Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
36


__ADS_3

Pagi itu Marvel bangun lebih dulu,dia hari ini berniat untuk kembali membawa Rena ke rumah papa Mengingat mama sofia rasanya belum puas hanya bercengkrama dengan Rena sesaat.


"Re...bangun!.....ree...." Marvel mencoba membangunkan Rena.


"uhhhh bentar bang......masih ngantuk...."


"cepat bangun re....ayoo"


"lemes bang....."


"Mau ikut ke papa Alex?"


seketika Rena bangun dari tidurnya, walaupun ingatannya belum kembali namun ketika mendengar nama papa Alex atau mama sofia sinyal dalam diri Rena langsung menyala.


"ikut bang.....aku mandi dulu"


ucap Rena sambil mencium pipi Marvel sekilas kemudian melesat masuk ke kamar mandi.


Marvel yang tak menduganya kaget sambil menggerutu sendiri.


"ciiihh ngantuk?? males?? apaan!! giliran dengan nama papa Alex aja langsung bangun!!"


Rena sudah cantik dengan baju yang dipakainya.dia menyusul Marvel yang ada di bawa sedang sarapan.


"Pagi ma...." sapa Rena pada nyonya Mariana.


"pagi re....apa hari ini jadi pergi ke rumah papamu?"


"iya ma..ini mau berangkat,kok mama tau?"


"tadi marvel bilang sama mama"


"eh ada om Hendra.....semalam nginep sini om?"


"iya re....makan yang banyak kamu kurusan"


"siap om,eh gimana kabar maya om?"


"dia sudah mulai kerja di butik dan sudah dapat kos-kosan"


"makasih ya om....sayang deh ma om Hendra"


"ehmmm...." suara marvel berdehem seakan menandakan ketidaksukaan nya akan kedekatan Rena dan Hendra.


"Aku om nya tuan muda.... berhenti cemburu padaku!"

__ADS_1


Rena hanya tersenyum ditahan,rasanya membuat Marvel kesal adalah hoby baru Rena.dengan sengaja dia menanyakan sepupu suaminya itu pada mama mertuanya.


"ma... Marcel mana? kok gak ikut sarapan?"


"ngapain kamu nyari Marcel?" belum juga mama Mariana menjawab, Marvel sudah menyambarnya.


"ih abang! dia kan anggota keluarga kita juga,bule macho itu kan harusnya sarapan bareng kita" sengaja Rena memanggil Marcel dengan sebutan bule macho.


"bule macho???kau sebut dia bule macho?? cihhh dia itu bule mesum bukan bule macho!!!"


"yang lebih mesum itu abang! bukan Marcel!"


"kau..."


"sudah....sudah....aku rasa sifat posesif kamu itu perlu dikurangi jika menyangkut sodara mu sendiri vel" ucap mama Mariana melerai mereka.


"dengerin mama tuhh"


"sudah sana berangkat, daripada kalian terus adu mulut"


akhirnya Rena dan Marvel berpamitan untuk pergi ke rumah papa Alex.


"bener-bener hen, hilang ingatan saja mereka masih bisa seperti Tom dan Jerry, bagaimana kalo dia ingat semuanya hen"


"dari awal memang mereka sudah seperti itu nyonya,tapi nyonya juga tau kalo tuan Marvel masih bisa mengatasi sifat istrinya"


" sudah nyonya, dokter sedang ada diluar negeri sekarang dan akan kembali lusa,saya sudah buat janji untuk pemeriksaan kandungan Rena"


"bagus hen,kerja bagus"


"kalo begitu saya permisi dulu nyonya"


"hemmmm... pergilah"


#######


"Bagaimana Leo? apa kamu sudah menemukan dia?"


" sudah tuan,berita bagus buat kita tuan!"


" apa maksud kamu?"


"senjata kita ternyata sudah ada di dekat mereka lama tuan"


"benarkah?.....hahahahhahaha kau tau Leo rasanya Tuhan sangat memberkati aku sekarang"

__ADS_1


"segera perintahkan dia Leo, kita akan bermain pelan tapi langsung masuk ke intinya"


"siap tuan,selama ini dia tidak bertindak karena memang tak mendapat dukungan dari siapapun tuan"


"Tapi dia bisa dipercaya Leo?"


"Dendamnya sama dengan kita tuan,hanya saja dia tak ada kesempatan"


"hahahahahaha......aku suka itu Leo,aku suka..."


"saya permisi dulu tuan"


"ya... pergilah"


#########


"Dasar bule sial4n!!!! kapan sih dia berhenti menyiksaku!!kalo hari biasa dia main dengan uler keket peliharaan nya, giliran weekend dia ngajaki lembur!!!dasar bule gilaaaaa!!!!"


Inara tak henti-hentinya memaki atasannya,siapa lagi kalo bukan Marcel, Marcel memang tipe lelaki yang tak tau hari kerja,dia seenaknya saja saat bekerja.pernah suatu ketika,inara sedang kencan dengan Feri pacarnya, tiba-tiba saja di telpon dan di suruh segera ke kantor dengan dalih lembur karena ada berkas-berkas yang harus selesai hari ini juga karena senin harus meeting dengan klien.


sama halnya dengan saat ini, Inara yang sedang santai di kamarnya karena tak ada rencana kencan dengan Feri yang sedang keluar kota bersama papanya karena urusan pekerjaan, tiba-tiba di datangi Marcel,catet!!! didatangi bukan lagi di telepon seperti biasanya.


"aku takut kamu lari!" itu jawaban Marcel saat ditanya kenapa datang menjemput Nara bukan menelpon saja.


dan saat ini disinilah Nara dengan tumpukan berkas di mejanya Marcel,mereka kerja di satu ruangan yaitu ruang kerja Marcel sekalian diskusi pekerjaan.


"Bapak gak kencan apa weekend gini?"


tanya Nara sedikit ketus.


"kencan kok" jawab Marcel tanpa menatap nara karena sibuk dengan berkas-berkas ditangannya.


"kok masih disini,gak kasihan pacarnya nunggu in" lanjut Nara lagi,dia benar-benar berharap kalo dia bisa pulang siang ini.


seketika Marcel menutup berkas ditangannya, Nara sudah antusias dengan tindakan Marcel, akhirnya pulaaang! jerit Nara dalam hati,namun karena takut ketahuan kalo dia kegirangan,nara bertanya pada Marcel hanya sekedar basa-basi.


"mau kemana pak?"


"Kencan!" sambil menarik tangan Nara.


"eh pak......ini gimana sih?" tanya Nara sambil menatap tangannya yang dipegang Marcel dan berusaha menariknya.


"Siang ini aku pengen kencan sama kamu!"


'Bule si4lan!!!!' teriak Nara dalam hati.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2