
Perjalanan panjang menuju kota telah dilalui mereka, Rena yang terlihat lelah sudah terlelap di dalam dekapan suaminya,kok bisa?? tentu saja dengan rengekan panjang Rena dengan embel-embel kata biar romantis.
Rena yang lelah akhirnya tertidur di dada suaminya.
keadaan Rena yang dibilang belum pulih betul karena hanya mengandalkan perawatan dari mantri biasa di desa,dan keadaan rahimnya yang hanya di beri obat peluntur dari dukun bayi seperti penuturan pak Edi,membuat tubuh Rena tak siap dengan perjalanan panjang mereka.
Davin pamit undur diri,begitu juga Inara yang pada akhirnya di antar oleh Davin karena arah rumah mereka searah.
kini tinggal Maya, Hendra dan Marcel yang memang tinggal di rumah besar Martinez.
Maya yang melihat Rena tertidur di gendongan suaminya hanya diam saja, dia
juga merasa canggung begitu melihat rumah besar orang yang mengaku sebagai suami Rena.
"aduuuhh ini sih bukan rumah,tapi istana...emang harusnya kemarin aku gak usah ikut aja!" gumam Maya lirih.
"Mari nona Maya saya tunjukkan kamar anda,saya rasa bisa disambung lagi cara anda mengagumi rumah ini!" ucap Hendra dengan mulut pedasnya.
Marvel berlalu naik ke lantai 2 rumah tersebut dengan mengendong Rena,dia merasa kasihan kalo harus membangunkan rena.
dan Marcel juga melesat ke arah kamarnya,dia sudah merasa sangat lelah dan ingin segera istirahat.
"mau dibawa kemana nana?" tanya Maya yang melihat nana di bawa naik oleh Marvel.
"tentu saja ke kamarnya nona!"
"kenapa gak tidur aja sama aku?" tanya Maya dengan polosnya.
Hendra menautkan kedua alisnya,dia merasa heran dengan ucapan Maya.
__ADS_1
"apa kau lupa nona?kalo nona muda sudah bersuami? tentu saja dia tidur dengan suaminya!!"
"ciihh...Maya! panggil aku Maya!! aku bukan nona!"
ucap Maya ketus serambi melangkah masuk ke kamar yang ditunjukkan Hendra padanya.
"bersiaplah! kau akan ikut serta makan malam nanti,karena nyonya besar harus tau orang-orang yang telah menyelamatkan menantunya." ucap Hendra sebelum Maya hilang dibalik pintu kamarnya.
"Nana bener-bener dari kalangan orang tajir melintir! waahhh liatlah kasurnya besaar dan empuk......
dan apa ini???waaaahhh iki kamar mandi apa kamar tidur....gede banget...ehhhmmmm wangiiii" ucap Maya girang dan berlarian didalam kamar besar itu.
"aku akan disini beberapa hari lagi....aku rasa ini benar keluarga nana....sedih banget kalo ngebayangin pisah ama Nana hiks....hiks...."
tiba-tiba saja Maya merasa sedih,dia yang selama ini selalu bersama dengan Rena rasanya tak rela jika harus berpisah dengannya.
Maya adalah anak tunggal pak edi dan bu siti, beberapa bulan yang lalu, ayahnya menemukan seorang gadis yang hampir mati di pinggir sungai, bener-bener gadis hebat..pikir Maya saat itu,karena bisa dipastikan kondisi rena saat itu sangat buruk,setelah dirawat dan bisa pulih dari sakitnya, Maya mendapatkan temen berbagi suka dan duka.
ketika mau bangun dari ranjang,dia melihat Marvel keluar dari kamar mandi.
"sudah bangun?" tanya Marvel datar.
Rena melihat lekat pada suaminya itu tanpa menjawab pertanyaan Marvel,kok bisa ya aku nikah sama orang galak kayak dia? jangan-jangan aku dipelet?..batin Rena sambil terus memandangi Marvel.
"buang pikiran kamu yang nggak-nggak itu,cepet mandi!!" ucap Marvel sambil mendorong pelan kening Rena.
"hehehehe bang....aku ganti bajunya gimana? kan abang gak bolehi aku bawa baju kemarin"
"masuk pintu itu...disana ada baju-baju kamu, lengkap" ucap Marvel sambil membuka laptop miliknya.
__ADS_1
"aaaaaaahhh...."pekik Rena dari dalam ruangan yang ditujukan padanya tadi.
Marvel segera berlari takut terjadi apa-apa pada Rena.
"ada apa re??" tanya Marvel terlihat sedikit cemas.
"baaangggg ini toko baju ya?....kok banyak banget bajunya???toko mbak putri dikampung aja gak sebanyak ini bang" ucap Rena berbinar sambil memilah-milah baju yang ada di gantungan,Marvel yang baru menyadari apa sebab teriakan Rena, langsung menepuk jidatnya sendiri... dengan geram dia memandang Rena..
"pilih baju dan mandi sekarang Rena!!!!" teriak Marvel di iringi dengan suara giginya yang geram.
Rena segera menyambar baju didepannya dan berlari ke arah kamar mandi,didalam kamar mandi dia mengumpat Marvel habis-habisan.
"Dasaaaaarrr galak!!! kok bisa siiihh aku punya suami galaknya minta ampunnn!!!!"
"liat aja nanti,aku bakal bikin kamu senyum-senyum terus sampai lupa caranya berteriak!! iihhh..sebel!"
Dengan muka yang sudah segar, Rena keluar dari kamar mandi,berjuta rencana sudah ada di otak Rena,kamar mandi super mewah itu,sudah bagaikan tempat semedi bagi Rena untuk menciptakan ide-ide menaklukkan si galak
"ngapain senyum-senyum gitu?...kamu mandi atau semedi sih?lama banget!udah ditunggu mama"
Rena dengan jahilnya melompat ke pangkuan Marvel yang sedang menunggunya di sofa, Marvel shock dengan perlakuan Rena,
'God!!! apa lagi rencana bocah ini' batin Marvel melihat mata licik istri mungilnya itu.
"mau apa kamu?" tanya Marvel sambil melotot ke arah Rena.
"Mau di ajari ciuman bang,biar romantis"
Sontak membuat Marvel melongo sambil membuka mulutnya lebar-lebar.
__ADS_1
bersambung