Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
41


__ADS_3

Setelah menuntaskan kehendaknya, Marvel mengajak Rena makan siang,muka Rena yang cemberut membuat Marvel lebih gencar mengodanya.


"Kenapa?? mau lagi? nanti di lanjut dirumah aja.. pekerjaanku masih banyak"


ucap Marvel seolah-olah Rena lah yang meminta pertempuran mereka.


"Dasar mesum kamu bang!!! nyesel aku datang kesini!!"


"ciih nyesel?? nyesel tapi menikmati!"


"Abang gila!! sekarang aku jadi gak bisa ketemu Nara!"


"Tinggal datang aja kesana" ucap Marvel datar.


"bagaimana mau kesana kalo leher aku udah kayak macan tutul baaaanggg!"


Rena bener-bener kesel dengan sikap Marvel,dia menyangka Marvel akan berubah jadi cowok yang romantis atau paling tidak tersenyum saat bersamanya, nyatanya suaminya tetep menjadi sosok yang datar dan galak.Ide gila tiba-tiba terlintas di benak Rena, Marvel yang baru selesai makan dan masih terduduk di sofa sambil menyandarkan punggungnya.


Dengan tiba-tiba Rena naik kepangkuan Marvel dan bergelayut manja seperti anak koala.


"Re turun....apa yang kau lakukan!"


"Gak!!! aku gak akan turun!"


"Apa mau kamu re! aku sudah bilang aku banyak pekerjaan...turun sekarang!!" ucap Marvel dengan galaknya.


"Beri aku sebuah senyuman manis, setelah itu kau baru ku lepas"..bisik Rena di samping telinga Marvel.


Oh Tuhan demi apapun re,kalo ingatanmu pulih maka kau akan sangat malu dengan perbuatanmu sendiri.


Marvel yang memang jarang sekali tersenyum hanya diam tanpa menanggapi permintaan sang istri.karena di acuhkan Rena mulai memancing Marvel, Rena berpikir perkerjaan Marvel yang sedang menumpuk menunggu untuk diselesaikan, dan itu yang membuat Marvel tak mungkin menyerangnya lagi.


"Beneran bang,gak mau senyum?" ucap Rena sambil bermain di kancing baju Marvel.


"Turun re!... pekerjaan ku banyak!"

__ADS_1


"apa susahnya senyum sih bang?"


kali ini tangan Rena sudah nakal masuk ke dalam baju Marvel,mengusap dada bidang suaminya.Bersamaan dengan itu Hendra yang memang sedari makan siang tadi sudah di suruh Marvel untuk masuk ke ruangan nya tanpa mengetuk Hendra langsung masuk ke dalam,sekali lagi Hendra melihat pemandangan yang tak senonoh di ruangan itu.


"Hen, batalkan janji hari ini dan kau kerjakan semuanya, keluarlah sepertinya istri ku kurang puas tadi!"


ucap Marvel kembali masuk ke kamar pribadinya,dan jangan tanyakan bagaimana Rena,dia menutupi wajahnya dengan masuk ke dada suaminya,jika melihat posisinya sekarang, terlihat bahwa dialah yang sedang mengoda Marvel membuatnya semakin terlihat malu.


"Dasar bos gila!!!" dan sekali lagi Hendra mengumpat sepasang suami-istri yang tengah dimabuk asmara,sambil berlalu dari ruangan itu.


Suara- suara laknat dari mulut Rena mengema di kamar pribadi yang ada di ruang kerja Marvel,Marvel hanya tersenyum tipis melihat istrinya yang menguasai permainan mereka, Marvel memang memaksa Rena untuk memimpin pergulatan mereka kali ini.


"Kau senang?"


tanya Marvel sambil membalikkan tubuh Rena dan sekarang ada dibawah kungkungannya.


"2 ronde lagi sayang..." ucap Marvel,Rena mengeleng tanda tak setuju namun Marvel hanya tersenyum tipis sambil menghentakkan kembali rudal miliknya, akhir-akhir ini Marvel banyak sekali berbicara ditengah pergulatan mereka.padahal jika saja Rena ingat, Rena akan mendapati Marvel yang berbeda.


Dulu Marvel hanya diam dan menikmati sampai batas puncak pergulatan mereka, namun sekarang dia lebih sering menanyakan hal-hal aneh yang kadangkala membuat pipi sang istri merona merah karena malu.


Marvel mencium kening Rena yang sedang mendekapnya, Marvel bener-bener membuktikan perkataannya,dan Rena sudah lelah dan terlelap.


rena merasa menyesal tadi sudah meminta senyuman manis dari suaminya,kalo jadinya seperti ini jelas dia akan memilih untuk menemui Nara,bagian dari tujuannya ke kantor Marvel.


######


"Maaf ya Ra...aku baru bisa nemuin kamu"


"iya gak papa...aku maklum kok"


"Bagaimana keadaan kamu sekarang?"


"hiks...hiks... brengs3k banget tau gak si Feri hiks..."


"udah Ra.... untung kamu tau belangnya sekarang,coba nanti? pas kamu udah kasih segalanya sama dia...ya kan?" Rena coba menenangkan Nara sahabatnya.

__ADS_1


"Aduuhhh...."


"kenapa re...??" tanya Nara panik.


"perut aku sakit!...Dasar bule mesum!! ini karena ulah dia,gak puas kalo hanya 1X ampe kram perut aku!"


"Heleh!!! kamu juga menikmati nya kan?!!"


"kok tau?" tanya Rena sambil cengengesan.


"Kalo kamu ingat re,aku jamin kamu pasti nyesel udah manja-manja ma suami mesum kamu itu!!"


"emang kenapa?"


"dulu tuh kamu jutek banget! sama aku aja kamu jutek!,dan seingat ku kalo kalian berselisih paham,kamu bakalan hajar dia sampai ruangan suami kamu itu berantakan,kamu kan pinter bela diri..yaahhh walaupun pada akhirnya kamu akan berakhir mendesah juga di atas ranjang!


karena bagaimanapun bule gila kamu itu tetep lebih unggul daripada kamu!!" terang Nara panjang lebar.


"beneran? aku sehebat itu??" ucap Rena tak percaya kalo dia pemegang sabuk hitam di berbagai bela diri yang dia ikuti.


"ya.. kehebatan kamu sekarang bertambah!" ucap Nara kesal.


"kok bisa?"


"Iyalah!! kamu hebat bikin suami kamu tambah mesum!... gara-gara kedatangan kamu tadi ke kantor,bikin jadwal meeting berantakan!!"


"eh kok gitu?.....trus semua orang pikir yang aneh-aneh dong soal aku?" tanya Rena malu membayangkan para pegawai kantor suaminya yang membicarakan mereka.


"Ya emang kamu lagi aneh-aneh sama Mr.Galak itu kan?"


"Hehehehehe abis enak sih Ra....cobain gihh ama Marcel juga boleh..." goda Rena sambil menaik turunkan alisnya.


"Dasar temen lakn4t!!!!" pekik Nara sambil melempar batal ke arah Rena.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2