,dia benar-benar tak tau bahwa Singa buas itu telah menantikan nya dan siap menyantap Rena.
"Sudah bang!"
"Sini..."
setelah Rena mendekati Marvel, kemudian Marvel membisikkan kata yang bener-bener membuat Rena geram dan kesal bukan main.
bisik Marvel ditelinga Rena.
"Abang!!! abang keterlaluan!! apa acara memperk*sa abang semalam kurang cukup?!!!"
"Kamu yang pertama mengodaku!cepat.... sebelum aku bertindak!!"
"Abaaaaang!!!"
######
"Tuan Davin, bolehkah aku tinggal disini?"
ucap Maya takut-takut, ya setelah pertempuran panjang Marvel dan Rena akhirnya Marvel melepaskan Maya,dia sudah berjanji pada papa Alex mertuanya akan memutuskan rantai dendam orang-orang pada keluarganya,salah satunya dengan memaafkan Maya dan memberi dia kesempatan kedua.
__ADS_1
"May... kenapa kamu gak kembali saja ke kostan dan kerja di butik mama,mama gak merasa keberatan kok may!"
"Gak na,biarin aku disini saja, memulai hidup baru aku na,aku belum bisa memaafkan diriku bila terus bertemu dengan mu, rasa bersalah ku masih sangat besar hiks...hiks..."
Maya terlihat sangat menyesali perbuatannya,dan dia bersikukuh tak mau kembali ke butik lagi.
"Saya akan memasak,mencuci dan membersihkan rumah ini tuan Davin,tolong ijinkan saya tinggal disini,saya bersedia menjadi pembantu disini...saya belum berani pulang ke kampung dulu"
kata Maya lagi sambil menundukkan kepalanya.
"Saya tidak keberatan,disini ada hampir 20 pemuda,apa kau tidak apa-apa? tapi tenang mereka pada dasarnya baik,kalo kau bener-bener mau tinggal disini, baiklah aku akan meminta anak-anak untuk menyiapkan kamar untuk mu,dan kamu yang akan membantu mereka memasak dan bersih-bersih rumah"
"terimakasih tuan Davin"
ucap maya dengan wajah berbinar-binar.
"Ayo kita pulang!"
ajak Marvel sambil memeluk Rena dari belakang,hingga tubuh Rena yang kecil tenggelam di dalam dekapannya.
"Iya Tuan muda,tapi lepasin aku!"
ucap Rena sambil meronta-ronta, Davin hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat siapa Marvel sekarang,lelaki yang tak tersentuh wanita dulu, nyatanya gini bucin sama Rena.
'Terimakasih telah membawa aku ke jalan yang lebih baik na,aku janji...akan berusaha menjadi teman yang baik buat kamu'
batin Maya sambil memandang Rena yang di dekap posesif sang suami
bersambung...
__ADS_1