
"Mulai sekarang Inara adalah pacar Marcel!! jadi jangan banyak protes!!"
ucap Marcel dan kembali mel*mat bibir mungil Nara.
Nara memukul dada Marcel dengan tangan kirinya,merasa nafasnya hampir terputus.
akhirnya Marcel melepaskan ciu*annya.
"pak Marcel gila ya?!!" ucap Nara menahan amarahnya.
"Ya..aku sudah gila Ra!! aku gila karena kamu!! kamu gak tau bagaimana perasaan aku melihat kamu dihajar habis-habisan sama mereka!kamu gak tau bagaimana takutnya aku jika harus kehilangan kamu Ra!! kamu bilang aku gila? ya aku memang gila!!"
ucap Marcel dan kembali mel*mat bibir Nara,kali ini Nara hanya diam tanpa penolakan.dia amat binggung dengan perasaannya sendiri.
"Kita siap-siap,kamu boleh pulang hari ini!"
ucap Marcel setelah melepas ciumannya.
Marcel mengemasi beberapa barang milik Nara dan suster membawanya terlebih dahulu ke dalam mobil, Marcel mengendong Nara di dalam dekapannya.
"Aku bisa pake kursi roda" tolak Nara.
Namun Marcel tidak menghiraukan nya dia tetap mengendong Nara,nara yang malu pada orang-orang yang dilewatinya akhirnya menyembunyikan wajahnya ke dada Marcel. Marcel hanya tersenyum kecil atas apa yang dilakukan Nara.
setelah beberapa saat perjalanan,mobil yang ditumpangi mereka masuk ke area apartemen elite di kota itu, Nara yang melihat itu bukan arah ke rumahnya mulai melayang kan pertanyaan.
"Kenapa kita kesini? ini bukan arah ke rumahku"
"hemm mulai sekarang kamu tinggal di apartemen ku"
"tidak!!! aku tidak mau!!!"
"Tidak ada protes inaraa!!kamu akan tinggal disini sama aku!"
"keterlaluan kamu pak!! seenaknya saja kamu memutuskan semuanya! pokoknya aku mau pulang!!"
Namun Marcel tetap diam saja,dia segera mengendong Nara masuk ke dalam apartemen miliknya.
sesampainya disana,dia meminta suster untuk kembali besok saja,karena disana memang tak ada kamar untuk nya menginap.
Marcel meletakkan Nara hati-hati di atas ranjang king size miliknya.
"istirahatlah hemm" ucap Marcel lembut.
__ADS_1
"aku mau pulang!!"
"disini tempat kamu sekarang!"
"pak marcel keterlaluan,aku tidak mau jadi pacar kamu!!aku gak cinta sama kamu!"
Marcel duduk di depan Nara yang sudah mulai menangis karena kesal pada Marcel yang memaksa dia untuk tinggal di apartemen miliknya.
Marcel menghapus airmata yang keluar dari mata nara dengan ibu jarinya.
"Jangan nangis...aku mohon, aku tak bisa melihat kamu menangis!" ucap Marcel lembut sambil memeluk Nara.
"Bapak keterlaluan!!"
"jangan panggil bapak lagi Ra!kamu pacar aku sekarang!"
"Aku gak mau!"
"Ra..sayang....jangan panggil pak lagi ya"
kemudian Marcel melepaskan pelukannya dan mencium kening Nara.
"Dasar pemaksa!!"
"pokoknya aku gak mau kamu kenapa-kenapa lagi!cukup sekali kami bikin aku jantungan Ra!"
nara mengelengkan kepalanya,dia tidak bisa membayangkan serumah dengan nyonya Mariana sang kepala keluarga Martinez.
"disini aja ya..sama aku..sampai kamu sembuh dan bisa jalan dengan baik lagi"
"iya..." ucap Nara lirih.
"ya sudah tidurlah...kamu harus istirahat"
perintah Marcel dan diapun mulai ikut naik ke atas ranjang.
"kamu mau apa?"
"tidurlah sayang..apa lagi?? aku capek banget!!"
"gak!!aku mau tidur sendiri!!" tolak Nara dia tidak mau seranjang dengan Marcel.
"tidak ada kamar lagi Ra!"
__ADS_1
" tenang saja ,aku akan menyentuhmu disaat kamu siap" bisik Marcel dan langsung berbaring disisi Nara.nara melotot dengan apa yang didengar nya.
#######
"Mamaaaa...!" rengek Rena dipelukan mama sofia.
"kangen banget sama Renata nya mama"
"nginep sini vel?" tanya sang mama pada menantunya.
"iya ma... Rena ingin di sini"
"vel,ayo ke ruang kerja papa dulu" ajak sang mertua papa Alex.
Marvel mengikuti papa Alex masuk ke dalam ruang kerjanya.
"Bagaimana? sudah ketemu perempuan itu?"
"sudah pa!mereka membawanya ke tempat Davin! Davin punya tempat untuk mengitrogasi mereka!"
"Apa kamu pikir Leo ada dibalik ini semua?"
"apa papa punya orang lain yang bisa di jadikan tersangka lain?" tanya balik Marvel.
"papa bener-bener tidak kepikiran, tapi nyonya Mariana sudah punya rencana untuk masalah ini!"
"besok kita kesana bersama nyonya Mariana dan juga Rena" ucap papa Alex.
"tidak pa!!aku tak ingin Rena bertemu perempuan itu!" kata marvel sambil mengepalkan tangannya.
"Tidak vel!aku ingin dendam ini terputus!apa kau tidak kasihan pada Rena? bagaimana kalo kalian nanti punya keturunan dan masih diincar oleh mereka atau bahkan keturunan-keturunan mereka??"
Marvel diam,dan benar yang dikatakan oleh mertuanya, Marvel ingin rantai dendam itu terputus sampai disini dan dia bisa hidup damai dengan Rena bersama anak-anak mereka nantinya.
"Bagaimana kandungan Rena? apa masih bisa terselamatkan?"
"dokter felix bilang untung lebih awal tau,kalo tidak mungkin sangat mustahil untuk punya anak"
"yang sabar kamu vel!"
"iya pa...aku hanya ingin rantai dendam ini berakhir sampai disini"
"aku harap perempuan itu menyesali nya, Rena sangat menyayangi dia,dia merasa tertekan akan penghianat Maya!"
__ADS_1
ucap papa Alex,namun tidak dengan Marvel rasanya marvel sudah tidak sabar ingin menghabisi perempuan itu karena berani penyakit istrinya.
bersambung