Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
44


__ADS_3

"heh!!!aku tak berteman dengan anak seorang pembunuh!!"


ucap Maya tegas dan terlihat matanya penuh amarah.


Betapa shock nya Rena mendengar apa yang dikatakan Maya.anak seorang pembunuh? apa maksud Maya? pikir Rena.


"Apa maksud kamu may?... beneran may ini gak lucu!"


"Kamu tau na...?kalo aku tahu kamu anak dari pembunuh itu,sejak awal bertemu denganmu pun aku sudah akan membunuhmu!"


"Aku bener-bener gak tau maksud kamu apa may!apa salah aku?"


ucap Rena yang sudah mulai berkaca-kaca,dia bener-bener tak menyangka bahwa Maya,anak dari orang yang telah menyelamatkan hidupnya,akan tega berbuat seperti ini.


"Salah kamu!!! salah kamu adalah terlahir sebagai anak seorang Indra!!! seorang pembunuh!!"


ucap Maya sambil berteriak penuh amarah dan terlihat matanya berkaca-kaca.


betapa terkejutnya Rena,siapa Indra? apa dia ayah kandung Rena? tapi siapa yang dibunuhnya? pertanyaan itu terus berputar-putar di kepalanya.


"Aku gak tau may, aku beneran gak tau...kamu tau kan may aku hilang ingatan!jangankan nama ayahku...siapa diriku sebenarnya saja aku gak ingat may!!"


"Diam kamu!!!diam nana.... kenapa harus kamu na!! kenapa??!!!"


ucap Maya sambil menunduk menjambak rambutnya sendiri,namun sedetik kemudian dia terlihat menatap Rena dengan penuh amarah.


"Ayah kandung kamu itu!!sudah membunuh kakakku!!!kakak kandungku na!! dan dengan hebatnya keluarga Martinez, mertua si4lan kamu itu menutup semua kasusnya dengan uang! mereka membiarkan kakakku mati tanpa keadilan na!!tanpa keadilan!!!"


teriak Maya bagai orang kesetanan, Rena memundurkan kakinya karena merasa shock dengan apa yang di ucapkan Maya.

__ADS_1


"Itu gak mungkin may,gak mungkin!! ayah kandungku bahkan sudah tiada sejak aku masih kecil...itu yang mereka katakan?"


"Hahahahahaha Nana.. Nana. ups..sorry Nona Renata maksudku,hidupmu bahkan lebih menyedihkan!!


Bagaimana kalo suami kamu tau, istrinya yang sangat dicintainya adalah anak dari lelaki yang berusaha melenyapkannya 11 tahunan yang lalu!"


Rena sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Maya, walaupun dia tak ingat bagaimana kehidupannya sebelum dia hilang ingatan tapi bila apa yang dikatakan maya benar maka tidak mustahil kalo Marvel akan membencinya,dan tentunya Rena tak akan sanggup mendapatkan kebencian dari lelaki yang akhir-akhir ini banyak mengisi relung hatinya, lelaki galak itu nyatanya selalu bisa membuat dia berkali-kali jatuh cinta.


"Jangan dengarkan re!!!" ucap Nara entah sejak kapan dia berada di sana.


Nara berjalan cepat mendekati Rena,para pengawal Maya bergerak untuk menangkap Nara,namun maya memberi isyarat untuk membiarkan mereka bertemu.


"Re....jangan dengarkan semua yang maya katakan y?!" ucap Nara panik karena melihat Rena hanya diam dan terlihat shock dengan apa yang di dengarnya.


"May!!! dasar tak tahu diri!! Rena sangat sayang sama kamu! apa yang kamu lakukan! dia tak ada kaitannya sama sekali dengan dendam si4lan kamu itu!!" ucap Nara berapi-api.


"Dia harus mengganti setiap penderita yang aku dan orang tuaku alami!dengan penderitaan yang kakak ipar ku alami!karena perbuatan ayah dan mertuanya,kakak iparku harus kehilangan suami dan janinnya saat itu!!dan dia harus membayar lunas hari ini juga!!" ucap Maya sambil menunjuk ke arah Rena.


"Apa yang kau lakukan may??!" tanya Nara marah.


"Tidak ada! aku hanya menghancurkan rahimnya agar dia tak lagi bisa mendapatkan keturunan!!agar dia tau bagaimana menderitanya kakak iparku yang kehilangan janinnya dan tak lagi bisa hamil karena rahimnya harus diangkat dan akhirnya harus menyusul kakakku mati!!" ucap Maya dengan derai air mata, mengingat bagaimana kakak iparnya menderita dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri menyusul sang kakak.


"Tapi Rena tak ada hubungannya dengan dendam kamu may!!!ingat kamu! jangan gila kamu may!" kata Nara.


"Iya aku memang sudah gila!! keluarga dia yang membuat aku gila!! kalian orang kaya memang bisa dengan mudahnya menindas kami yang miskin"


"Kalian!!! bunuh mereka! aku yakin tuan kalian akan senang dengan berita kematian nona muda ini!jangan lupa rekam!aku ingin tau bagaimana reaksi tuan muda itu jika istrinya kita siksa!"


Nara pasang badan di depan Rena, Nara memang bisa beladiri namun tak sehebat Rena, Nara yakin sekarang Rena pun tak bisa berbuat apa-apa! karena kepribadian Rena yang sekarang berbeda dengan Rena yang dulu.

__ADS_1


4 orang berseragam hitam itu mulai melancarkan aksinya,Nara dengan sigap melancarkan jurus-jurus nya untuk melindungi Rena, Rena berusaha ikut melawan ke empat pengawal itu,namun naas berulang kali rena terkena tendangan bahkan pukulan di sekujur tubuhnya.


perkelahian tak imbang itu terus berlangsung dengan pertahanan yang Nara buat!sekuat tenaga Nara berusaha melawan ke empat lelaki di depannya, walaupun tendangan dan pukulan beberapa kali mendarat pada pengawal tersebut,namun tetap saja Nara bukan tandingan dari mereka,satu lawan satu mungkin Nara mampu,tapi 2 lawan 4 dengan keadaan Rena yang tak bisa apa-apa membuat Nara kewalahan.


drt....drt...drt...


Marvel, Marcel dan Hendra sedang membicarakan bisnis di ruangan Marvel dengan serius,mereka merasa terganggu dengan getar hp Marvel yang berada di atas meja di depan mereka.


"cckck....liat dulu vel,ganggu kita nih!"


"sudah abaikan!!"


mereka mengabaikan gemetar hp Marvel yang dari tadi berdering.


drt...drt...drt...


"hais.....menganggu!!"


ucap Marcel sambil meraih hp Marvel, sontak membuat pemiliknya melotot,dilihatnya ada pesan dari no. yang tak ada namanya.


"Balikin cel!!" pinta Marvel.


bukannya mengembalikan, Marcel malah melihat isi pesan itu,dan beberapa menit kemudian!


"B4ngsat!!!" ucap Marcel sambil membanting hp tersebut, untungnya hp terlempar di atas sofa di dekat Marvel.


"Gila kamu cel!!!" bentak Marvel.


Marvel melihat apa yang membuat sepupunya itu marah besar,dan seketika itu juga Marvel meremas hp ditangannya.

__ADS_1


"Hen... hubungi Alexandre,dan siapkan anak buahmu!" titah Marvel.


bersambung


__ADS_2