Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
45


__ADS_3

Marcel sangat marah dengan isi dari video tersebut,dia sudah tidak fokus lagi dalam bekerja, video yang memperlihatkan dua orang perempuan sedang di keroyok oleh 4 lelaki kekar.


Terlihat di sana Nara sedang mati-matian melindungi Rena,sosok Rena juga sudah hampir pingsan karena dihajar para lelaki yang berbaju hitam tersebut.


"Lex,....cari tau dimana posisi istriku,dia sedang memakai kalung yang kau berikan padaku tempo hari!" minta Marvel ketika Hendra sudah bisa menghubungi Alex sahabatnya dan sekarang mereka sedang berkumpul di kantor Alex.


"Okey...aku sedang berusaha, tapi vel Rena harus memencet tombol yang ada di liontin itu untuk mengaktifkan GPS nya!"


"Oh...shit!!! ayooo re.... aktif kan tombolnya" ucap Marvel yang terlihat sangat panik!


sama halnya dengan Marcel,wanita yang sangat dicintainya kinipun sedang bertaruh nyawa demi sahabat nya.


######


"Cukup!!! berhenti!!" perintah Maya.


jujur saja melihat Rena yang terkapar dilantai merasa tidak tega namun dendamnya lebih dalam dari rasa ibanya.dia sungguh sangat berharap kalo bukanlah Rena anak dari sang pembunuh.


namun bayangan wajah sang kakak dan kakak iparnya membuat Maya seakan buta akan segalanya, yang ada di dalam hatinya adalah balas dendam.


"May.....kenapa kamu seperti ini may....tolong jangan seperti ini..hiks...hiks..." ucap Rena lirih dengan menatap Maya yang duduk manis menyaksikan semuanya.


"lepaskan Nara may....tolong dendammu hanya padaku" lanjutnya lagi.

__ADS_1


"Kalian akan mati disini!...aku ingin keluarga kamu menangisi anak,istri mereka!"


"Nara? dia memang tak ada sangkut pautnya tapi sayangnya karena kebodohannya dia harus ikut jadi korban!"


"Kau tau na, 11 tahun yang lalu...aku sedang mengunjungi kakak dan kakak iparku dikota, mereka sangat bahagia menanti kehadiran anak mereka na....kakak kerja di sebuah sekolah elite di kota,dia berjuang dari desa ke kota demi kami keluarganya" Maya menjeda kata-katanya, menerawang mengingat bagaimana sang kakak berjuang.


"sampai insiden penembakan itu terjadi! putra dari keluarga Martinez di serang, Marvel...anak lelaki itu adalah Marvel,Dia yang jadi sasaran utama ayahmu Indra,waktu itu aku dan kakak iparku sedang mengantar kak Mahes kerja dan siapa yang menyangka salah satu dari beberapa peluru itu mengenai kakakku!...tepat di kepala kakakku na...hiks...hiks..."


maya sudah tak bisa lagi membendung airmata, Rena yang tergulai lemas dilantai pun tak bisa menahan air matanya.


"Kau tau na... harusnya jangan kamu anak pembunuh itu, harusnya jangan kamu menantu dari keluarga itu!! kenapa harus kamu na!! aku sayang sama kamu!! kenapa harus kamu! hiks....hiks...."


"May.... jangan menyimpan dendam may,hidup kamu gak akan tenang" ucap Rena lirih.


"Pada kenyataannya orang yang kau sebut ayahku juga mati may, apa belum bisa menembus kesalahannya sendiri?"


"Gak!!!!aku ingin seluruh keluarganya juga mati!! sama halnya dengan kakak dan kakak iparku yang mati bersama janinnya na!!"


"Aku ingin melihat bagaimana keluarga Martinez itu kehilangan orang yang dicintainya!"


ucap Maya dengan tatapan kosong, seperti terlihat sebuah kebimbangan dihatinya.


Rena yang dari tadi tak ingin menekan tombol dari liontin yang dipakainya karena tak mau Maya terkena imbas dari kemarahan Marvel,sudah bisa dipastikan jika Rena menekan tombol nya maka Marvel akan bisa melacak dimana posisi Rena,namun melihat Nara yang sudah tak sadarkan diri membuat Rena menekan tombol itu sambil menatap Maya dengan terisak.

__ADS_1


"May.....maafin aku..maafin keluarga aku may...tolong jangan begini... aku sayang sama kamu may" ucap Rena disisa-sisa tenaganya.


"Ada harga yang harus dibayar disetiap tindakan na,anggap saja kamu menebus utang nyawa yang diambil ayahmu!anggap saja kamu membayar utang atas kekuasaan keluarga suamimu!....maafkan aku na...andai ada kehidupan lain,aku akan memohon pada Tuhan agar bisa membayar apa yang aku lakukan hari ini padamu!!" ucap Maya


"Kalian!...bakar rumah ini,usahakan senatural mungkin!" perintah Maya pada anak buahnya.


Rena hanya diam, memandang Maya yang berdiri tegak disana, kilatan kebersamaan dia dan Maya waktu di desa terlintas dimatanya,maya yang sangat baik...ceria...dan sangat menyayangi nya sudah hilang,tertelan dendam yang terkubur di dasar hatinya dan hari ini Maya membangkitkan kembali dendam itu.


Maya meninggalkan rumah itu, sebelum keluar dari rumah dia menoleh ke belakang melihat Rena yang masih tersadar namun sudah tak bertenaga, Maya menghapus airmata nya,memantapkan hati untuk membalas dendam atas kematian sang kakak.


Kobaran api mulai melahap bagian depan rumah tersebut, Maya dan anak buahnya sudah pergi meninggalkan rumah yang terbakar sebagian itu.


disaat yang bersamaan rombongan Marvel datang,dengan panik Marvel berlari keluar dari mobil karena melihat rumah yang sudah terbakar.


"Renaaaa!!!!" teriak Marvel yang mau menerobos masuk.


"Jangan gila kamu vel!!"


bentak Alex sahabatnya yang ikut serta dalam mencarian istrinya.


Marvel yang ditahan oleh Alex terdiam sebentar,namun tak disangka Marcel malah berlari kedalam rumah yang penuh dengan kobaran api. Marvel menghempaskan tangan Alex dan ikut lari bersama Marcel kedalam.


Yang ada di otak Marvel sekarang hanyalah Rena sang istri, entah apapun yang akan terjadi di dalam sana.... Marvel seakan tak peduli lagi.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2