Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
006


__ADS_3

Di Perusahaan besar Martinez's Group sedang diributkan dengan berita kedatangan putra nyonya Mariana yang akan datang mengantikan sang mama.


karena banyak karyawan baru yang tak tau wajah dari Marvelo menjadikan mereka sangat penasaran.


banyak desas-desus yang beredar di kalangan karyawan,dari yang mengatakan betapa tampan dan gagah nya seorang Marvelo bahkan sampai berita sadisnya dia Ketika seseorang mengusik ketenangannya.


"Hendra......"


"ya nona rena"


"dengar!...kau yang akan mengampingi tuan Marvelo,dia tidak menginginkan sekertaris wanita,jadi kamu akan merangkap sebagai asisten dan sekertaris pribadinya nanti" terang Renata kepada Hendra.


"dan aku mbak? gimana nasib aku mbak?" ucap lily cemas,karena selama ini dia dijadikan sebagai sekertaris nyonya Mariana sebagai Ceo perusahaan.kalo Ceo baru anti sekertaris wanita bagaimana nasibnya,pikir Lily.


"Kamu akan jadi sekertaris Hendra,tentu hubungan mu dan laporan-laporan hanya kepada Hendra bukan pada Ceo baru, pengerti Lily?"


"oohh.... mengerti mbak"


"pindahkan kursimu ke dalam ruangan Hendra yang baru,dan kamu hen,ruangan sebelah ruang Ceo adalah tempat mu sekarang"


"baik nona" jawab hendra singkat.


Renata adalah tangan kanan nyonya Mariana, kedudukan nya hampir sama dengan Ceo perusahaan,namun sekarang dia menjabat sebagai wakil Ceo yang baru mengantikan sang papa,karena Marvel menolak tangan kanan ataupun sekertaris wanita,maka dengan berat hati nyonya Mariana memberikan jabatan wakil Ceo pada Rena,padahal dia ingin menjadikan Renata sebagai asisten pribadi Marvel agar mereka lebih dekat.


Marvelo pun masuk ke perusahaan, setelah acara perkenalan selesai,nyonya Mariana pergi bersama asisten alex untuk menuju perusahaan miliknya sendiri yang dulu dipercayakan pada Dion orang kepercayaannya.


tok...tok...tok...


"masuk..."


" selamat pagi mister.." ucap Rena yang masuk bersama Hendra.


Marvelo memandang sekilas Renata dan mempersilahkan mereka untuk duduk.


"duduklah!"

__ADS_1


"tidak perlu mister....saya kemarin ingin memperkenalkan diri dan asisten anda"


"Saya Renata wakil Ceo di sini,kedepannya kita akan kerja sama dan saya akan dengan sedang hati membantu anda mister"


"dan yang disamping saya ini adalah Hendra,dia adalah asisten sekaligus sekertaris anda mister".


Marvel hanya memandang mereka bergantian,kemudian dia memandang renata dengan pandangan yang sangat tajam.


"apa kamu anak paman Alex?"


"benar mister,saya anak tuan Alex"


"aku dengar kamu cukup bisa diandalkan, baiklah mari kita saling kerjasama"


"baiklah kamu boleh keluar,dan kamu..siapa namamu tadi?" tanyanya pada Hendra.


"Hendra mister" jawab hendra singkat.


"bacakan jadwalku hari ini!"


"hemm"


######


"huuhhh...... kayak keluar dari kulkas aja aku" gumam Rena lirih.


"mbak....mbak......hus..hus..mbak rena"


Rena menoleh ke arah suara yang berbisik itu, setelah tau siapa yang memanggil nya dia mengerutkan dahinya,dia heran mengapa Lily bersembunyi di balik pintu ruang kerjanya sendiri.


"ada apa mbak?" ucap Rena,jangan lupakan wajah datarnya bila berhadapan dengan karyawan nya.


"apa bos sangat menyeramkan?tadi aku liat di lobby...idiihhhh mukanya sih ganteng tapi galak!!... gimana nasibku ya mbak?"


Lily adalah mantan sekretaris nyonya Mariana,dia 3 tahun lebih tua dari Rena,tapi karena kedudukannya dibawah Rena dia selalu memanggil Rena dengan embel-embel mbak.dia sudah 2 tahun menjadi sekertaris CEO yang dulu dipegang nyonya Mariana.

__ADS_1


"bukankah sekarang mbak sekertaris pak Hendra?jadi aku rasa mbak Lily tidak perlu khawatir,betul?"


"hehehehe iya juga ya....ya udah mbak saya kerja dulu".


Tanpa menjawab, Renata telah berlalu menuju ke ruangan yang ada dibawah satu lantai dengan ruangan Ceo.


"huh!!!!....Ceo nya galak!! wakilnya jutek!!....pasangan yang cocok banget!!gue doain mereka jodoh! biar runyam sekalian!!..


hihihihi" Lily tertawa cekikikan sendiri membayangkan Ceo dan wakil nya menikah.


"Apa kamu berencana membuka biro jodoh Lily?"


ucap Hendra yang ternyata sudah ada dihadapan Lily tanpa dia sadari.


"eh....hemmm...tidak pak" jawab Lily panik karena merasa tertangkap basah.


"mulai sekarang atur tata bicaramu Lily!semakin banyak bicara,maka hidupmu akan semakin bahaya! kamu paham??!"


glek...


susah payah Lily menelan salivanya.


"pa...paham pak!" jawab Lily dengan wajah yang terlihat ketakutan.


Hendra masuk kedalam ruangannya di ikuti oleh Lily, setelah didalam Hendra memberikan pekerjaan yang cukup banyak kepada Lily.


kemudian Hendra larut dalam pekerjaannya.


'hais.....gak Ceo,gak asisten nya,gak juga wakil Ceo nya semuanya kayak singa,aku rasa usia nyawaku berkurang 3 hari bila terus menghadapi mereka ber tiga' batin Lily sambil mengetuk-ngetuk keningnya dengan pulpen yang ada ditangannya.


Hendra yang tak sengaja melihat apa yang di lakukan Lily, mengerutkan dahinya,dengan spontan dia bersuara...


"apa kau butuh palu untuk mengetuk keningmu biar lebih kencang?"


"eh...apa???" teriak Lily dan langsung berdiri sambil menutup mulutnya ketika menyadari bahwa dia berteriak dihadapan bosnya itu.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2