
Rena memandang jauh ke arah Marvel yang masih berguling di tanah,dia teringat dengan kata-kata sang papa..
'ingat re... keselamatan dan kehormatan keluarga Martinez adalah nomor satu...kita harus selalu ada di barisan depan keluarga Martinez'
Rena tersenyum manis,..."selamat tinggal Marvel!"....
ciiiittttt....byuuurrrrr.....mobil masuk ke dalam sungai dan beberapa saat kemudian...
duaaarrrrr....!!!!
Marvel yang menyadari bahwa Rena mendorongnya dan tak keluar dari mobil, bangun dan berlari ke arah mobil yang jauh berjalan ke arah sungai...
Tiba-tiba dia berhenti ketika mendengar suara ledakan dari arah sungai..
"tidak...tidak...tidak...re...jangan re..jangan!!!" gumam Marvel sambil kembali berlari ke arah suara ledakan.
Dari arah belakang terdengar suara mobil berhenti, ternyata mereka ada Davin dan Hendra.
mendengar suara ledakan mereka bergegas keluar dari mobil dan menghampiri Marvel yang sedang berlari sambil tertatih-tatih karena luka tembak di kakinya.
"Renaaaaaa....tidak....renaaaaa!!" teriak Marvel dengan terus berlari tertatih.
"Marvel!! Marvel..ada apa??? mana Rena??"
Marvel tak mempedulikan panggilan Davin,dia terus berlari dan berhenti tak jauh dari sungai,dan tiba-tiba mobil yang sudah setengahnya masuk ke dalam sungai dengan aliran sungai yang sangat deras masih bisa meledak untuk kedua kalinya.
Akhirnya davin dan Hendra saling padang dan sekarang sudah paham akan situasi nya.
Hendra yang emosi segera mencengkeram kerah baju Marvel,dengan emosi dia mulai berteriak pada Marvel.
"Sudah aku katakan jaga dia!!!kenapa dengan bodohnya kamu yang dijaga sama Rena!!!hah???!!!"
__ADS_1
"Si4lan!!!...."
bugh...bugh..bugh...
pukulan bertubi-tubi di berikan Hendra pada wajah Marvel, Marvel yang shock tak dapat menghindari serangan hendra.
Davin yang ada di situ melerai mereka berdua,dengan susah payah akhirnya Marvel terlepas dari amukan Hendra.
Hendra berlari ke arah sungai yang mengalir cukup deras.
"Renaaaa....renaaaa......kariiiinnnn!"
Hendra berteriak memanggil nama Rena,
"Aaagghhhh..... kariiiinnnn,maaf aku tak bisa menjagamu!!! maafkan aku!!!" ucap Hendra seraya berlutut di atas rumput sambil menangis i Rena yang entah bagaimana nasibnya.
Marvel diam saja dengan tatapan kosong,dia mengingat detik-detik terakhir bersama Rena, seharusnya dia bisa memperkirakan tindakan Rena, Rena yang tak pernah tersenyum manis padanya, tiba-tiba tersenyum sangat manis walaupun dalam keadaan yang sangat sulit, itu seperti senyuman selamat tinggal yang diberikan Rena padanya.
Bantuan tim SAR datang beserta beberapa orang polisi,tampak juga asisten Alex yang tak lain adalah papa Rena, mengetahui berita penculikan Rena dan kejadian meledaknya mobil Marvel membuat Alex hanya bisa menangis i sang putri dalam diamnya.
Hendra, Davin dan Marvel yang masih shock terdiam duduk di rumput, diantara mereka tak ada yang berbicara sama sekali, tiba-tiba Alex yang datang menghampiri mereka.
"Tuan muda" ucap Alex sambil membungkukkan badannya memberi hormat.
Marvel dan yang lainnya sontak mengangkat kepala mereka, Marvel menatap netra mata lelaki separuh baya itu, tiba-tiba saja rasa bersalah bergelayut di dadanya.
"Aku tidak bisa menjaga dia dengan baik..maaf" seorang Marvelo meminta maaf, tentu saja kedua lelaki disampingnya itu heran,siapa lagi kalo bukan Hendra dan Davin,bahkan seumur pertemanan Davin dan Marvel tak pernah terucap kata seperti itu sekali pun,pikir Davin.
"Aku pastikan akan membunuh Leo!!" kali ini Hendra bersuara.
semua menatap Hendra dengan curiga,apa yang membuat Hendra begitu marah dan bahkan berapi-api, Henda jatuh cinta pada rena kah? pikir Marvel.
__ADS_1
"Apa kau mencintai istriku? hah???" bentak Marvel yang sudah tak lagi bisa mengontrol emosinya.
"Dari tadi kau bahkan berkali-kali membentakku!! apa rasa khawatir mu adalah bentuk dari cinta mu pada istri bosmu sendiri??!! hah???"
"itu karena kau tidak becus menjaga dia!! bagaimana kau bisa di sebut sebagai suami!!"
Hendra yang kalut memikirkan keadaan Rena,ikut terbawa suasana gelap diantara mereka.
"jadi benar kau ada hati dengan istri orang hah????" teriak Marvel dengan emosi.
"Hendra!!!!" bentak Alex yang dari tadi menyaksikan mereka bertengkar.
"jaga sikapmu!!" lanjut Alex.
Davin yang binggung akan situasi ini hanya diam pasrah dengan pertengkaran mereka.
Hendra yang seakan telah sadar dan bisa menguasai dirinya kembali.
"Maaf Tuan marvel,aku hanya cemas!"
"Cemasmu bukan untuk istri orang hen!!" jawab Marvel dengan ketus.
"maaf tuan...cemasku sudah pada tempatnya" ucap hendra tak mau kalah.
"Hendraaaaa" marvel mengeratkan gigi-giginya geram.
belum juga Marvel, berdiri menghampiri Hendra mereka sudah kedatangan salah satu team SAR.
"bagaimana? ada jejak???!" tanya Hendra.
"tuan seperti nya dia tidak bisa kami temukan, mungkin saja tubuhnya sudah ikut meledak bersama bom di mobil waktu"
__ADS_1
"hentikan omong kosong mu!! cepet temukan Rena,jangan berhenti sebelum kita temukan!!!" Marvel bicara dengan aura iblis.
bersambung