
Pagi berkabut menyambut rombongan mereka, Hendra segera memerintahkan bawahannya untuk memasak untuk sarapan,karena mereka memang membekali diri seperti saat mereka naik gunung.
karena diantara bawahannya ada temen2 Hendra juga yang biasa dimintai pertolongan.
semua sarapan pagi itu, Marvel hanya mengambil roti tawar yang ada di depannya dengan secangkir kopi.
begitu juga Marcel yang bangun paling akhir.
"Anget nih...?" ejek Davin pada Marcel, Nara yang ada disampingnya menatap orang yang tak dikenalnya itu tajam.
Marcel yang melihat kekesalan di wajah Nara membuat jiwa usilnya keluar.
"Banget.....nyaman lagi!"
mereka berdua terbahak-bahak melihat Marcel mendapat lemparan gelas plastik kosong dari Nara.
Nara mengambil kopinya dan berdiri dari tempatnya, melihat-lihat sekeliling nya.
Dia sangat kesal dengan ejekan antara 2 orang menyebalkan menurutnya.
Nara teringat bagaimana kejadian semalam, perdebatan diantara dia dan Marcel membuatnya tidur sampai larut malam,hingga dipagi hari dia yang paling terakhir bangun,beda dengan Marcel yang memang sengaja menunggu Nara bangun dan jangan lupakan caranya tidur yang memperlakukan nara bak guling. Nara bisa menebak dari wajah-wajah yang menatapnya dan Marcel ketika keluar dari tenda,
"gara-gara bule gesrek itu,pasti mereka memikirkan hal-hal yang aneh tentang aku... haiiissshh"..gumam nara sambil mengacak rambutnya,dia bener-bener malu dipandang i oleh ke 8 orang laki-laki dihadapannya.
"persiapan....kita akan berangkat sekarang" seru Hendra.
di depan Mereka sudah terpampang jalan setapak yang terlihat berrumput panjang,karena memang saat ini bukan musim kemarau jadi bisa dilihat disekitarnya tampak rumput dan pohon-pohon yang lebat.
perjalanan mereka sampai pada sebuah pematang sawah.ada beberapa orang yang terlihat sedang mengarap sawah mereka.
"mau kemana bang?" tanya seseorang yang dilewati mereka.dari penampilan mereka memang sudah nampak berbeda dari orang yang menggarap sawah tersebut.
__ADS_1
"mau ke desa xxx bang" jawab sang pemimpin rombongan,salah satu temen Hendra.
"oww hati-hati ya....soalnya air sungai lagi meluap"
"makasih bang, amannya lewat mana ya bang?"
"Mau saya antar??"
"boleh bang"
percakapan singkat itu akhirnya membuat mereka mendapatkan guide baru menuju desa yang di tuju.
ternyata disana ada 2 cabang jalan menuju ke desa,jalan pertama yang beberapa hari lalu di lalui anak buah hendra untuk memantau keadaan jalan ke desa dengan medan yang menurun dan menyebrang sungai,dan yang satunya melewati pematang sawah dengan jalan yang hanya cukup untuk dilalui satu orang saja.
Perjalanan mereka berakhir di semua jembatan dari bambu yang terbilang ala kadarnya namun masih terlihat kokoh.
"ini jalan lain menuju desa bang,tanpa harus menyebrang sungai,saat ini airnya meluap" terang sang guide baru tadi.
"tapi jalannya 2 -2 saja ya...takut gak kuat bambunya, maklum jarang digunakan,kalo pas air meluap saja mereka lewat sini" terangnya lagi.
"okey terimakasih bang"
Marvel yang diam saja akhirnya memberikan isyarat pada Hendra, Hendra yang seolah tau apa yang diinginkan tuannya.
"bang ini buat beli rokok" ujar Hendra serambi menyalami orang tersebut dan diselipkan beberapa uang lembar uang.dia berterima kasih atas pemberian hendra dan berlalu dari situ untuk kembali ke sawah.
setelah melewati jembatan dengan diiringi drama ketakutan dari Nara,yang pada akhirnya membuat si bos yaitu Marcel menggendongnya sampai ke ujung jembatan,nara ketakutan karena saat menginjakkan kakinya di jembatan, jembatan itu berbunyi 'kreiit' sontak membuat nara menjerit ketakutan, apalagi diliat nya ke bawah jembatan air sungai yang begitu deras.
kejadian itu membuat Marcel tak tega dan mengendong Nara, ditambah dengan tatapan galak dari Marvel seolah mengatakan ' benarkan! membawa wanita itu menyusahkan!', setelah kejadian itu Nara hanya menempel pada Marcel karena dia takut akan kemurkaan big bosnya yang sudah nampak dari raut wajahnya.
"Tuan..... anda sudah datang..." ucap anak buahnya yang berada di desa itu pada hendra.
__ADS_1
"Bagaimana?"
"saya sudah meminta ijin pada kepala desa di sini,dan sudah menyewa satu rumah di sana tuan"
"bagaimana keadaan Rena?" kali ini Marvel yang bicara karena sudah tak sabar dengan kabar tentang sang istri.
"mari saya antar ke sana tuan,kita kerumah orang yang merawat wanita yang ditemukan di sungai beberapa bulan yang lalu"
"saya rasa anda perlu memastikan sendiri apa itu istri anda atau bukan tuan"
Dan disinilah mereka sekarang,berada di sebuah rumah sederhana namun nampak begitu asri,melihat siapa yang datang yang empunya rumah menyambut mereka,pak Edi yang punya rumah memang sudah diberitahu oleh anak buah hendra yang ada disana.
"mari... silahkan masuk...saya akan panggil nana nanti...maaf saya memanggil dia nana,karena dia juga tak mengenali dirinya sendiri"
"dia amnesia?" tanya Marvel.
"apa itu amnesia?" tanya pak Edi binggung.
"maksud nya dia hilang ingatan pak" tutur Hendra menjawab pertanyaan pak edi.
Tiba-tiba dari luar muncul 2 orang wanita muda,semua orang menoleh ke arah pintu.
terlihat 2 orang dengan pakaian yang kotor dan wajah yang di penuhi dengan lumpur.
sontak pak Edi berdiri dan berteriak pada mereka berdua.
"mayaaaa....nanaaaa....apa kalian pergi ke sawah lagi..??haahhh???mandiii!!!!"
mereka yang ada di dalam rumah hanya diam saja melihat pak Edi berteriak pada 2 orang gadis itu.
bersambung
__ADS_1