
"Tuan ini mengalami kecelakaan di jalan xxx dan sekarang dalam menanganan rumah sakit!"
"Apa?? tolong share lok rumahsakit nya!!"
ucap Agnes panik,dia bahkan sudah gemetaran membayangkan hal yang Agnes yang tak punya mobil bergegas lari ke pinggir jalan mencari sebuah taksi, sayang sudah 10 menit dia di sana taksi tak kunjung datang.
"Hiks....hiks.... kemana taksinya? hiks..hiks...... Randy..jangan tinggalkan aku hiks.....hiks....!" Agnes malah tersedu-sedu di pinggir jalan, taksi tak kunjung datang sebuah mobil menghampiri nya.
"Agnes? ngapain di sini?"
"Arlan!hiks.... Arlan tolong...tolong aku hiks.... Randy....hiks..hiks...!" Agnes sudah tak sanggup meneruskan kata-katanya.Dengan cepat Arlan membuka mobilnya dan menyuruh Agnes masuk, kemudian di dalam Agnes menceritakan semuanya pada Arlan.
"Mana ponselmu? biar aku liat di mana lokasi nya!"
pinta Arlan,Akhirnya mereka melajukan ke tempat di mana Randy kecelakaan, Arlan dapat melihat betapa paniknya wajah Agnes, dia memang tau bahwa Agnes sudah menikah dari Lia tentu nya, namun Arlan sama sekali tak pernah melihat wajah Randy suami Agnes.
"Nes kita dah sampai..ayo...!'"
"Cepetan Lan!" seru Agnes sedikit berlari masuk ke rumah sakit.
"Suster ada orang kecelakaan dengan nama Randy? tadi dia dapat telpon dari sini!" kata Arlan karena Agnes sudah tak mampu berkata-kata lagi.
"oh iya mari saya antar dia sudah di ruang rawat!" kata seorang suster setelah menelpon rekannya.
Mereka bergegas ke ruang VIP rumah sakit, karena baru saja Randy di pindahkan ke ruang rawat.Agnes langsung masuk ke dalam ruangan dan melihat Randy terbaring di sana, kakinya sebelah kiri nampak di perban hampir sampai batas lututnya dengan luka memar di wajahnya, perban juga terlihat di tangan sebelah kirinya, saking panik dan cemasnya, Agnes tak menghubungi satu keluarga pun.
__ADS_1
"Randy!!.....bangun Ran hiks....jangan pergi...aku mohon Ran!!" ucap Agnes lirih sambil memegang tangan Randy, pemandangan itu membuat Arlan iba.
"Ran hiks.....kamu janji kan gak akan ninggalin aku!! kamu janji gak ada ngebiarin aku menghadapi semuanya sendiri!! bangun Ran..... Ran!!" ucap Agnes, tiba-tiba saja wajah Agnes terlihat gelisah,entah apa yang terjadi padanya, Arlan yang menangkap gelagat tak wajar dari Agnes mulai terlihat panik.
"Nes!! kenapa nes? Agnes!!" bentak Arlan sambil mengguncang bahu Agnes.
"Bohong!!! kau bilang tak akan meninggalkan aku dulu!! bohong!! kamu bohong.... arggghh...kamu pembohong Ran!!!" kata Agnes histeris sendiri dengan tatapan matanya yang kosong, depresi nya kambuh,benar dokter pribadinya bilang, bahwa sedikit saja pemicu depresi Agnes, maka Agnes histeris dan bahkan Arlan tak bisa memenangkan nya.Agnes beranggapan bahwa Randy akan meninggalkan dirinya.
"Aku tidak punya siapa-siapa lagi! tolong jangan tinggalkan aku....!" ucapnya lirih sebelum akhirnya Agnes pingsan.
"Suster tolong.....!" teriak Arlan sambil menggendong Agnes keluar dari kamar Randy dan harus mendapatkan perawatan.
Setelah di periksa,Agnes tersadar dan langsung histeris mencari Randy, ya agnes memang hanya punya Randy, Lelaki yang menjadi suaminya ini adalah satu-satunya orang yang masih peduli dengannya di banding keluarga nya sendiri, sejak menikah jangankan berkunjung menelpon saja sang papa tak pernah, jika berkunjung ke rumahnya, Agnes selalu tak bertemu dengan mereka,dan sekarang Agnes juga sudah tau bahwa Vano adiknya pergi keluar negeri,hanya Randy yang dia punya, keluarga Randy juga menyayangi Agnes namun tanpa Randy Agnes tak berani datang ke rumah keluarganya tersebut,jadi dia datang jika hanya Randy mengajak nya saja.
Randy membuka pelan matanya, dia merasakan kakinya sakit,juga tubuhnya yang juga kesakitan.
"Kau sudah bangun?" tanya Arlan menatap wajah Randy yang sudah lebam-lebam.Randy binggung menatap siapa lelaki yang ada di hadapannya itu.
"Aku teman Agnes,dia di sini!"
kata Arlan seakan tau kebinggungan Randy, mendengar kata Agnes Randy langsung berusaha duduk dari tempat tidur nya, Arlan membantu Randy dan menyandarkan punggungnya ke sandaran Randy memandang ke sebelah kanan, dilihatnya Agnes tidur terlelap.
"Dia beberapa kali histeris melihat keadaan mu! jadi aku meminta dokter memberikan obat penenang padanya" terang Arlan.
"Terimakasih! apa kau temannya?" tanya Randy
__ADS_1
"Ya..aku pemilik minimarket di mana dia kerja! tadi tidak sengaja aku melihat dia kebinggungan di jalan!"
"Baiklah aku harus pergi, Setelah dia bangun dan melihat mu sudah sadar aku yakin dia tak akan histeris lagi!"
Arlan sebenarnya ingin bertanya perihal Agnes,ke apa dia seperti orang yang depresi,bohong bila Arlan tak tau soal keadaan yang dilihatnya tadi.Namun Arlan merasa itu bukan wewenang nya.
Setelah kepergian Arlan Agnes terbangun tiba-tiba, bahkan obat penenang itu seperti tak berpengaruh apa-apa pada tubuh Agnes.
"Randy??" pekik Agnes sambil turun tiba-tiba dari ranjangnya.
"Pelan Nes!" kata Randy
Agnes memeluk Randy pelan,tangan kanannya yang tak terluka ikut membalas pelukan Agnes.
"Jangan Tinggalkan aku Ran!! kamu janji gak akan ninggalin aku!! aku belum sembuh Ran!! jangan pergi....jangan!!"
ucap Agnes semakin mengeratkan pelukannya secara tak sadar, Randy meringis tanpa suara mendapatkan perlakuan dari Agnes, tubuh wanita itu bergetar di pelukan nya, Randy tau saat ini Agnes sedang kambuh, iya.. dokter selalu mewanti-wanti agar Agnes tak terpicu depresi nya, namun nyatanya kecelakaan Randy menjadi pemicu kembalinya depresi yang dialami Agnes, Randy membelai rambut Agnes hingga membuat Agnes mendongak menatap mata Randy.
"Aku baik-baik saja Nes! jangan khawatir!" ucap Randy lembut melihat wajah sembab Agnes, Randy menghapus airmata yang tak ada hentinya mengalir dari mata Agnes.
"Jangan tinggalkan aku sekarang Ran,Kau boleh melepaskan aku Ran, tapi nanti kalo aku sudah sembuh! bukannya kau sudah berjanji padaku? aku tidak mau sendirian lagi Ran!! mereka semua meninggalkan aku..hiks....papa.... Vano hiks......hiks.... mereka melupakan aku Ran hiks....aku masih ada Ran,masih disini!...tapi mereka melupakan aku hiks..."ucap Agnes lirih, Randy kembali menarik wanita bertubuh ringgih itu kembali ke pelukannya.
"Tidak Nes!! aku tidak akan melepaskan kamu!! aku tidak akan pernah melakukan nya!"
bersambung
__ADS_1