Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
030


__ADS_3

Akhirnya rombongan Hendra berangkat meninggalkan desa tersebut, tentunya di iringi dengan tangisan ibu siti karena kepergian Nana,gadis yang sudah dianggap anak sendiri apalagi dengan keras kepala nya Maya minta ikut serta bersama Rena hanya untuk memastikan keselamatan Rena,yang tentu saja dia belum percaya dengan semua orang yang menjemput Rena, walaupun mereka memberikan bukti berupa foto dan video kebersamaan mereka.


perjalanan mereka sampai di tempat yang kemarin dijadikan tempat camping mereka, kemudian mereka melewati jalan setapak dan diujung jalan sana sudah berjajar beberapa mobil jeep yang menunggu mereka.anak buah hendra tak pernah pergi dari sana, mereka diminta untuk menunggu sampai gerombolan hendra kembali,karena terus terang saja, sinyal telepon sangat sulit disana.


Maya bersikeras satu mobil dengan Rena,bahkan dia bener2 tak mau dipisahkan dari Rena.inara sahabat Rena sampai geram pada Maya karena merasa Maya sudah mengambil Rena darinya.berulang kali nara menghentakkan kedua kakinya ke tanah,dia bener-bener merasa kesal sekarang.


Marcel yang mulai terganggu dengan sikap Nara mulai ambil suara.


"ngapain sih?" ucap Marcel dengan kesal.


"kesel aku!!" jawab nara gak kalah kesalnya,sambil terus menghentakkan kakinya berulang kali.


"diem gak!! kalo gak..!!aku pastiin adegan romantis kita bakal jadi live streaming buat mereka!!" ucap Marcel dengan mata liciknya sambil menoel dagu nara dengan jari telunjuk nya.


"apa sih pak!! gak jelas banget!!!" sungut Nara meninggalkan Marcel yang cengengesan karena merasa senang sudah mengoda nara.


"maaf nona saya rasa anda harus duduk di mobil yang itu" ucap Hendra meminta Maya untuk satu mobil dengan Davin.


"Gak!! aku mau sama nana aja!" jawab Maya ketus, tentu saja dia tak ingin dipisahkan dari nana,dia takut terjadi apa-apa pada nana,gadis ini bener-bener gak tau bagaimana tangguhnya seorang Renata sebelum ingatannya hilang dulu.


"Kalo begitu sebaiknya nona jalan kaki saja! bukankah sudah biasa nona?" ucap Hendra dengan tampang seram dan senyum liciknya.


"Mari tuan muda,nona kita naik" Hendra mempersilahkan Marvel dan Rena naik di bagian belakang mobil dan dia duduk disamping pengemudi tanpa memperdulikan muka masam dan tatapan tajam Maya.


Rena yang gak enak sama Maya pun memberikan pengertian pada temannya itu.

__ADS_1


"udah may... turutin aja dulu...ya?!"


"iya...iya..." ucap Maya sambil berlalu masuk mobil yang di tunjuk Hendra tadi.


mobil melaju keluar dari hutan tersebut, disepanjang jalan Rena terus melingkarkan tangannya ke dalam lengan tangan Marvel, Marvel yang tak pernah di sentuh wanita bahkan Rena yang dulupun tak pernah berinisial memegang Marvel lebih dulu kalo bukan Marvel yang menginginkan pergulatan mereka, akhirnya merasa risih dengan perlakuan Rena.


"lepas re....." sambil melepaskan tangan Rena dari lengannya.


"kenapa??" tanya Rena dengan polosnya.


"memang aku tak boleh memegang tangan suamiku?" lanjutnya.


"ah....ya ampun re...bukan gitu....sudahlah" jawab Marvel dengan nada galak.


"aku liat kalo suami istri itu harus mesra!kayak bang edo sama mbak putri..."


"sejak kapan ya??" jawab Rena sambil menatap langit dan mengetuk-ngetukkan jari di dagunya.


"emang seperti apa mesranya mereka nona?" jiwa usil Hendra keluar,dan sukses membuat Marvel menatap tajam padanya, Hendra bener-bener ingin mengerjai tuan mudanya itu dengan sifat baru Rena.


"mereka tuh mesraaaa banget,jalan berduaan gandengan tangan,trs nyuci disungai sama-sama....terus bahkan beberapa hari yang lalu aku dan maya yang main petak umpet sama anak-anak dan ngumpet di belakang rumah bang edo..kita lihat mereka ciuman...iiihhhhh romantis bangaaett" terang Rena sambil memiringkan badannya ke arah Marvel.


Marvel hanya bisa menelan ludahnya sendiri sambil memandang Hendra yang sudah menghadap ke belakang sambil mendengarkan cerita Rena.


Marvel memandang Hendra dengan mimik wajah yang seakan bisa dibaca Hendra..

__ADS_1


**hen.... sepertinya hidupku tak akan tenang!


selamat menikmati hidup anda tuan...


seperti itulah kira-kira percakapan mata mereka,dan tentunya itu menjadi hiburan tersendiri bagi Hendra yang selama ini hidup dan kerja di bawa tekanan Marvel,namun Hendra masih tetap menjadi orang yang setia dan bisa diandalkan oleh Marvel.


"apa kita akan seperti itu bang?"tanya Rena antusias.


"kalo kita seperti itu re...aku jamin! kamu gak akan bisa makan!!" ucap Marvel bahkan tak melihat ke arah Rena.


"eh....kok bisa??"


" tentu nona,kalo nona terus minta digenggam tangannya kemana-mana maka tuan muda tak akan bisa kerja,dan dapat dari mana uangnya untuk makan nona" kali ini Hendra yang menjawab.


"kalo mencuci baju juga gak bisa?"


"aku punya banyak pekerjaan yang bisa nyuci baju re!" jawab Marvel yang mulai kesal.


Rena hanya manggut-manggut tanda paham akan ucapan Marvel.


"kalo ciuman?? apa kau juga tidak bisa?!"


"oh...God....aku ingin Rena yang lama!" ucap Marvel sambil mengacak rambutnya kasar dan mulai frustasi dengan tingkah istrinya itu.


hal itu tentunya disambut dengan gelak tawa Hendra yang terlihat senang dengan sifat baru Rena yang membuat Marvel geram.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2