
"Nyonya kita kehilangan jejaknya,namun dia meninggalkan ini nyonya!"
lapor Alex pada majikannya.
Sebuah amplop yang diberikan pada Mariana,di dalam amplop itu tersimpan 4 lembar foto..
Foto pertama... dilihatnya foto anak sulungnya Martin, dibaliknya foto itu dengan tulisan 1,foto kedua foto mertuanya tuan Johannes,dibalik foto itu tertulis 0,foto yang ke tiga adalah foto suaminya, kembali dibalik foto itu ada tulisan 2, kemudian foto Marvel terdapat angka 3 itu tandanya dia mengakui bahwa dialah yang telah membunuh keluarga nya dengan urutan 1.2.3 dan tulisan 0 untuk mertuanya karena memang sang mertua meninggal karena sakit dan sudah tua,dan yang terakhir sebuah foto yang di dalamnya ada seorang gadis kecil dan anak lelaki dengan senyuman manisnya, Mariana tau betul bahwa itu adalah foto masa kecil nya dengan Naraya di baliknya foto itu dan tertulis.."Andai kau masih kecil!"
Naraya seakan berharap mereka kembali lagi ke masa kecilnya dan berharap bahwa Mariana tak pernah masuk ke dalam keluarga Martinez.perlahan Mariana meletakkan amplop dan foto-foto itu dan memejamkan matanya,mencoba menahan gejolak di hatinya.
######
Tiga bulan telah berlalu,Pengejaran terhadap Naraya masih dilakukan oleh anak buah Alex, untuk lapor ke polisi pun mustahil karena bukti tak ada.anak buah Leo yang tertangkap lebih memilih diam dan salah satu dari mereka buka suara karena tidak tahan dengan siksaan anak buah Davin,pada akhirnya memberitahu keberadaan Leo, sayang tempat itu sudah kosong tanpa penghuni.
"Hen!.... bagaimana kerja Kiki!apa Rena nyaman bersama dia?"
Marvel sering kali menanyakan perihal kenyamanan Rena pada Hendra, pasalnya bodyguard yang di berikan Hendra padanya tak kalah kakunya dengan dirinya sendiri, perempuan tomboy itu bahkan tak pernah tersenyum sekalipun Rena mengajak nya bercanda.
"Tenang Tuan,dia masih bisa membuat nona Rena nyaman"
drt....drt...drt...
"Hallo"... Hendra mengangkat telponnya.
"Tuan Hendra! nona pingsan!" suara Kiki terdengar di sebrang sana.
"apa???! sekarang dimana?"
"Nona di rumah sakit pusat!"
tut.
"Ada apa hen?"
tanya Marvel sambil melihat berkas-berkas ditangannya.
"Nona Rena pingsan dan sekarang dirumah sakit tuan"
Tanpa bertanya lagi, Marvel segera meninggalkan ruangannya, Hendra segera menelepon sopir pribadinya untuk menyiapkan mobil.
Mereka berpapasan dengan naraydan Marcel yang baru saja pulang bertemu dengan kliennya.
"Vel mau kemana? kok tergesa-gesa banget"
tanya Marcel,yang melihat Marvel tidak tenang saat menunggu di depan lift.
"Rena pingsan dan sekarang dirumah sakit"
__ADS_1
kali ini Hendra yang menjawabnya.
"Apa?? bagaimana keadaan Rena? kok bisa dia pingsan?"
tanya Nara dengan cemas,namun sebelum Hendra menjawab pintu lift sudah terbuka dan segera Hendra dan Marvel berlalu.
"Sayang... sudahlah nanti kita jenguk Rena dirumah sakit ya"
bujuk Marcel yang melihat Nara sangat cemas.
######
"Aku baik-baik Ki, kenapa kamu telpon Tuanmu!!"
kata Rena sedikit kesal.
"Nona tanggung jawab saya,dan kewajiban saya melaporkan pada Tuan Marvel!"
"iya..ya Ki,awww....."
Rena kembali merasakan sakit di kepala nya.ketika dia sedang memijit kepalanya,marvel masuk bersama Hendra.
dia berjalan cepat melihat Rena yang memegang kepalanya.
"Kamu kenapa? kenapa bisa pingsan? apa kamu tidak makan? apa kamu mau membuat aku mati khawatir? hah??!"
"pengen peluk..."
ucap Rena tiba-tiba manja,dan sontak membuat Marvel melotot padanya,namun Marvel tetap membawa Rena ke pelukannya, Hendra dan Kiki tiba-tiba undur diri dan tak mau melihat kemesraan suami istri tersebut.
"Kenapa?"
tanya Marvel karena tak mendengar kata-kata dari Rena lagi.
"Sebagian ingatanku pulih!"
kata Rena dan membuat Marvel melepaskan pelukannya dan memandang Rena dengan sangat intens.
"Haiishhh! jangan memandang ku seperti itu!"
kata Rena dengan sedikit ketus,namun bukannya marah Marvel malah tersenyum tipis.
"Aku rasa aku mulai rindu dihajar oleh istriku!"
kata Marvel sedikit mengoda istrinya.
"Sayangnya aku tidak bisa menghajar kamu, sebelum Marvel junior lahir!! padahal aku sudah tak sabar pengen balas dendam sama kamu!!"
__ADS_1
"Maksud kamu??"
"Abaaaaang... Rena hamil!"
ucap Rena yang tiba-tiba berganti moodnya, dengan kedua telapak tangan berada di kedua pipi Marvel,rena mengatakan bahwa dirinya hamil dan mengecup singkat bibir suaminya, Marvel hanya mematung,belum begitu konsentrasi dengan apa yang dikatakan Rena.
mengetahui suaminya seperti itu Rena mengulangi perkataannya.
"Abang! Rena hamil?"
"Kok bisa?" tanya Marvel dengan bodohnya.
"Ya bisalah,orang aku disantap singa buas bahkan hampir setiap malam!"
ucap Rena ketus mendengar pertanyaan dari suaminya, menyadari kesalahannya Marvel langsung menyambar bibi istrinya, bermain-main lama disana, setelah itu melepaskannya.
"Terimakasih re...aku bahagia"
ucap Marvel dan ini kali pertama Marvel berkata sangat lembut pada Rena.
"Aku akan mengabari papa dan mama!"
ucap Marvel hampir berdiri dan akan berlalu dari samping Rena.Namun Rena menahannya.
"Peluuukk"
kata Rena manjanya.marvel heran dengan semua berubah istrinya, sifat lama Rena sebelum hilang ingatan sedikit kembali dan bersamaan dengan sifat manjanya.
"Kamu ingat kan re...siapa Rena yang dulu? bukannya kamu sudah ingat?!"
Marvel berusaha mengingatkan Rena tentang sifatnya dulu ketika berhadapan dengan Marvel.
"Aku tidak peduli!!...ohh nyamannya"
kata Rena sambil memeluk posesif tubuh Marvel.
"Bang naik ranjang ya? aku ingin tidur sambil memeluk mu"
"Pekerjaan aku banyak di kantor re,aku harus segera kembali"
Marvel sengaja mengatakan nya,dia ingin tau seberapa besar Rena tergantung dan membutuhkan dirinya.9
"Naik!!! aku tak mau di bantah!!!!
Oh sepertinya anak dalam kandungan Rena sudah mulai meniru sifat sang suami, Rena menjadi seperti bunglon yang setiap saat bisa berubah mood-nya.
bersambung
__ADS_1