
Pagi hari di meja makan, Marvel duduk sendiri tanpa ditemani Rena....tatapan tajam daei Hendra membuat Marvel menyinggungkan bibirnya sedikit,dia sangat tau kekesalan Hendra,paman sekaligus sekertaris pribadinya.
Marvel tau kalo Hendra memandang tajam padanya berarti dia dalam mode 'paman rena'.
"Bibi sisca....bawakan sarapam ke atas ya, Rena masih tidur" perintah Marvel pada kepala pelayan itu.
"kau ini bener-bener tak bisa menahannya dulu apa! kasihan keponakan ku itu!!" kali ini Hendra yang berkata ketus,dia bisa membayangkan apa yang dilakukan Marvel pada Rena, hingga pagi ini Rena bahkan tak bisa bangun untuk sarapan.
Ya sejak identitas Hendra terkuak,nyonya Mariana menginginkan Hendra tinggal di rumah besar juga,namun Hendra menolak tapi demi menghormati nyonya besar sesekali dia menginap di sana,karena itu Hendra sekarang punya kamar pribadi yang dia tempati jika ada di rumah besar.
"Apa??" tanya Marvel
dengan lagak polosnya.
Maya terdiam di kursi nya sambil memakan pelan makanan yang ada di piringnya,dia bener-bener merasa canggung tanpa Rena disana.
"dimana Marcel?" nyonya Mariana membuka suara.
"tuan muda Marcel sudah berangkat nyonya...dia ada meeting pagi ini" jawab bibi Sisca.
"Dan kamu.... bagaimana apa sudah siap untuk bekerja?"
"si..... siap nyonya" jawab maya terbata-bata.
semalam saat makan malam,nyonya Mariana banyak mengucapkan terimakasih pada Maya, menanyakan pendidikan terakhir Maya atau sekedar keahlian gadis itu.
Diketahui bahwa Maya tak pernah mengenyam bangku kuliah,membuat Hendra mempunyai ide untuk memperkerjakan Maya di salah satu butik milik nyonya Mariana.
kalopun dimasukkan ke perusahaan takutnya Maya akan susah menguasai pekerjaan nya.
"hen..setelah kamu antar Marvel urus Maya dulu" perintah nyonya besar.
"baik nyonya"
bersamaan dengan selesainya sarapan mereka, asisten Alex datang,dia datang dengan mata berbinar berharap bisa bertemu dengan anak gadisnya.
"pagi nyonya...tuan muda"...sapa asisten Alex sambil melirik mencari keberadaan putrinya.
Marvel yang tau akan gelagat sang mertua akhirnya angkat bicara.
"nanti malam akan aku ajak kesana pa...kami akan menginap"
"benarkah?? terimakasih tuan muda" ucap asisten Alex sambil membungkuk.
__ADS_1
Maya merasa binggung dengan keadaan yang tak dimengerti nya,'dia panggil pa...tapi kok bapak tua itu memanggil tuan muda dan bahkan membungkuk hormat?' batin Maya heran.
akhirnya nyonya Mariana dan asisten Alex pergi terlebih dahulu,dan disusul oleh Marvel.
sebelum keluar dari pintu utama, Maya sudah memanggil nya.
"tuan....." panggil Maya,dia yang tau bahwa suami Nana bukan orang sembarang merasa canggung tak seperti saat mereka baru pertama bertemu.
"ada apa??"
" bolehkah aku menemui nana dikamar?"
"boleh temani dia" jawab Marvel dan disambut senyum cerah Maya
"terimakasih tuan"
"jangan lupa siap-siap,jam 11 saya akan jemput kamu untuk liat tempat kerja kamu yang baru" kalo ini Hendra yang buka suara.
"baiklah...."
Setelah mereka berlalu, Maya melesat menuju kamar Rena.
di tangga dia bertemu dengan bibi sisca..
bibi sisca terlihat ragu-ragu.
"aku sudah ijin pada tuan Marvel sebelum dia. berangkat tadi"
"baiklah mari saya antar"
' huh....apa betah ya Nana tinggal disini, muka semua penghuninya datar semua' batin Maya.
"silahkan ini kamar nona Rena"
bibi sisca meninggalkan maya sendiri kemudian Maya membuka kamar itu, melihat kamar yang ditempati Rena, Maya takjub bahkan lupa tujuan nya untuk membangunkan Rena.beberapa saat kemudian Maya tersadar dari lamunannya dan melihat di ranjang king size di mana Rena tidur.
"eh tukang tidur!! bangun!!
"iiihhh bang....aku masih ngantuk"
"eh kebo!!!!ini Maya!! mau disiram air?"
Maya memang sering menyiram Rena air kalo susah dibangunin, begitulah Rena kalo sudah tidurnya susah bangun.
__ADS_1
akhirnya Maya menarik paksa selimut yang dipakai Rena,kalo mau menyiram Rena demgan air dia takut suami Rena akan marah karena jelas ranjang mereka akan basah.
Melihat bagian atas Rena yang polos, Maya kaget.
"ehh busettt!!! kamu abis ngapain na???"
"eh maya... hehehheehe" Rena mendadak bangun sambil nyengir kuda,karena kaget ada yang menarik selimutnya.
"suami aku itu gila may!!"
"hah?? maksud kamu?"
"suamiku kan gak bisa senyum tuh..."
"emang!!kok bisa ya kamu nikah ama manekin baju!?!!"
"huush... dengerin dulu!...."
"iya...iya....ok cerita lagi" Maya mulai antusias.
memang Maya lah yang selama ini ikut andil dalam perubahan sifat Rena yang hilang ingatan, teman reseknya itu yang selama ini mengajak Rena jahil pada anak-anak atau bahkan teman seumuran dia.
"semalam tuh aku godain dia,kayak mbak putri tuh yang bikin bang Edo gak marah lagi,inget gak?..waktu kita ngumpet terus mergokin mereka ciuman?"
maya mengangguk sambil mengingat masa-masa dimana dia dan nana usil sama bang Edo dan mbak putri.
"terus...??"
"terus.... suamiku itu malah gak senyum sama sekali, aku yakin bang Edo cuma pura-pura aja waktu itu!trik itu aku pake ke bang marvel gagal!"
"eh...b3go!!!! bukannya gak berhasil! malah kebablasan bocaaahhhh!!!
aduuuhhh gini deh nasibnya punya temen polos amat!! aku yakin kamu yang dulu pasti istri agresif! liat aja buktinya baru pertama pulang aja, semalaman dan tadi pagi bahkan kamu gak turun"
"hehehehe.... suamiku gila may, dia itu bikin aku...."
"stop na!!!jangan di terusin" potong Maya.
"telinga aku masih suci buat dengerin cerita ***-*** kamu!" lanjut maya seakan tahu apa yang akan di ceritakan Rena.
'Ya kali kamu ceritain na,....bisa pengen aku...ups..hihihihi' batin Maya sambil cengigisan sendiri.
bersambung....
__ADS_1