Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
42


__ADS_3

drt.....drt.....drt...


"Eh Maya,tumben telepon?" ucap Rena sambil melihat ke layar HP nya.


"Kenapa? malam-malam telpon?" tanya Nara.


jam sudah menunjukkan pukul 11.00 malam,setelah tadi menghadiri pernikahan Feri, Nara sengaja diajak oleh Rena untuk menginap di rumah besar Martinez.


Nara sudah memutuskan untuk melupakan Feri dan menunjukkan pada Feri bahwa lelaki tersebut tak pantas untuk di ratapi.


Malam ini dia sengaja datang ke pesta pernikahan Feri bersama Marcel di bos nya itu.


"Hallo may...ada apa? kamu baik-baik aja kan?"


"Iya na aku baik-baik aja,ehhmm cuma lagi gak bisa tidur aja"


"ooh ingin gabung sama kita? nie ada Nara disini"


"Gak udah na,udah malem juga"


"eh na,kok udah beberapa hari gak ambil jamu ke kos aku? ini aku kemarin dibawain sama ibu kunyit banyak" lanjut maya.


"heheheheh aku beberapa hari ini,gak minum jamu dari kamu...lupa!maaf ya"


"kok gitu sih??! jangan sampe lupa dong!!itu kan buat kebaikan kamu juga!!"


ucap Maya ketus, sontak membuat Rena kaget.


menyadari hal itu Maya buru-buru meminta maaf.


"eh maaf na,bukan gitu...cuma kan waktu kita nemuin kamu, kamu habis keguguran trus gak langsung dibawa ke dokter tuh...aku jadi ikut merasa bersalah,dan jangan-jangan keluarga kamu pengen cepet dapet momongan hehehehhe makanya aku kasih jamu biar adem perut kamu"


"oohh gak masalah may,aku bakal sering-sering usaha ma Marvel heheheheh"

__ADS_1


"Ya udah na aku tutup dulu ya...dah ngantuk aku"


"okey may,..."


tut...


"dah ah ra,aku masuk kamar dulu.... kayaknya mereka bertiga udah selesai meeting diruang kerja Marvel.padahal besok weekend masih aja kerja!"


"udah sana..hus...hus...manjain bule mesum kamu itu!!"


"pasti doongg!"


Rena masuk ke kamar,diliat lampu kamar sudah redup menandakan bahwa Marvel sudah tidur, Rena mengendap-endap menuju ranjang agar tak membangunkan suaminya.namun tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang.


sontak rena kaget dan spontan teriak.


"Aku sudah nunggu kamu lama!dan kamu enak-enak ngobrol sama temen kamu heh??!"


"Abang!!! lepasin ih..."


Memang beberapa hari yang lalu, ketika hasrat Marvel sudah di ujung tanduk dan rudal miliknya siap tempur tiba-tiba Rena menghentikan permainan, Rena merasakan ada sesuatu yang keluar dari daerah sensitif nya,dan benar saja Rena datang bulan disaat yang tidak tepat.


"Oh shit!!!..... kamu nyiksa aku re??!!!" umpat Marvel waktu itu.


"Ya mana aku tau abang...aku lupa gak ngitung tanggal nya!"


Sekarang Rena harus membayar utang kekesalan Marvel sejak beberapa hari yang lalu, Marvel yang memang sedari tadi sudah terbakar gairahnya karena melihat Rena yang begitu cantik di acara pernikahan temennya tadi,sayangnya pekerjaan yang tertunda bersama Marcel dan Hendra membuat dia harus menunggu lagi.


"Kita ke dokter Felix besok"


ucap Marvel sambil memainkan telinga Rena, hingga Rena merasa geli dan bergerak-gerak ke kanan dan ke kiri.


"Iya...perutku sering nyeri sekarang,itu gara-gara abang!!! 1X aja gak puas! sampai kram perut aku bang!" ucap Rena yang menahan diri agak desahan tak keluar dari mulutnya,karena Marvel sudah tidak bisa dikendalikan lagi.

__ADS_1


"Kamu suka kan?...aku ini bukan suami yang egois yang mau puas sendiri,aku maunya sama-sama puas"


"bang,....?"


"hemmm"


"Abang gak pernah bilang I love you sama re,kenapa?" tanya Rena.


"Abang cuma nafsu aja ya sama re? gak cinta?" lanjutnya lagi.


Seketika Marvel diam dari aktivitasnya di tubuh sang istri.membalikkan tubuh Rena dan mendudukkannya di tepi ranjang.


Dia menatap lekat ke arah mata Rena,mata yang sama yang tak pernah takut menatap Marvel,mata yang sama ketika dia belum hilang ingatan.


"Abang belum jawab" ucap Rena lagi melihat sang suami hanya diam saja.


"jadi bener? abang gak cinta sama re?apa yang abang lakuin ini cuma nafsu saja? tanpa ada cinta didalamnya?"


Marvel hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Rena, tiba-tiba Marvel menyerang bibir mungil wanita dihadapannya itu, meresapi setiap tindakan yang dia lakukan, mengikis rindu akan penyatuan mereka yang terhalang beberapa hari yang lalu,setiap sentuhan bibirnya dan setiap tatapan mata Marvel seakan menyiratkan kata 'I love you' pada Rena.namun Rena tetaplah seorang wanita yang butuh pernyataan cinta bukan hanya dari tindakan tapi juga dari perkataan.


Rena terbuai lagi dengan setiap kegiatan panasnya dengan sang suami hingga melupakan apa yang di pintanya tadi.


"selesai kan sayang....aku sudah lelah!" ucap Rena disela-sela hentakan yang Marvel lakukan.


"Sebentar lagi sayang..... sedikit lagi"


Marvel terus menyerang Rena hingga entah berapa kali Rena mendapat pelepasannya,namun Marvel masih setia dengan aktifitas nya.


"Now...honey.....oh Rena...I love you!" kata Marvel bersamaan ketika mencapai puncaknya.


samar-samar Rena mendengar kata-kata Marvel,ketika getaran di tubuhnya berhenti dia segera memeluk suaminya dengan bahagia. Marvel hanya mengelus puncak kepala Rena sambil sesekali mengecupnya.


Marvel tersenyum sangat tipis,dia bahkan tak menyangka kalo dia bisa mengucapkan kata-kata itu,kata yang sangat sulit keluar dari mulutnya padahal hatinya selalu mengatakannya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2