
Setelah kejadian kamar hotel beberapa hari yang lalu, Rena benar-benar menghindari Marvel,tidak hanya di kantor di rumah besarpun sebisa mungkin Rena menghindari Marvel.
didalam kamar Rena dengan sengaja meminum obat tidur agar segera mengantuk dan terlelap sebelum Marvel keluar dari ruang kerjanya dan masuk ke kamar mereka.
Marvel yang tidak peduli dengan sikap Rena hanya membiarkan saja apapun yang dilakukan Rena.
hingga semuanya berlalu sampai beberapa minggu.nyonya besar Mariana merasa ini sudah keterlaluan,karena tidak mungkin dia tidak tau apa yang terjadi pada anak dan menantunya.
"Sisca...!..." panggil nya pada ketua pelayanan di rumah itu.
"saya nyonya"
"Panggil kan Hendra untuk menghadap setelah dia mengantar Marvel"
"baik nyonya"
Sisca adalah wanita yang menjadi kepala pelayan di rumah keluarga Martinez mengantikan sang bibi yang sudah pensiun,Janda berumur 45tahun itu sudah mengabdikan dirinya semenjak muda,setelah kematian sang suami yang tak lain adalah sopir pribadi tuan besar Martinez yang meninggal bersama sang majikan dalam kecelakan mobil 15 tahun yang lalu,dia memutuskan untuk mengabdi dan tak lagi menikah.
######
"nyonya memanggil saya?" tanya Hendra asisten sekaligus sekertaris Marvel.
"ada jadwal meeting penting untuk Ceo mu besok?"
"tidak ada nyonya,tapi besok ada meeting sore dengan perusahaan Cakra,saya mengundurnya bila ada yang penting nyonya"
"undur!"
"Dan tanggani kantor besok!kamu bisa pergi"
"baik nyonya,saya permisi..."
Hendra yang terheran-heran akan perintah nyonya besarnya,hanya bisa pergi dengan wajah yang penuh tanya.
Dia merasa tidak ada jadwal Marvel berkumpul dengan keluarganya,tapi mengapa besok seakan Ceo nya itu tak akan masuk kantor.
__ADS_1
Di ruang makan.
"apa besok kerjaan kamu banyak re?" tanya mama Mariana.
"tidak ma.....senin depan aku baru ada meeting dengan Tuan Darma dari Darma group"
"kamu tau kan,kalo tuan Darma sudah diganti dengan putranya"
"belum ma..mereka belum konfirmasi" jawab Rena.
Mama Mariana yang melihat anaknya hanya diam saja tanpa sepatah kata akhirnya mulai bertanya..
"Apa kerjaannya lancar Marvel?"
"hemm lancar"
"apa hidupmu juga lancar?"
Marvel langsung menatap sang mama sambil mengerutkan keningnya.mencoba mencari tahu jawaban apa yang diinginkan mamanya.
"aku bisa mengatasinya!" tegas Marvel
"aku tidak yakin!" ujar sang mama.
Renata yang tak tahu arah pembicaraan mereka,hanya diam saja,dia tak sadar kalo suami dan mertua nya sedang membahas rumah tangganya demgan Marvel.
"mama meragukan aku?"
"buktikan agar aku tidak ragu!aku sudah mulai malas bertindak!" ucap mama Mariana dengan tegas.
"Malam ini!...besok pagi mama akan liat hasilnya!" jawab Marvel yang memang selalu tak mau di remehkan dan di anggap tak mampu, setelah menghabiskan makanan nya Marvel berpamitan untuk kembali ke kamarnya.
begitu juga dengan Rena yang juga sudah selesai makan.
"Huh!! Bagaimana bisa Alex mendidik anaknya dengan sangat keras kepala dan tangguh seperti itu!!" ucap nyonya Mariana sambil membuang nafasku.
__ADS_1
######
Di dalam kamar, Rena mulai mencari obat tidur yang dia letakkan di laci meja riasnya, setelah beberapa saat mencari namun Rena tak menemukannya.
"rasanya belum habis kemarin...kenapa gak ada?" gumam Rena sambil mencari-cari nya.
"Kamu mencari ini?" tanya Marvel yang entah sejak kapan berada di dalam kamar.
hah!!! Rena kaget karena Marvel memegang apa yang dia cari.
Marvel melangkah maju menuju Rena, Rena yang merasa terancam mulai mundur perlahan,dia berpikir keras bagaimana bisa menghadapi Marvel,karena di dalam rumah besar tak mungkin dia mengeluarkan jurus-jurus untuk menghajar Marvel seperti sebelumnya.jelas itu akan menimbulkan kegaduhan dan sang mertua pasti akan merasa terganggu.
"Kamu pikir aku tak tau!kalo kamu selalu meminumnya?" ucap Marvel dengan muka galaknya.
"aku sudah bilang nona Rena!biasakan dirimu denganku! bahkan dengan tubuhku sekalipun!"
"sudah cukup aku membiarkanmu menghindari ku, waktunya sudah habis!"
"sekali lagi!biasakan dirimu denganku!! apapun itu nyonya muda Martinez!" ucap Marvel dengan tegas.
Renata yang hanya diam dan sudah mulai terpojok,dia hanya diam saja, Rena yang jutek yang garang dan tak mau kalah entah pergi kemana,yang ada di dalam kungkungan tangan besar suaminya kini hanyalah Rena yang diam dan patuh,ya.... begitulah sifat lain dari seorang Renata,dia akan patuh dengan apapun bahkan hukuman sekalipun kalo dia dalam keadaan salah.
Marvel yang melihat Rena hanya diam saja tanpa membalas seperti sebelumnya merasa puas,dia merasa telah menjalankan misi dari sang mama dengan sukses,ya... menyelesaikan urusan rumah tangganya dengan Rena sang istri.
Sedetik kemudian Marvel menarik pinggang Rena agar menempel padanya,dan *****4* bibir mungil istrinya itu.rena hanya diam saja seraya memegang dada suaminya, selesai dengan ciumannya Marvel melepaskan Rena.
"Tidurlah....jangan lagi mengkonsumsi obat itu!kalo aku sampai tahu kau melakukan,aku pastikan aku akan membuatmu hamil dalam keadaan apapun!!" ancam Marvel.
"Dasar bule mesum!!" gumam Rena lirih sambil cepat-cepat berlalu menuju ranjangnya,namun sayangnya telinga tajam marvel masih bisa mendengarnya.
"Aku anggap julukan baru untukku"
Rena berbalik dan menatap tajam sang suami.
bersambung
__ADS_1