Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
Season 2 Martin Martinez


__ADS_3

Hari pertama kerja jadi pembantu di apartemen Martin, Rissa di buat kalang kabut dengan aksi Martin yang mengerjainya dengan bubur ayam. sisa bubur yang salah beli harus di habiskan oleh Rissa seorang diri, dan jangan tanyakan apakah Rissa sanggup? dan dia memang sanggup menghabiskan semua bubur ayam yang salah beli tadi, Martin hanya geleng-geleng kepala saja melihat betapa tanpa jaim-jaimnya wanita di hadapannya ini.semua wanita yang mendekatinya dengan anggun dan tampak jaim agar terlihat manis di depan Martin, namun tidak dengan Rissa yang sangat biasa sekali di depan Martin.


"Buatkan aku makan siang! cari bahan di minimarket di bawa!"


"Siap babang bule! Rissa gak di antar?" tanya nya.


"kenapa? kamu gak bisa jalan?" ucap Martin.


"Gak tau kalo calon istri abang di godain pak satpam di bawa gitu?" goda Rissa


"Cepat pergi Rissa!!" bentaknya..


"Masak yang lebih temenku datang hari ini!"


"Okey..masak apa babang bule?"


"Terserah!"


Rissa membeli segala keperluannya di mini market di bawa apartemen yang ternyata menyediakan segala jenis lauk dan sayur, setelah selesai segera kembali ke apartemen dan memasak di dapur.


ceklek....suara pintu apartemen di buka, mereka belum menyadari kalo ada Rissa sedang memasak di dapur, sampai Anzel mencium bau masakan yang tercium sangat lezat.


"Bau apa ini Al? gak mungkin kan Martin masak?" tanya Anzel.


"coba liat yuk!"


mereka berdua mendekati arah dapur, Rissa sedang memasang earphone di telinga sambil menirukan lagu dangdut di ponselnya sambil berjoget ria dan mengiris beberapa bawang putih, dan ketika berputar dia diam begitu saja melihat dua orang bule di hadapannya.


"Aduuuhh ini penangkaran bule kali ya... semuanya bule!" ucap Rissa riang melihat Anzel dan Aldrich.


"Enak aja penangkaran!! emang kita buaya!" ucap Anzel kesal, sedangkan Aldrich hanya diam.


"Kamu yang masak?" tanya Anzel


"Iya dong...si babang bule bilang temennya bakalan datang! jadi kalian temennya?...idiiihhh ganteng banget siihh! boleh colek dikit gak?" kata Rissa.


"Sana masak!! otak mesum!!" entah sejak kapan Martin sudah di antara mereka dan menyentil kening Rissa kemudian dia mengambil air dalam kulkas.

__ADS_1


Anzel hanya tertawa melihat Rissa yang bertingkah tak tau malu menurut nya. Rissa menyelesaikan masakannya dan menghidangkan semuanya di meja makan.


"Sayang...sudah siap makannya!"


Teriak Rissa di akhir i dengan cekikikan,dia lupa bahwa Martin akan kesal jika dia memanggil nya sayang.


Anzel sekali lagi tertawa melihat Martin murka karena Rissa memangilnya sayang.


"Sudah aku bilang jangan panggil sayang!! gaji mu potong 50%!" ucap Martin ketus.


"Sa... ehh babang bule tega deh! Rissa bahkan belum gajian!"


Mereka bertiga melongo dengan masakan yang di hidangkan di meja..


terlihat di atas meja makan tersebut ada cah kangkung, ayam goreng, tempe dan tahu yang terlihat gosong di mata mereka padahal itu masakan ayam bacem hanya saja bule-bule itu tak pernah makan makanan seperti itu, ada juga sayur asem yang di hidangkan bersama sambal jadi karena tidak ada cobek di dapur Martin alhasil Rissa membeli sambal jadi di mini market tadi.


"lho kok di liatin aja? duduk makan dong!!"


"Ini bisa di makan?" tanya Martin sambil mengangkat satu ayam bakar sedikit gosong.


"Aaaa...... Abang!! ayooo aaaaa..."


akhirnya Martin memakan makanan yang di suapkan ke mulutnya, Al dan Anzel menunggu reaksi Martin.


Martin menguyah makanan pelan dan merasakan bagaimana rasa masakan dari pembantu barunya tersebut.


"Bagaimana? enak babang say..eh babang bule?"


"Mulai besok kau harus masak untuk ku! setiap pagi!"


ucap Martin sambil merebut sendok di tangan Rissa dan memakan makanannya dengan lahap, sontak saja hal itu membuat dua temannya langsung duduk dan mengambil nasi dan lauknya. mereka makan dengan lahapnya seakan lupa ada gadis manis di meja makan yang piringnya bahkan belum terisi apapun sama sekali.


Hingga beberapa saat kemudian acara makan mereka selesai..


"Tin main game yuk!..." ajak Anzel


"Hallo mi...iya Al sudah makan mi....'" ucap Aldrich yang sedang di telpon oleh sang mami.

__ADS_1


Sedangkan Martin mengikuti Anzel yang sudah menyalakan PS untuk bermain bersama Martin.


Di meja makan Rissa sedang meratapi nasibnya, nasi tinggal satu piring dengan tempe bacem 2 biji, sayur asem ludes dan sambel yang masih utuh dan beberapa lembar selada sebagai lalapan nya.


"Gini amat nasib aku!!" gerutu Rissa yang akhirnya memakan sisa makanan yang ada di depannya, dia juga tak begitu suka sambel namun mau gimana lagi hanya itu yang dia bisa makan, setelah beberapa saat dia terlihat bolak balik ke kamar mandi di dekat dapur, ketiga bule itu sudah tak memperhatikan Rissa karena sibuk dengan game ditangannya.


"Abang...ada obay sakit perut gak?" tanya Rissa dengan wajah pucat.


namun mereka tak memperhatikan wajah pucat Rissa, Martin hanya menunjukkan kotak obat yang ada di kamarnya, Rissa berlalu dan masuk ke dalam kamar Martin.


Disana dia menjadi kotak obat yang di maksud Martin,


"Ini kali ya....obatnya..." Rissa meminumnya obat yang mirip parasetamol kecil, Rissa meminum obat dua sekaligus seperti saat dia datang bulan karena nyeri di perut.


Beberapa saat kemudian dia merasa kantuk sekali, melihat ada kasur empuk di hadapan nya , dia mulai duduk di bawah dan kasur empuknya sebagai sandara kepalanya.


"Kenapa ngantuk banget ya....aduhh nih mata kenapa ya!"gumamnya sendiri. hingga beberapa saat kemudian Rissa sudah masuk dalam mimpinya dalam keadaan duduk di lantai dan kasur sebagaimana sandaran kepalanya.


"Bro... tuh cewek mana?" tanya Al


"Nyari obat tadi di kamar!" jawab Martin cuek sambil memainkan stik game nya.


"Oh astaga!! aku lihat dulu dia! jangan-jangan...."


Martin berlalu ke kamarnya dan membuka kamar nya yang tak di tutup rapat. di lihatnya Rissa sudah terduduk sambil


tertidur dengan mulut sedikit terbuka, Martin masuk dan mendapati botol obat tidur nya terbuka.


"Dasar si bodoh!!! ngapain dia minum obat tidur!! haiishhh menyusahkan!! harusnya dia yang susah!! bukan aku!!" ucap Martin sambil memindahkan Rissa ke kasurnya, kedua sahabatnya sudah cekikikan di belakangnya, ternyata mereka mengikuti Martin tadi.


"Awas! senjata makan Tuan!'


"Awas masuk jebakan sendiri!!"


ejek mereka sendiri dan sukses mendapatkan lemparan bantal dari Martin.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2