Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
Season 2 Martin Martinez


__ADS_3

Agnes masih menahan tangisnya, dia binggung harus bagaimana, rasanya dia ingin mati saja dan bahkan itu sudah berulang kali ada di otaknya, namun rasa takut nyatanya masih menolongnya untuk tidak berbuat nekad.


Akhirnya Agnes memutuskan untuk menata bajunya di lemari saja dan ijin pada Randy untuk keluar rumah.


"Lain kali tidak perlu ijin! karena aku tak akan melakukan hal yang sama!" kata Randy dan berlalu ke kamarnya.


Agnes hanya tersenyum kecil dan melangkah kakinya keluar apartemen.


"Masih ada lowongan?" kata Agnes di sebuah mini market.


"Ada sih tapi sip malam aja!"


"Aku memang butuh sip malam aja, kalo siang aku tidak bisa!"


"Baiklah kerjanya dari jam 4 sore sampai jam 11 malam, mau?" kata si pemilik mini market


"Mau bu!"


"Bu Yuni! panggil Bu Yuni dan itu penjaga kalo pagi namanya Lia!"


"Hai aku Lia!" kata Lia menyodorkan tangan nya.


"Agnes!"


Akhirnya Agnes bekerja di sana, mini market yang tak jauh dari apartemen milik Randy hingga kalo pulangpun dia masih bisa jalan kaki, dan ini adalah hari pertama Agnes bekerja,karena baru pertama Lia diminta untuk mengajari Agnes dan dengan cepat Agnes belajar. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Bu Yuni mengatakan kalo dia tutup lebih awal karena memang Agnes orang baru, dia merasa masih kasihan. Agnes senang dan berjalan ke arah apartemen nya, sekilas dia melihat mobil Randy keluar dari apartemen, dia berlari berniat untuk menghentikan mobil tersebut karena dia tak tau kode dari apartemen Randy,dan sampai lah dia di depan pintu apartemen Randy, beberapa kali Agnes menelpon namun tak di angkat.


"Trus masuknya gimana?" gumam Agnes.

__ADS_1


"Nasib - nasib tidur dilantai deh aku!" ucapnya lagi karena merasa ngantuk dia duduk dan bersandar di tembok samping pintu apartemennya.


***********


"Permisi......!" ucap seseorang


"Ya....!" tanya ibu dan seketika berbinar melihat siapa yang menyapanya.


"Waahhh mantu idaman!!" celetuk nya ketika melihat tiga lelaki dengan wajah yang aduhai, membuat ibu Rissa khilaf seketika.


"Ini dewa datang dari mana ya....aduuhai gantengnya!!" pekik ibu Rissa yaitu Bu Diana. yang mana membuat Rissa dan Ridwan yang main jambak-jambak an berhenti seketika dengan rambut yang sudah seperti singa.Rissa melotot dengan sangat bulat dan hampir saja copot dari tempatnya.


"Sayang......" panggil Martin, ya ketiga bule tersebut adalah Martin, Aldrich dan Anzel.


"A-abang!!" pekik Rissa dan seketika menutup mulutnya.


"Sayang!!.....aku kangen banget sama kamu!! kalo marah jangan lama-lama dong yank!" drama Martin di mulai, dia hendak memberikan Rissa pelajaran.dia berjalan masuk ke dalam toko dan memeluk Rissa dengan tenangnya, Ridwan mundur seketika.


"Kamu siapa?" kata Ridwan bertanya


"Martin, aku adalah pacar Rissa! kamu?" tanya Martin.bukannya menjawab Ridwan malah berjalan ke arah sang ibu.


"Bu gak salah nih!! itu bule pacar kak Rissa!!!" ucap Ridwan girang.Akhirnya Rissa membawa ke tiga bule itu ke rumahnya.


"Darimana abang tau aku tinggal di sini!" tanya Rissa


"Pacarnya Al!"

__ADS_1


" kok bisa?" tanya Rissa penasaran


"Naura!" jawab Al


"Ohh jangan-jangan kamu bule pemaksa yang sering di ceritakan oleh Naura ya!!??? ciihh benar-benar dunia ini kecil!!"


Beberapa saat kemudian ayah Rissa datang dan mereka berbicara di ruang tamu.


"Jadi nak Martin ini pacaran sama Rissa?" tanya sang ayah


"Bukan yah!!" sanggah Rissa.


"Iya pak!! dia sedang marah sama saya pak!! karena kita baru saja melakukan ehhmmmm hal seperti itulah pak!!! sebelum dia pulang meninggalkan saya, maaf saya khilaf!" ucap Martin dan tertunduk seakan menyesali perbuatan nya,yang hanya khayalan nya saja.


Al dan Anzel yang tak tau rencana Martin melotot dengan mulutnya yang terbuka.


"Apa??" teriak ayah dan Rissa bersamaan.


"Rissa!!!!" bentak ayahnya...


"Ayah itu gak benar ayah!! itu...abang!! kenapa abang bilang seperti itu!!!???" abang.....aduuuhhh!!"


Senyum licik terlihat di bibir Martin.Martin sengaja mengatakan itu agar Rissa di marahi oleh sang ayah,namun pemikiran sang ayah tak sesederhana pemikiran Martin.


"Hari ini juga kalian harus menikah!!" ucap ayah Rissa tegas.


"Apa???!!!'' kali ini bukan hanya Martin dan Rissa yang berteriak tapi Al dan Anzel ikutan, Martin terlihat berwajah panik, dengan Aldrich membuang nafas pelan, dan Anzel menepok jidatnya sendiri sambil berkata

__ADS_1


"Senjata makan tuan!!" gumamnya.


bersambung


__ADS_2