
"Bagaimana hen?"
"Kepulangan dokter Felix diundur nyonya"
"apa sebaiknya kita cari dokter lain nyonya?" lanjut Hendra.
"tidak perlu,aku percaya pada Felix"
"Baiklah nyonya saya permisi" Hendra akhirnya undur diri dari ruangan kerja nyonya Mariana.Diluar dia melihat Rena sedang di dapur menikmati segelas air berwarna kuning.
"Apa itu re?"
"eh om Hendra...ini jamu buatan Maya...seger banget"
"enak lho om.... sekali minum satu botol perutmu akan adem dan langsung sakit!"
"Apa??? sakit? kenapa masih di minum?" ucap Hendra panik.
"hehehehe sakit pengen pup soalnya"
"huh!!! bilang dong! maksud kamu kalo gak bisa pup minum jamu kunyit kamu itu bisa langsung pup gitu ya?"
"kayaknya sih gitu om, soalnya aku dah 3botol minum dan begitu terus...tapi seger banget om"
######
"Untuk apa Anda ingin bertemu dengan saya tuan?" tanya seseorang yang ingin di temui oleh Leo.
"ini....." Leo menyodorkan semua amplop coklat yang didalamnya terdapat beberapa juta uang.
"Aku tidak butuh ini!aku hanya butuh kehancuran keluarga mereka!"
"tapi kamu juga perlu biaya untuk melancarkan rencana-rencana yang kau susun dengan rapi"
"Aku ingin dia merasakan kehilangan orang yang dicintainya dulu.... sebelum dia sendiri hancur!"
seseorang itu meremas tangannya sendiri karena geram menahan amarahnya.
"Aku tau kau akan menjalankan rencananya dengan baik"
setelah berbicara seperti itu, Leo pergi dari hadapannya.
"heh! rupanya keluarga itu punya banyak sekali musuh! ini akan sangat mempermudah rencanaku,sudah sangat lama aku memendamnya sendiri, saatnya balas dendam!!" ujar seseorang itu yang tak lain adalah seorang wanita setelah kepergian Leo.
disisi lain Rena sedang berbincang dengan nyonya Mariana..
"Kau tidak ingin jalan-jalan re?"
"eh mama tidak ma...."
"kau sedang apa?"
"aku sedang membuat makan siang ma,aku mau ke kantor Marvel"
__ADS_1
"Tumben mama di rumah?" lanjut Rena.
"Mama ambil berkas sekalian ambil baju,mama mau keluar kota dan besok baru kembali"
"Apa papa Alex ikut ma?"
"tentu"
"kalo begitu boleh aku menginap di rumah mama sofia?"
"minta ijin pada suamimu nanti,mama pergi dulu..."
"iya ma..."
Siang ini Rena berencana memberi kejutan pada Marvel,dia datang ke kantor setengah jam sebelum makan siang.
Sesampainya di lobby kantor Rena masuk dan bertanya pada resepsionis disana.
"siang mbak....saya mau ke ruangan tuan Marvelo" tanya Rena.
"Bu Rena?.... selamat datang bu,mari saya antar Bu Rena ke ruangan tuan Marvel"
Diluar dugaan, Rena yang ingin memberi kejutan pada Marvel nyatanya dia sendiri yang terkejut,dari awal bertemu dengan resepsionis sampai sepanjang jalan ke ruangan Marvel semua karyawan tertunduk hormat padanya,karena penasaran Rena bertanya pada wanita yang tadi mengantarnya.
"Apa kalian semua mengenaliku?"
"Tentu Bu Rena"
"Ahh pasti kalian datang di hari pernikahan kami bukan?"
"Benarkah??"
"Tentu...karena Bu Rena dulu pemimpin di kantor ini sebelum kedatangan tuan Marvel"
'Apa?? kenapa mereka tak pernah memberi tahu aku?sebenarnya siapa aku ini dulu?' batin Rena.
"mari bu ini ruangan tuan Marvel,saya permisi dulu"
"iya... terimakasih"
setelah itu Rena yang mau mengetuk pintu Marvel di kejutkan oleh seorang wanita yang memanggilnya
"Bu Rena?"
"Ya...?"
"Aaaaaaa...ini beneran Bu Rena?? aduuhh Lily kangen banget buuuu"
lily membolak-balik badan Rena sambil sesekali memeluknya,umur Lily yang nyatanya lebih tua dari Rena tak bisa menutupi sifat kekanak-kanakan nya.
Rena binggung sendiri dengan tingkah wanita itu.
"ibu sehat?? ibu gak papa kan? "
__ADS_1
"i-iya aku sehat kok" jawab Rena binggung.
"kapan-kapan kita harus jalan-jalan bareng dan ngobrol banyaaakk hal"
"benarkah?....iya nanti aku luangkan waktu untuk jalan-jalan "
"Beneran ya...???"
"memangnya kalian sedekat itu?" kali ini suara Hendra yang terdengar.
"huh!!!dasar bos galak!" gumam Lily lirih.
"Iya bener,dia dan bos yang di dalam itu sama-sama galaknya!" kali ini Rena yang berbisik karena masih bisa mendengar kata-kata Lily tadi.kemudian mereka cekikikan bersama.
"Nona Rena sebaiknya segera masuk ke dalam"
"Iya...iya..." Rena berlalu dari hadapan mereka dan langsung masuk ruangan suaminya.
"Dan kau!jangan sok akrab! masuk kerjakan tugasmu!" hardik Hendra pada Lily.
"Huh!!Liat saja nanti akan aku buat kamu menyesal!!" gumam Lily lirih karena merasa kesel pada Hendra.
Di ruangan Marvel sedang banyak sekali berkas yang menumpuk di mejanya hingga dia tak menyadari kedatangan Rena.
karena sudah hampir 10 menit Rena diam sambil memperhatikan suaminya berharap Marvel menyadari kehadirannya, akhirnya Rena buka suara.
"Sibuk banget ya?? sampai aku di cuekin!" ucap Rena seketika membuat Marvel kaget.
"Kau ada disini?"
"Ya..bahkan sudah lama!!"ucap Rena ketus.
"Salah sendiri tak bersuara!" tak kalah galaknya.
Namun kemudian senyuman licik terlihat di wajah Marvel..
"Kau bawa apa kesini?"
"Makan siang buat kamu,aku tadi masakin yang enak buat kamu" ucap Rena senang dan melupakan rasa kesalnya karena di abaikan Marvel.
"Okey...aku mau makan!aku butuh asupan gizi!"
Hendra yang baru saja masuk dan memberikan berkas.
"Hen aku mau makan dulu,kamu keluarlah!"
ucap marvel sambil menggendong Rena ke arah kamar pribadinya, Rena meronta-ronta meminta di turunkan namun seperti biasa Marvel seakan-akan tuli.
Hendra terbengong dengan adegan yang ada di depannya, 'Makan?....'batin Hendra kemudian melirik bekal nasi yang masih utuh di atas meja, sedetik kemudian dia menyadari arti makan yang diinginkan Bosnya.
"Dasar Bos si4lan!!!!"
maki Hendra sambil membanting berkas yang ada ditangannya ke meja dan berlalu dari ruangan Marvel.
__ADS_1
bersambung...
#Kayaknya author wajib kasih pacar nih ma Hendra!๐๐biar gak iri๐คฃ#