Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
023


__ADS_3

4 Bulan telah berlalu, Marvel dan Hendra terus menjadi jejak keberadaan Rena,dia menyusuri sungai mencari barangkali Rena terseret arus sungai karena pada saat kejadian air sungai sangat deras.


sungai yang tak berbatu besar juga memungkinkan Rena untuk tidak terluka karena benturan batu jikalau Rena terbawa arus.karena di sekitar sungai terdapat beberapa perkampungan warga, walaupun tempat itu sedikit terpencil namun masih ada perkampungan yang terlihat disana.


Dan disinilah Marvel sekarang,tidur berbaring di atas ranjang kamar Rena, setelah kepergian Rena marvel sering meminta ijin Alex sang mertua untuk menginap di rumahnya,dan tertidur di kamar Rena.


Dikamar itu juga, Marvel menemukan fotonya yang terbingkai rapi dan terletak di samping tempat tidurnya,sebuah buku diary yang diyakini Marvel belum lama ditulis oleh Rena, bercerita tentang bagaimana perasaan nya dan berusaha untuk mencintai Marvel setelah tau akan berita perjodohan nya sekitar 3 hampir 4 tahunan yang lalu.


Marvel masih terlelap dalam tidurnya,dia memutuskan untuk bermalas-malasan karena ini adalah weekend.dia ingin lebih lama menghirup aroma istri juteknya.kerinduan yang tertanam dihati Marvel sangat besar.Marvel heran mengapa dia bisa begitu rindu pada istri juteknya itu,apa dia sudah jatuh cinta??pikir marvel,namun bagaimana rasanya jatuh cinta saja Marvel tidak tau,dia yakin bahwa rasa yang ada dihatinya adalah rasa bersalah karena tak bisa melindungi sang istri.


drt.....drt.....drt...


berulang kali hp Marvel berbunyi,namun yang empunya tak menghiraukan dan memiliki untuk terlelap lebih lama.hingga suara ketukan dari luar kamar mengharuskan dia untuk bangun.


"ada apa?" ucap Marvel sambil mengucek matanya.


"Hendra menghubungi papa, katanya kau tidak mengangkat telponnya,dia bilang penting" ucap Alex...,ya Marvel melarang papa Alex untuk memanggilnya tuan muda jika berada dirumah Alex, Marvel ingin dianggap sebagai menantu keluarga tersebut,dan papa alex mengikuti semua kemauan Marvel.


"iya ..pa...aku hubungi Hendra dulu"


setelah perbincangan itu, Marvel segera menghubungi Hendra.


setelah telpon diangkat, Marvel segera menjauhkan HP nya dari telinganya,karena suara Hendra sudah tak ramah lagi padanya.


"Kemana aja!!kenapa tidak angkat telpon nya tuan muda Martinez!!!" teriak Hendra disebrang sana.

__ADS_1


"Berani kau berteriak padaku Mahendra Sanjaya!!!!"


"haissshh......aku sudah frustasi membangunkan singa yang sedang tidur ini" ucap Hendra.


begitulah hubungan keduanya sekarang, setelah pertikaian mereka di saat rena masuk kedalam sungai beserta mobilnya 4 bulan yang lalu.


kala itu...


"Apa kau bilang????cemasmu sudah pada tempatnya???haah??!!" teriak Marvel sekali lagi mendengar Hendra mengatakan jika cemasnya pada Rena sudah pada tempatnya.


"berani kau menaruh hati pada istri bosmu sendiri?dasar brengs3k!!!" ucap Marvel sambil berdiri dan melayangkan pukulan ke arah Hendra,hendra yang tak siap akan semuanya akhirnya menerima pukulan dari Marvel.


Asisten Alex yang kala itu sedang berada disana hanya membuang nafas beratnya,dan akhirnya hanya memperhatikan pertarungan mereka,dan menggangkat tangan kanannya memberi tanda agar tidak ikut campur karena beberapa anak buahnya sudah mau melerai pertikaian mereka berdua, walaupun mereka binggung mana yang harus mereka tolong,disatu sisi ada Marvel orang yang jelas-jelas mengaji mereka,dan disisi lain ada Hendra sang bos bodyguard yang mereka segani selama ini karena mereka dibawah kepemimpinan Hendra.


Sedangkan Davinlah yang pada akhirnya menjadi pelerai di antara mereka,emosi Marvel yang tidak terima menaruh hati pada istrinya sudah hampir membuat Davin kewalahan menahan tubuhnya Marvel.


Hendra yang hendak menyerang Marvel berhenti juga.hendra yang terbawa suasana perkelahian mereka bahkan sudah lupa bahwa yang di hajar saat ini adalah big bos nya sendiri.


dengan nafas yang masih tersengal-sengal, akhirnya mereka berdua terduduk kembali di rerumputan seperti semula.


"Bahkan kalian bisa-bisanya berkelahi disaat kita sedang berduka,karena Rena belum ditemukan!" suara asisten Alex memecah keheningan itu.


"Dia.... lelaki tidak tau diri yang sudah berani menyukai istriku!!" ucap Marvel tajam.


"kau bahkan tak mendengar penjelasan ku!" ucap Hendra tak mau kalah.

__ADS_1


"kau???"" Marvel sudah hampir berdiri lagi.


"sudah cukup!!" asisten Alex menghentikan perdebatan diantara mereka lagi.


Hendra tampak menerawang memandang ke atas langit yang hampir terhalang rimbunnya pohon-pohon besar di sana.kemudian dia merebahkan diri diatas rerumputan yang dia duduki.


"Aku dan Rena berbeda 7tahun,selama hampir 12tahun setelah aku lulus SMA, aku terus berada disampingnya walau dia tak pernah menyadari kehadiranku,


memastikan dia baik-baik saja, memastikan dia mendapat teman-teman yang menerima dirinya, memastikan dia tersenyum dengan ceria, semuanya.... walaupun pada kenyataannya dia tumbuh menjadi gadis yang mandiri dan tangguh"


"semuanya tidak masalah bagiku,sampai tuan Alex sendiri yang membawa aku dan berada disampingnya,ya...disamping Renata aukarin Wijaya..,.gadis yang selama ini aku lindungi".


"yang pasti menjaganya bagiku yang paling utama diatas segalanya! karena itu adalah janjiku pada mendiang kakakku" Hendra bercerita sambil menerawang mengingat bagaimana pertemuan pertama dan akhirnya menjadi pertemuan terakhir dengan sang kakak


'hen....nitip karin ya,..kamu harus selalu menjaganya... walaupun kalian nanti jarang bertemu'...kata perempuan cantik dengan menggandeng anak gadisnya.


'kakak gak pulang?' tanya Hendra


'kakak belum bisa pulang,ayah masih marah sama kakak...nanti kakak pasti pulang,jaga ayah baik-baik ya... jadilah pria yang kuat...okey hen??'


'iya kak...'


'jangan lupa jaga karin,dia adalah keponakan kamu hen'...kata Rita kakak hendra kala itu.


' pasti kak... Hendra akan jagain karin!'

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2