Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
season 2 Martin Martinez


__ADS_3

Akhirnya Rissa menurut i apa mau Martin! mereka bergegas ke pelaminan memberikan selamat pada Randy dan Agnes.


"Selamat ya atas pernikahan kalian, aku turut berbahagia!" ucap Rissa di depan Randy dan Agnes


"Terimakasih Rissa dan semoga kalian cepat menyusul!" saut Agnes karena Randy hanya memandang ke arah Rissa tanpa berkata apapun, menyadari itu Martin segera melingkarkan tangannya di pinggang Rissa.


"Tentu saja kami akan segera menikah!" kata Martin dan di jawab senyuman dari Rissa, sungguh rasanya Randy tak terima dengan apa yang ada di hadapannya, tangannya hanya mengepal tanpa bisa berbuat apa-apa.


"Baiklah selamat sekali lagi buat kalian, aku pamit dulu ya...sudah malam!" pamit Rissa kembali, dan akhirnya mereka berdua berlalu dari sana.


"Abang!! udah ah.. lepasin tuh tangan!!" pinta Rissa ketika melihat tangan Martin masih berada di pinggang Rissa saat mereka sampai di parkiran hotel.


"Berisik!!" ucap Martin sambil melepaskan tangannya dan masuk ke dalam mobilnya.


"Abang! kalo seandainya Rissa pergi! abang kangen gak?" tanya Rissa yanga da di samping Martin.


" ngapain kangen!! gak banget!" saut Martin


"heheheheh abang bisa aja! ntar kangen baru tau rasa lho bang!!"


"Kita makan di mana?" tanya Martin mengalihkan perkataan Rissa.


"Rissa mau makan di restoran mewah bang!! mumpung cocok sama bajunya! cantik gini masa' makan di warteg!"


"Mumpung masih bisa jalan sama abang!"


Martin mengerutkan keningnya mendengar perkataan Rissa, Rissa seakan-akan berencana meninggal kan dirinya.


Namun Martin tak mau memikirkan nya, dia merasa tak masalah dengan apapun yang akan dilakukan oleh Rissa.


sampailah mereka di sebuah restoran mewah sesuai permintaan Rissa.

__ADS_1


"waaaahhh beneran kita makan di sini bang?" tanya Rissa antusias


"hemmm!"


"Waaah Abang sanggup bayar gak? ntar kita di suruh cuci piring lagi!"


"Hemmm!"


"ihh abang bule gitu deh!!"


"cepat an masuk! aku laper!" kata Martin sambil menarik tangan Akhirnya Rissa memesan makanan yang tertulis di buku menu dengan harga yang paling mahal, dia sengaja karena ingin makan makanan mahal malam ini, barang kali malam ini adalah malam terakhir dia bersama si babang bule. karena rencananya dia harus pulang kampung setelah menghadiri pernikahan Randy dan Agnes sesuai janjinya pada Agnes.Selesai makan malam Martin mengantar Rissa pulang ke kos annya.


"Makasih ya babang bule! Rissa seneng banget hari ini!"


"Makasih juga buat babang bule yang baik banget selama beberapa bulan ini! Rissa senang banget bisa kenalan sama babang bule!"


cup......kecupan singkat di bibir Martin membuat Martin kaget, namun belum juga dia berkata-kata Rissa sudah berlari masuk ke dalam kos-kosan nya.


"Dasar gadis nakal!" ucap Martin dan berlalu dari sana.


"Makasih Martin! selama beberapa bulan ini kamu sudah membuat aku melupakan kesedihanku!! makasih dan selamat tinggal!" ucap Rissa sambil menyeka air mata nya dan berlalu masuk ke dalam kamarnya.


Di hotel pernikahan Randy dan Agnes sudah selesai kini mereka berada di kamar hotel yang di dipesan oleh kedua orangtuanya, Agnes merasa biasa saja tanpa gugup sama sekali, karena dia yakin Randy tak akan pernah menyentuh nya, Randy dengan santainya masuk ke dalam kamar mandi dan beberapa saat kemudian keluar dengan piyamanya dan berbaring begitu saja di ranjang king size nya tanpa menegur Agnes yang menunggu giliran ke kamar mandi.


Agnes hanya membuang nafasnya begitu sampai di dalam kamar mandi, di lihatnya sebuah lingerie di siapkan untuk nya pasti oleh orang-orang suruhan orangtuanya. Agnes hanya memandang pakaian tersebut dan di pastikan Randy melihat baju tersebut ketika dia berada di kamar mandi.


Agnes memilih memakai jubah mandi yang ada di sana.


Agnes keluar dari kamar mandi dan melihat Randy sudah tertidur di ranjang, Agnes mencari selimut di lemari hotel dan dia menemukan satu selimut kemudian dia mengambil bantal yang ada di samping Randy dan tidur di sofa hotel tersebut, Agnes memang tak pernah tidur di ranjang walaupun itu di kamarnya sendiri, beberapa kali mendapatkan cambukan dari sang mama ketika dia tertidur di ranjang, padahal apa yang di minta sang mama belum di selesaikan nya, membuat Agnes merasa trauma bila tertidur di ranjang, dia tidur tak pernah nyenyak,makanya dia selalu tidur di sofa dan tak ada yang pernah tau itu sekalipun itu sang papa.


Tengah malam Randy terbangun seperti biasa, dia akan merasa haus bila tengah malam tiba, ketika melihat Agnes yang meringkuk di sofa membuat Randy binggung, dia tak pernah menyuruh Agnes tidur di sofa, kenapa dia memilih tidur di sofa? pikir Randy, namun dia hanya membiarkan saja tanpa mau memindahkan Agnes.

__ADS_1


Pagi hari di kosan Rissa


"Beneran Sa kamu pulang? gak balik lagi ke sini?" tanya Naura.


"Iya Ra, ayah sakit, ibu udah teriak-teriak di telepon kemarin!"


"Kamu udah pamit babang bule kamu itu?"


"Gak lah! ngapain! dia hanya aku anggap selingan yang lewat aja, mana berani aku berharap lebih dari itu!"


"Bukannya kamu cinta banget ya sama dia?"


"Ckck...ya gak berani lah aku Ra! liat tampang bule nya aja aku dah gak berani maju! apalagi tau kalo dia anak pemilik butik dimana aku kerja!!! mundur Langsung tanpa rem aku!! dia kaya buanget!! bisa di jadiin tulisan ' Wellcome' di depan pintu aku!!" ucap Rissa.


"Iihhh aku bakalan kangen kamu Sa!" ucap Naura sambil memeluk nya


" kalo kamu pulang liburan semester kan kita bisa ketemu! kecuali kalo aku mutusin jadi TKW ntar ya!"


"emang beneran kamu mau jadi TKW?"


"Tau ah! kamu tau kan? aku tuh bukan takut jadi TKW tapi aku takut naik pesawat nya! bisa gak sih sebenarnya jadi TKW dikirim nya pake kapal pesiar aja!" kata Rissa


"He he he he he enak kali ya jadi TKW, bisa jalan-jalan, duitnya banyak dan intinya bisa keluar negeri!"


"Jangan cuma dipikir enaknya aja!! pikiranin gak enaknya juga , mereka jauh dari orang-orang yang disayanginya, berjuang demi kesejahteraan masa depan mereka nanti! perjuangannya hebat menurutku! dan aku gak sehebat mereka! makanya aku gak mau😁😁!"


"Rissa hati-hati ya...sampai jumpa di kampung halaman!! cuma aku kesepian di sini!!" ucap Naura ketika mengantar Rissa sampai ke terminal bus.


"Iya..ya lagian kita kan bisa calling an juga Ra!"


"Ya udah ati-ati! naik bis sana!" perintah Naura yang melihat bus yang akan di tumpangi Rissa sudah siap.

__ADS_1


Dan akhirnya Rissa pulang kampung juga.


bersambung


__ADS_2