
Pagi ini seperti biasa, makan dengan tenang dan sedikit gelak tawa di meja makan keluarga Martinez, meja yang dulu sangat hening,kini sejak kehadiran Rissa menjadi sedikit bersuara, bahkan tak jarang Mommy Rena geleng-geleng kepala karena anak kesayangannya, Martin terkontaminasi dengan gesreknya sang menantu.
Rissa sudah banyak berubah, Oma Mariana yang menjadi sasaran empu Rissa kala pertama menjadi anggota keluarga Martinez,dia mendekati Oma! baginya dia harus bisa menaklukkan Martin lewat sang Oma, dan benar saja mendekati Oma tak sesulit yang dia bayangkan, tentunya Katie adik iparnya membantu dengan senang hati.
"Kenapa kamu lesu sekali hari ini Ris?"
pertanyaan keluar dari mulut sang Daddynya, ya sasaran kedua Rissa, menaklukkan sang Daddy yang terkenal galak, dan sepertinya usahanya sedikit berhasil,bahkan Rissa lebih di bela daripada Martin anaknya sendiri, Rena yang sedang asyik makan juga menatap menantunya.
"Anak Daddy yang bikin lesu!!! Rissa di gempur sampai pagi!! ups......!!" Rissa seketika menutup mulutnya, karena kesal dengan Martin, Rissa jadi keceplosan bicara.
'Dasar mulut ember!! lihat saja nanti!!! aku pastikan kamu bakalan lemes lagi malam ini!!' batin Martin dengan senyuman licik di bibirnya
"Daddy tau apa yang kau pikirkan Martin!!" ucap Marvel sang Daddy.
"Apa Dad?" tanya Martin dengan mimik polosnya.
"Teruskan saja! Daddy mendukung mu!!" lanjut Marvel
"Daddy!!!" pekik Rissa
"You are the best Dad!!" ucap Martin bangga, baru kali ini mereka merasa selevel.
"Sudah-sudah!! Rissa hari kamu gantiin Mommy bertemu nona Helena! dia fitting baju pengantin hari ini!"
"Ya Mom!"
__ADS_1
"Jangan lupa tawarkan desain gaun baru kita!" kata Mommy Rena.
"Siap Mommy!!'' jawab Rissa
"Oya Martin!! lusa bersiaplah, gantikan Daddy ke luar kota! ada meeting penting dengan klien Daddy di sana!" kata Daddy Marvel sambil berdiri hendak berangkat kerja, disusul Martin.
"Apa di dekat kota Rissa Dad?" tanya Rissa berbinar.
"Hemmm...benar!" jawab Daddy Marvel.
"Abaaang.....kita pulang kampung ya?? Rissa kangen sama ibu!!" ucap Rissa sambil mencegah sang suami berangkat kerja.
"Kalo kau bisa memuaskan aku!! aku akan memenuhi keinginan mu!!" Bisik Martin di telinga Rissa, dan sebelum mendengar jawaban Rissa, Martin sudah berlalu menyusul sang Daddy.
"Dasar bule mesum!!! sebel!! sebel!!" teriak Rissa.
"Ehh busyet Dad!!!" pekik Martin.
"Rissa!!! Daddy rasa Daddy juga bule!! dan Daddy bukan bule mesum!!! sebaiknya cara kata-kata yang lebih pas untuk suami mu!!" ucap Marvel menekankan kata-katanya.
"Si-siap Daddy!!" ucap Rissa dengan gaya hormat bendera.
"Sepertinya dia lupa kemesuman nya!! mereka berdua sama!! bagai pinang di belah 2!!" bisik Mommy Rena yang tiba-tiba berada di samping Rissa, Rissa hanya bisa cekikikan membayangkan nasibnya sama dengan sang mertua.
########
__ADS_1
"Pagi sayang.....!" peluk Randy dari belakang ketika Agnes sedang berada di balkon kamar apartemen mereka.
"Pagi Ran!" ucap Agnes dengan tersipu malu, dia membayangkan perlakuan Randy semalam padanya.
"Kenapa disini?'' tanya Randy kembali mengeratkan pelukannya.
Hari ini Randy memutuskan untuk tidak ke rumah sakit, Setelah pernikahannya yang berlangsung sudah beberapa bulan, baru semalam Randy meminta hak nya sebagai suami Agnes.Agnes masih merasa malu dengan semua perlakuan Randy padanya. Dia merasa belum pantas menjadi pendamping Randy.Namun berbagai kata Randy ucapkan untuk meyakinkan Agnes bahwa dia benar-benar sangat mencintai Agnes sekarang!!dia membutuhkan Agnes lebih dari segalanya.
"aku sudah pesankan makanan untuk kita, asistenku yang akan bawa makanan dan bajumu ke apartemen!"
ucap Randy sambil mencium leher jenjang sang istri.
"Ran, apa aku boleh tidak membantu mama di toko bunga?" tanya Agnes,sudah beberapa kali Agnes di bawa mama Mala ke toko bunga besar miliknya, awalnya Agnes tidak tertarik namun semakin ke sini Agnes semakin tertarik,namun dia tak berani berkata atau bertanya pada mama Mala,dia sadar bahwa sebentar lagi Randy akan menceraikan nya maka dia tak ingin terlibat jauh dengan keluarga Randy. namun ketika Randy sudah menyatakan cintanya, Agnes berfikir mereka tidak akan pernah bercerai karena itu Agnes ingin ikut mama Mala mengurusi toko bunganya.
"Boleh.....cup.....asal jangan capek-capek!! mama dan papa ingin cepat ada dedek bayi di sini!!" ucap Randy sambil mengelus perut rata Agnes yang terbalut kemeja panjang Randy. Agnes membalikkan badannya menghadap pada Randy, matanya berkaca-kaca menatap Randy sambil mengelus pipi lelaki yang dicintainya itu,Agnes tidak menyangka bahwa dia bisa memiliki Randy,bahkan saat ini dia bisa bersama setelah beberapa tahun perjuangannya tak membuahkan hasil, kali ini dia benar-benar bisa memiliki Randy sepenuhnya.
"Aku nyata Agnes!!!Aku milikmu sekarang!!" kata Randy seakan tahu apa yang dipikirkan oleh sang istri. Agnes dengan pelan mengangguk dan kemudian memeluk tubuh suaminya, rasanya lengkap sudah kebahagiaannya selama ini.
"sudah kau mandi dulu! sepertinya ada yang datang, mungkin itu asistenku yang membawa makanan dan juga bajumu!"
Agnes berjalan masuk kedalam kamar dan kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Randy memandang ke arah punggung sang istri, ada rasa penyesalan yang masih tersisa di hati Randy, menyesali dirinya yang menyia-nyiakan gadis baik seperti Agnes, Rissa sama baiknya dengan Agnes, dia bisa membuat hati Randy dan hari-hari di masa remaja Randy bahagia, namun takdir tak berpihak pada mereka berdua, Randy tau ternyata sang kakek tak benar-benar membenci Rissa, dia hanya bermaksud memisahkan Randy dan Rissa karena amanah dari seorang wanita yang telah berjasa dalam hidup sang kakek.
Bohong kalau Randy sudah menghapus semua nama Rissa dihatinya, Rissa cinta pertama nya, dan orang selalu bilang cinta pertama sulit di lupakan walaupun itu tak mustahil, begitu pula dengan Randy, melupakan Rissa sepenuhnya tentu sulit saat ini, namun Randy terus menyakinkan hatinya bahwa Agnes juga berhak bahagia, benih-benih cinta Randy juga sudah mulai bersemi, Randy yakin suatu saat nanti Agnes akan bisa menghapus semua sisa-sisa cinta Rissa yang ada di hatinya.
ting tong ....ting tong....
__ADS_1
Sudah hampir setengah jam asistennya berada di luar pintu apartemen, namun Randy baru saja membukanya. Setelah memberikan apa yang di minta Randy sang asisten pergi meninggalkan apartemen, tentu nya menyampaikan pesan dari papa Randy yang memintanya ke rumah nanti saat makan malam.Randy lupa memberi kabar kalau mereka berada di apartemen,entah mengapa Randy sangat bahagia bisa berduaan dengan Agnes tanpa gangguan dari mana saja!.
bersambung.....