Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
seosan 2 Martin Martinez


__ADS_3

Seorang lelaki dengan tampang bule nya mendominasi di sebuah kampus terkenal, dengan gaya angguh nya yang tak jauh berbeda dengan si papa Marvel Martinez sang pengusaha sukses dan pemilik kampus tersebut.


Martin anak sulung Marvel tersebut memang terkenal galak yang tak ber- ampun, siapapun tanpa pandang bulu akan di libas bila berurusan dengan dirinya, sepupunya yang tak banyak berbeda yaitu Aldrich Martinez anak dari Marcel Martinez, sifat mereka benar-benar bagai pinang di belah dua! sama-sama galak dan pantang menyapa seseorang terlebih dahulu.


Berbeda dengan Marvel yang anti pati dengan banyak orang hingga tak banyak punya teman, Martin lebih banyak mempunyai teman di mana pun dia berada, hanya saja cuma Aldrich dan Anzel yang dia percayai.


Anzel adalah anak kedua dari teman sang papa yaitu Alex. Anzel yang sedikit tengil menjadi pencair suasana kaku di antara mereka.


Nerissa Haryasa... Gadis ceria yang lari dari kampung halamannya karena tekanan dari orangtuanya untuk menjadi TKW di Hongkong seperti teman sebayanya di kampung nya.


Dengan berbekal uang dari hasil penjualan kalung dan gelang emas miliknya dia lari ke ibu kota dan berbekal baju serta ijazah SMK tata busana,


Nerissa benar-benar sendiri berangkat ke kota besar tersebut.


Sesampainya di kota dia menelpon temannya yang kuliah di sana.


"Naura ini aku!! aku dah sampe alamat yang kamu kirim kemarin!"


"Okey tunggu di situ! aku masih di jalan!"


Rissa menunggu Rara teman SMK nya dulu di kampung, dia memang tergolong keluarga yang mampu hingga Naura bisa meneruskan kuliahnya di kota, sedangkan Rissa lebih memilih kabur daripada harus pergi kel luar negeri jadi TKW, bukan apa-apa Rissa hanya takut naik pesawat dan pergi jauh ke negri sebrang, baginya rejeki sama saja mau di kejar dimanapun asalkan nyaman dia tak masalah asal jangan ke luar negeri.


Sesampainya di kos nya Naura membawa Rissa ke kamar sebelahnya, disana ada 8 kamar yang berjajar di samping rumah utama si pemilik kos, yaitu Tante Tere janda tanpa anak berusia 45 tahun.


Kos mereka bisa di katakan bebas, artinya bawa pacar ke kos boleh asal tidak lebih dari jam 10 malam.


Saat ini Rissa sedang berada di sebuah butik yang ada di salah satu Mall terbesar di kota itu dengan pakaian rapi dan map yang berisi lamaran pekerjaan. Naura yang menawarkan pekerjaan itu, karena mereka sama-sama sekolah di jurusan tata busana.


Rissa gadis dengan tinggi 170 itu terlihat sangat proporsional, dengan langkah nya dia yakin akan melamar kerja di butik tersebut.


"Rissa ya?'" tanya seorang wanita cantik.

__ADS_1


"Iya mbak....!"


Akhirnya wanita itu membawa Rissa masuk, dia mengatakan kalo dia adalah kerabat Naura, di dalam sudah berjajar 4 gadis yang berpakaian sama dengannya, hari ini adalah seleksi untuk pegawai baru, mereka akan di ambil 2 dari 5 orang termasuk dirinya.


seleksi di mulai, di butik tersebut memang di utamakan tampilan fisik terlebih dahulu, good looking! adalah penilaian pertama nya dan Rissa lolos untuk itu, walaupun tergolong cantik namun Rissa masih kalah modis dari pegawai disana, dia masih terlihat polos dan apa adanya.


Setelah melewati berbagai tes, akhirnya hal yang menentukan di lalui Rissa juga, mereka di bawa keluar Mall ke sebuah butik besar dan mewah, mata 'ndeso' Rissa tak lepas dari setiap sudut butik tersebut, dan yang jelas mulutnya tak bisa menutup dengan rapat saking kagumnya.


"Waaahh keren!"


" semoga kita di terima ya!" celetuk gadis di sebelahnya.


"Iya....semoga!" jawab Rissa.


Sekarang mereka ber 5 berdiri berjajar di sebuah ruangan, sesaat kemudian seorang wanita paru baya namun terlihat sangat cantik dan anggun.


Dia dengan muka datarnya membuat kami ber lima serasa di sidang di depan pengadilan.


Setelah keluar dari butik itu, Rissa berjoget ria di sebuah parkiran butik sambil menelpon Naura temannya di depan sebuah kaca mobil mewah, Rissa membenarkan dandanannya.


"Iya Ra....aku di terima...aaaahhhh... seneng deh!!"


ucap Rissa sambil membenahi rambutnya yang sudah dia gerai sekarang.


"Ulu...ulu....temen imut ku...iya nanti gaji pertama aku traktir deh!"


"Iya Ra.....aku pulang dulu ya...."


Rissa menutup sambungan teleponnya.


dia menatap dirinya di dalam cermin itu, memanyunkan bibirnya, tersenyum dan kemudian memutar-mutar dagunya sendiri.

__ADS_1


"Berani sekali kamu terlihat begitu seksi!" ucapnya pada dirinya sendiri.


"Cantik!!" lanjutnya.


Tiba-tiba saja kaca mobil di mana dia mengaca terbuka dengan sendirinya. awalnya Rissa kaget tapi demi menutupi rasa malunya dan yang terlihat di sana adalah wajah bule dengan tampang juteknya.


"Ehhh ada babang bule! apa kabar bang? abang pasti turis ya?" cerocos Rissa. namun lelaki bule itu diam saja.


"Ihh gak bisa bahasa lokal kali ya! tapi aku juga gak bisa bahasa babang bule sih! kerjain aja deh!" gumamnya yang tentunya masih di dengar lelaki tersebut.


"Babang bule lagi liburan? atau mau nyari jodoh? aku mau lhooo di jadiin istri babang bule! aku ini seksi, cantik menawan anggun dan gak neko-neko! di jamin deh babang bule bakalan kesem- sem kalo udah kenal jauh sama Rissa!" ucap Rissa sambil mengedipkan matanya.


Rissa tak sadar di luar mobil udah ada dua orang lelaki bule yang berdiri di dekat mobil tersebut. dia masih saja berbicara dengan bule di dalam mobil tersebut.


"Ehh ada lagi bule-bule lain! busyet dah! banyak banget ya turis manca negara yang berkunjung! perasaan ini bukan bulannya liburan deh!" ucap Rissa ketika menyadari ada orang lain di sana.


"Tin... berangkat yuk!" ucap Aldrich sambil membuka pintu mobil.


"Ayoo Tin, kita perlu mengunjungi tempat-tempat wisata selama jadi turis!" ucap Anzel usil.


"Cepet masuk!" ucap Martin yang menyuruh Anzel sambil memandang Rissa yang masih berdiri bengong di tempatnya, sedetik kemudian.....


"Waaaaaaaaa......." teriak Rissa sambil berlari tunggang langgang karena malu ternyata mereka bukan bule turis seperti yang dipikirkan Rissa, karena mereka fasih banget ber bahasa lokal.


"Ha ha ha ha ha lucu banget sih!" ucap Anzel.


"Dasar cewek aneh!" kata Aldrich.


"Bisa buat mainan baru!" kata Martin.


"Jangan aneh-aneh!!" ucap Anzel dan Aldrich bersama an karena bila Martin bilang 'mainan' baru maka sama saja itu menyusahkan kedua sahabatnya tersebut.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2