
"baik!! langkah awal aku akan membuat dia menyesali hidupnya,aku akan melenyapkan janin yang ada di rahim nya,dialah keturunan Martinez juga
jadi sekali mendayung dua pulau terlampaui....hahahahhahaa"
mendengar itu,rahang Marvel mengeras, tangannya mengepal menahan amarahnya.
"B4NGSAT!!!! lepaskan dia!!" Marvel berlari hendak menerjang Leo,sayang dengan cepat anak buah Leo memegang kedua tangan Marvel.
Marvel terus meronta-ronta, berusaha melepaskan diri dari anak buah Leo.
" Lepas!!!!berani kamu menyentuh dia!aku pastikan,aku akan membunuhmu".
"hahahajahhahahaa....kau!" tunjuk Leo pada anak buahnya,
"minumkan obat ini pada wanita itu,mari kita liat tuan Martinez... bagaimana anakmu yang masih janin itu merenggang nyawa"
"tidak...tidak... tidak....! hentikan!!" teriak Marvel.
Dia menatap Rena dengan amarah nya, seseorang sedang memaksa Rena meminum obat yang di yakini Marvel biasa di pake untuk 4borsi janin.
"jangan menelannya Rena!!!jangan....!! teriak Marvel kembali.
Rena memandang Marvel dengan mata sendunya,seakan dia berkata 'maafkan aku,aku tak bisa menjaga nya'.
Rena yang sudah tak punya kekuatan lagi hanya pasrah ketika seseorang telah berhasil memaksanya dan obat itu telah tertelan olehnya.
"B4NGSAT!!!! aku akan menghancurkan kalian!!"
"hahahahhahaa dengan senang hati tuan Martinez,namun sayangnya anda yang akan lebih dulu menemui papa anda di surga! bukankah anda sudah sangat rindu dengan beliau tuan Martinez??"
Setelah beberapa saat obat itu telah bereaksi, Rena sudah terlihat kesakitan di area perutnya.
"Marvel..." ucap lirih Rena,yang hanya bisa di lihat marvel dengan isyarat bibirnya Rena, karena Rena sudah sangat kesakitan dan hampir tak sadarkan diri.
Braaakkkk...
__ADS_1
Tiba-tiba pintu gudang ditendang seseorang dari luar.anak buah Leo sudah berhamburan menyambut sang mendobrak pintu.
pertarunganpun tak terhindarkan,Leo yang mencium bau tak mengenakan dengan situasi yang sedang terjadi memilih untuk pergi dari tempat itu.
Namun tanpa di duga dia justru mendapatkan serangan timah panas dari seseorang yang entah dimana keberadaannya.
Marvel tak menyia-nyiakan kesempatan,melihat Leo yang terluka dia langsung melayangkan bogem mentah nya secara bertubi-tubi ke arah Leo,
mereka adalah lawan yang seimbang,ditambah lagi keduanya terkena timah panas di kaki mereka masing-masing.
sampai akhirnya pertarungan dimenangkan oleh Marvel.Leo terkapar dengan luka di sekujur tubuh dan wajahnya.
"Rena!!!!!" teriak Hendra membangunkan rena,ya.. seseorang yang mendobrak pintu gudang adalah hendra,di sisi lain Davin sang penembak jitu telah keluar dari persembunyiannya dan masuk ke dalam gudang.
"Re....bangun re...bangunn!!!" teriak Hendra lagi.marvel yang mendengar teriakkan Hendra berlari ke arah Rena.
"Rena!!!"
Hendra mundur setelah melepas tali ikatan Rena,dia membiarkan Marvel yang suaminya lebih berhak khawatir pada Rena.
"tuan!ayo kita bawa rena ke rumah sakit...cepat!" bentak Hendra tanpa sadar karena panik.
Marvel yang linglung diam saja sambil mendekap Rena.sampai suara Davin ikut keluar.
"Vel....!!! ayo cepat...bawa istrimu!!"
"kau urus semua hen!!" perintah Marvel setelah bisa menguasai dirinya.
Marvel berlari kearah mobilnya,lalu bergegas menancapkan gas ke arah kota,mereka memang dibawa ke sebuah pelosok desa yang amat jauh dari kota.
Rena yang masih tersadar namun sudah nampak lemas.menyadari bahwa dia di bawa dengan mobil Marvel,dia mulai menolak.
"jangan!!..... hen-hentikan mobilnya....jangan!!" ucap Rena terbata-bata dengan sangat lirih.
bukannya berhenti Marvel malah menambah laju mobilnya,dia tak ingin terlambat sampai rumah sakit.
__ADS_1
"jangaaannn! berhenti...." ucap Rena lagi.
"Diam!!! kau sedang terluka!apa kau tidak bisa diam saja hah??"
Rena tak mau terjadi apa-apa terhadap Marvel, kalau pun dirinya tak selamat,dia tak akan menghiraukannya karena dia berpikir toh dia akan mati juga setelah menelan obat yang diberikan oleh Leo,namun berbeda dengan Marvel yang masih bisa di selamat karena hanya kakinya saja yang terkena timah panas.
ternyata Rena mendengar perbicaraan Leo dan anak buahnya,bahwa mobil Marvel telah di pasangi bom dan di potong kabel rem nya, Leo ternyata mengantisipasi apabila dia gagal menjalankan tugasnya dan Marvel berhasil kabur maka Marvel akan mengunakan mobilnya untuk lari.
"Marvel berhenti!!!....mobil ini su-sudah disabotase!...remnya blong...dan a-ada bom"
Marvel yang mendengar apa yang diucapkan Rena mulai khawatir dan mencoba mengijak rem,dan benar saja apa yang dikatakan Rena.
Rena melihat ada sungai disepanjang jalan yang di lewati nya.
"kita lompat vel!!....ok" ucap Rena sambil menahan sakitnya.
"kau tidak apa-apa??" tanya Marvel dengan wajah cemasnya.
"ya kita lompat!....siapp??" tanya Rena.
Marvel yang semula ragu akhirnya mengangguk,diapun tak mau mati konyol dengan meledak bersama mobilnya, bagaimana pun dia harus menjaga Rena istrinya.
Lain halnya dengan Rena,kalopun melompat dia takut mobil akan berhenti tak jauh dari dirinya dan marvel dan ledakan dari bom dalam mobil akan tetap mengenai dia dan Marvel.
dengan hitungan ke 3 Rena mendorong Marvel lewat pintu kemudi yang telah terbuka,lain dengan Rena yang malah melompat ke depan kemudi dan mengemudikan mobil menuju ke arah sungai..
Rena memandang jauh ke arah Marvel yang masih berguling di tanah,dia teringat dengan kata-kata sang papa..
'ingat re... keselamatan dan kehormatan keluarga Martinez adalah nomor satu...kita harus selalu ada di barisan depan keluarga Martinez'
Rena tersenyum manis,..."selamat tinggal Marvel!"....
ciiiittttt....byuuurrrrr.....mobil masuk ke dalam sungai dan beberapa saat kemudian...
duaaarrrrr....!!!!
__ADS_1
bersambung