Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
49


__ADS_3

Setelah berbincang dengan sang mertua Marvel kembali ke kamarnya,di tangga Marvel berpapasan dengan mama sofia.


"sudah mau tidur vel?"


"iya ma..apa Rena sudah tidur ma?"


"belum...tapi mama sudah mulai mengantuk,mama tidur dulu ya vel"


"iya ma".


Marvel naik menyusuri tangga, dan mama Sofia masih memandang punggung menantunya itu.


"kadang aku masih belum percaya kalo dia jadi menantuku,hehehe...galak gitu bisa juga di taklukkan sama Rena" ucap mama sofia lirih kemudian melanjutkan jalannya menuruni tangga mencari suaminya.


ceklek...


Marvel masuk ke kamarnya, dilihatnya Rena sedang bermain dengan ponselnya.


"Letakkan ponsel itu!"


ucap Marvel dengan nada galaknya.sepertinya sifat galak Marvel tak bisa hilang begitu saja meskipun Marvel sudah terlihat bucin pada Rena,namun sifat galaknya pada Rena masih sama saja tak ada yang berubah,dan Rena mulai mengerti tentang sifat sang suami.


"Aku sedang membalas chat Nara!kamu tau sepupumu itu sinting!!"


kata Rena sambil meletakkan ponselnya di meja disebelah ranjang.


Marvel mengerutkan keningnya,tanda bertanya pada Rena.


"iya...bule sinting itu menculik Nara dan membawanya ke apartemen Marcel!"


ucap Rena kemudian.


"Baguslah,Nara aman disana!"


kata Marvel sambil merangkak naik ke ranjang menyusul sang istri.


"Aman apanya? justru Marcel bahaya pertama buat Nara,aku yakin bule sinting itu sedang 'enggak-enggak' in Nara!! bisa dilihat dari muka mesumnya itu!"


ucap rena berapi-api.


"Kalo mereka saling suka ,kenapa enggak?"


"ciihh... lelaki sama saja!! n*fsu nya aja yang di kedepankan!!"


"Memangnya aku juga begitu??!"


Marvel merasa tak terima dikatakan seperti itu, langsung duduk menghadap Rena,merasa terancam bahaya Rena mencoba membenahi kata-katanya.


"Bukan kamu kok sayang,,,maksud aku tuh..ehhmmm"


Rena binggung harus meralat kata-katanya dari mana.


"Dasar istri durhaka!! kamu memang harus banyak di ajari sopan santun!!"


ucap Marvel tegas dan ketus.


Rena merasa kaget dengan apa yang dikatakan suaminya dan atas apa yang dilakukan suaminya, pasalnya dengan ketusnya Marvel berkata seperti itu sambil membuka kancing baju tidurnya.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan bang?"


"Perkos*a aku malam ini! nanti aku ajari cara bersopan santun pada suami!!"


"Apa??!!!? abang gila!!!"


Seperti biasa, Marvel bukanlah orang yang mudah ditolak,malam ini mau tak mau Rena yang memimpin pergulatan mereka,dan seperti biasa pula Marvel tersenyum di penghujung kegiatan panas mereka dengan senyum kemenangan.


"Maya sudah tertangkap!"


ucap Marvel, seketika wajah Rena sendu dan Marvel yang sangat peka dengan istrinya kemudian melanjutkan kata-katanya


"Besok kamu boleh ikut menemui dia, sekarang tidurlah"


Marvel membawa Rena ke dalam dekapannya dan mereka tertidur bersama.


#######


"Bos!!" sapa seseorang yang ditugaskan menjaga Maya dan 2 orang anaka buahnya.


"dimana dia?" tanya Davin.


Ya ini adalah markas anak buah Davin, bekas anak-anak dan preman jalanan yang di angkat Davin dari jalanan dan diberikan kehidupan yang layak oleh Davin.


sebuah rumah singgah yang cukup luas dan berisikan bekas anak-anak jalanan dan preman jalanan yang memilih ikut Davin dan hidup lebih baik.


"Di ruang belakang Bos, perempuan itu aku tempatkan di kamar paling belakang! dan 2 anak buahnya di ruang bawa tanah!"


"Ayo semua kita temui perempuan itu!"


namun Rena menolak.


"Biarkan aku bertemu dengan dia sendiri!"


"Biar aku temani!"


kata Marvel


"tidak...aku sendiri saja"


"kalo begitu kita kembali saja! Hen!! tak perlu mengorek keterangan dari wanita sialan itu! bunuh saja langsung!"


Rena kaget mendengar apa yang diperintahkan suaminya.


"Apa maksud kamu bang!!"


"Jelas kan!! kalo tak ingin aku temani, sebaiknya tak perlu menemuinya!"


kata Marvel dengan galaknya,dia bener-bener tak akan memberi celah pada Maya sedikit pun,tak akan dibiarkan wanita itu menyakiti Rena lagi.


"Mama yang akan menemuinya dulu, ayo Alex kita masuk dulu"


Nyonya Mariana akhirnya masuk kedalam kamar tersebut,entah apa yang dibicarakan dengan Maya hampir satu jam lamanya nyonya Mariana baru keluar dari kamar itu.


kemudian Rena masuk dan tentunya saja di kawal oleh Marvel suaminya.


ceklek...

__ADS_1


Rena masuk sambil menatap Maya dengan sendu.


"apa kabar may?"


Maya hanya diam tanpa memandang wajah Rena, rasanya benci bercampur sayang yang dirasakan Maya sekarang membuat seorang Maya tak sanggup menatap kedua mata Rena.


"Aku dengar kami belum makan,ini makanlah lebih dulu"


ucap Rena sambil menyodorkan sepiring makanan yang dia bawa dari luar.


"Jangan mencoba berbuat baik padaku!"


kata Maya dengan ketus.


"Aku tidak pernah mencoba may,aku selalu berbuat dan aku tulus padamu, kenapa may? kenapa kamu seperti ini... hiks....hiks..!


Maya juga ikut larut dalam kesedihan Rena, sungguh dia tak membayangkan hubungan nya dengan Rena akan seperti ini.


tut....tut....tut...


"Hallo" sahut si penerima telepon.


Rena menekan tombol loudspeaker


Deg...


Maya langsung mendongakkan kepalanya menatap Rena, air yang hampir jatuh dari matanya di tahan sebisa mungkin.


"Bu... Nana kangen!"


Rena sengaja menelpon ibu dan ayah Maya karena Rena yakin mereka tak tau apa-apa tentang Maya.


"Naaaa.... ibu juga kangen sayang....kamu kemarin kenapa gak ikut pulang sama Maya kamu baik-baik saja kan?"


"Nana baik bu,bapak dan ibu juga baik-baik saja kan?"


"iya ibu baik saja,tapi sudah seminggu ini Maya susah dihubungi,apa dia baik-baik saja na?"


"Dia baik saja bu,hanya sedang sibuk!"


"bu... boleh nana bicara?"


"bicara apa?"


" Nana menyimpan sebuah dendam dimasa lalu atas kematian seseorang yang sangat Nana sayangi bu, menurut ibu apa yang harus Nana lakukan bu? Nana hanya gak ingin salah jalan! bolehkah nana minta pendapat ibu?"


kata Rena sambil memandang Maya dengan mata berkaca-kaca.


"Na.... ikhlas adalah kunci utama dalam menghadapi dendam kita pada seseorang,mau sebenci apapun kita pada orang itu, toh tak akan mengembalikan dia yang sudah tiada....dendam akan membuat jalan hidup kita hancur,namun sebaliknya ikhlas akan membawa kedamaian dalam hati,apapun penyebabnya dia pergi...itu tak lepas dari takdir yang sudah ditentukan Tuhan!dan apa kamu pikir dendammu akan membuat yang tiada akan bahagia?? bisa jadi dia menangis melihat kita yang seperti itu!...jadi ikhlaskan na... semuanya!"


nasehat dari ibu Maya yang memang sengaja Rena tujukan untuk Maya,


mendengar semua kata-kata ibunya Maya duduk bersimpuh dilantai kamar sambil menutup mulutnya rapat-rapat agar tak terdengar oleh ibunya yang masih berada di sambungan telepon Rena.


Rena menutup sambungan telepon setelah mengucapkan terimakasih, lalu mencoba mendekati Maya,namun Marcel menahannya, Marvel orang yang tak mudah percaya setelah di hianati.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2