
drt...drt...drt....
"Hallo....."
"bang aku keluar sebentar ya, nanti aku langsung ke kantor trus kita ke dokter Felix"
"hemmm"
"okey abang sayang....e.muuacchh"
tut.... sambungan terputus.
"ciihh....dasar Rena mesum"... Marvel memandang layar ponselnya sambil tersenyum tipis.
"Sepertinya anda bahagia tuan?" ucap Hendra.
"Diam kau Hen!! bagaimana bodyguard yang aku minta! lama sekali!"
"Tuan dia baru pulang hari ini, setelah melewati masa berkabung atas meninggalnya majikan lamanya karena sakit tuan?"
"Hen....apa menurutmu jantung ku bermasalah??"
"Ada apa tuan? apa yang anda rasakan?" tanya Hendra panik.
"entahlah,...rasanya disini tidak nyaman hen!" Marvel berkata sambil memegang dadanya.
"mungkin itu hanya perasaan anda saja tuan!"
Disisi lain
"May....." teriak Rena memanggil Maya.
"kamu sudah datang?!" kata Maya singkat.
"Kita sebentar saja kan?"
"memangnya kamu mau kemana na?"
"Aku mau periksa kandungan ke dokter Felix"
"Kau hamil??" tanya Maya dengan wajah yang tak bisa di artikan.
"Kau kenapa?? " tanya Rena.
"Aku tanya apa kau hamil?" tanya Maya serius.
__ADS_1
"iiihh Maya!! belum may,belum.... dokter Felix hanya memeriksakan kandunganku sehat apa tidak! lagian akhir-akhir ini perutku suka sakit tiba-tiba"
"emang tuan Marvel minta jatah tiap hari apa? sampai perut kamu sakit"
"enggak juga sihh, aku pikir bukan karena rudal nya bang Marvel deh may,tapi karena hal yang lain!tapi apa ya" ucap Rena sambil berpikir.
drt...drt....drt...
"bentar ya na.." sambil mengangkat hp yang ada ditangannya.
"okey..."
"Hallo....."
"----------"
"okey, sekarang saja".
panggilan diakhiri dan Maya mendekati Rena,
"Na...ikut aku yukk"
"kemana?aku mau ke kantor Marvel,kan aku kesini cuma ambil ini!" ucap Rena sambil menenteng tas berisi jamu yang biasa di bikinin oleh Maya.
"udah cuma ketemuan ma temen aku dari kampung,dia dah balik ke sini... bentaran aja kok"
"kan aku hari ini libur na... yuk ah.. kelamaan ntar".
Akhirnya Maya dan Rena berangkat naik taksi ke rumah teman Maya, Rena tak tau dia sekarang ada dimana? karena jujur saja setelah kehilangan ingatannya Rena tak tau menahu tentang kota yang dia tempati sekarang.
"Na .....kamu tahu siapa orang tua kandung kamu?" tanya Maya tiba-tiba.
"eh..kok nanyain itu may?aku gak pernah tanya may,yang aku tau kerabat kandung aku cuma om Hendra,tapi papa Alex sangat menyayangi aku,itu yang ku tahu!"
"kehilangan orang yang kita cintai itu sungguh menyiksa na, untung kamu gak ingat.. bagaimana ayah dan ibumu meninggal,ya kan?" tanya Maya tiba-tiba berubah serius.
hening di dalam taksi itu,taksi terus berjalan melewati berbagai bangunan sampai menuju pinggiran kota.
"Lhooo itu kan Rena dan Maya? mau kemana mereka?" ucap Inara yang kala itu sedang berada di luar kantor karena harus ketemu dengan kliennya.
"kok menuju ke pinggir an kota....?"
"pak...pak...stop...." Nara menyetop bapak-bapak ojek online yang sedang melintas.
"Pak offline ya?" bujuk Nara.
__ADS_1
"okey mbk..saya matiin aplikasi dulu"
"ya..ya.. ikuti taksi itu pak...buruan!"
Sang sopir melesat mengejar taksi tersebut sayangnya taksi yang ditumpangi maya dan Rena sudah jauh di depan,namun masih bisa dipantau kemana arahnya.
entah kenapa perasaan Nara tak enak,dia berinisiatif mengejar taksi itu dan memastikan semua baik-baik saja.
dia sudah mengomando pak ojol itu untuk mengejar ke mana arah taksi itu.
"Na...kita dah nyampe nih...."
Rena terdiam di depan rumah yang ada di pinggiran kota,rumah itu agak jauh dari rumah-rumah warga yang lain.
"kenapa na?"
"sepertinya aku pernah ke rumah ini may?"
"oya...masa' sih? kamu kan orang kaya na gak mungkin pernah ke rumah sederhana seperti ini!yuk masuk....temenku pasti didalam...trus cepetan kita pulang.. katanya mau ke dokter" ucap Maya sambil melangkah menuju ke dalam rumah.
Rena hanya mengangguk,dan mengikuti Maya masuk ke dalam rumah itu.
"kok sepi may? temenmu mana?"
Maya hanya diam dan menuju pintu utama kemudian menutupnya dan segera mengunci rumah tersebut.
"kok dikunci may?, temen kamu mana?"
"temen?? heh...temen aku ya kamu na!" ucap maya dengan nada sinis...sambil duduk di kursi single yang ada di ruangan itu.
Rena membaca situasi, Rena memang hilang ingatan tapi instingnya tak pernah hilang dari dirinya,melihat ada sesuatu yang aneh dengan temennya Maya, Rena mulai berhati-hati.
"Apa maksudnya ini may?"
Rena bersikap setenang mungkin, positif thinking... itulah yang ada di otak Rena sekarang mungkin saja maya hanya mengerjainya saja.
"Aku hanya ingin sedikit main-main dengan mu na!ah...dan aku ingin sedikit yahhh...berdongeng untuk mu...gimana?"
"May,ini sudah gak lucu....stop main-main okey?" wajah panik Rena yang mulai terlihat.
Tiba-tiba dari dalam salah satu kamar dirumah itu, keluar beberapa orang lelaki dengan pakaian hitam semacam bodyguard, Rena semakin panik dan memundurkan langkahnya.
"okey na,kita akan segera menyelesaikan permainan inj... tapi kamu masa' gak penasaran seperti apa kehidupan kamu sebelum hilang ingatan na?"
"aku gak butuh itu may,...may..jangan begini...ayolah aku temanmu..." ucap Rena yang mulai di jalari rasa takut,sungguh jiwa baru Rena membuat dia tak bisa berkata-kata dan bersikap dengan tenang.
__ADS_1
"heh!!!aku tak berteman dengan anak seorang pembunuh!!" ucap Maya tegas dan terlihat matanya penuh amarah.
bersambung....