Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
Seosan 2 Martin Martinez


__ADS_3

"Pagi Rissa!" sapa Agnes yang sudah berada di mini market.


"Pagi nes! tumben sampai sini? kamu kan jaga sore?" kata Rissa sambil menata beberapa barang-barang di depan kasir.


"Aku lagi cari sarapan tadi!"


"Randy gak papa kamu pergi sendiri?" tanya Rissa namun tak bermaksud untuk mencampur i urusan mereka, dia hanya kasihan pada Agnes, setelah beberapa hari mengenal lebih jauh Agnes, banyak sekali kesedihan di mata wanita cantik tersebut, Agnes lebih kurus dibandingkan saat dia menikah beberapa waktu lalu.


"Gak papa, dia ke rumah sakit! Sekarang dia sudah memimpin rumah sakit milik papanya, dan perusahaan sang papa tetep di pegang sama papa!" jelas Agnes


"Kamu gak magang di rumah sakit juga? bukannya kamu juga ambil jurusan kedokteran?" tanya Rissa.


"ehmmm enggak! aku suka di sini aja!" ucap Agnes santai sambil ikut menata barang-barang yang ada di depannya, Rissa merasa curiga dengan keadaan Agnes, namun dengan segera Rissa menepis semua pikiran buruknya.


ceklek...... suara pintu mini market terbuka..


"Selamat datang! selamat berbelanja!" ucap Rissa lantang.


"Jadi kau bekerja disini?" tanya suara yang benar-benar masih di hafal oleh Rissa.


"Nyo-nyonya Renata!" ucap Rissa gugup.


"Begitukah kau memanggilku? mertua mu?" ucap Renata dengan nada datar dan dinginnya.


"Kalian keterlaluan!!! ikut aku!! sekarang!!!" perintah Renata.


Agnes hanya diam saja, melihat wanita tuan yang masih cantik itu memarahi Rissa.


"Ris ada apa? apa kau mengenalnya?" tanya Agnes, Setelah kepergian mommy Renata.


"Kau gantikan aku ya,...dia mertua aku! nanti aku jelasin!" ucap Rissa sambil berlari mengejar sang mertua.

__ADS_1


Disinilah Rissa Sekarang, duduk di ruang keluarga di rumah besar keluarga Martinez, duduk disampingnya Martin yang juga cemas akan kemarahan sang mommy, namun dia tetap berusaha sesantai mungkin.


Renata duduk dengan wajah yang sudah menahan marahnya, disebelah nya Marvel yang sengaja tak pergi ke kantor karena kemarahan sang isteri, Marvel yang galak nyatanya masih kalah jauh dari istrinya tersebut.


"Berapa lama kalian menikah??" tanya Rena


"3 Minggu mom!" jawab Martin.


"Dan selama 3 mingguan kau membiarkan istrimu tinggal sendiri Martin? suami macam apa kamu??!! hah??" teriak Rena.


"Apa aku pernah mengajarimu keluar dari tanggungjawab mu Martin?? jawab!!!" lanjut Rena.


Rissa hanya diam saja, sebenarnya dia gemetaran saat ini, dia tak pernah di bentak seperti saat ini, dia merasa sangat gugup.


"Jawab mommy Martin??!!!" bentak Rena lagi.


reflek Rissa memegang erat tangan Martin yang tepat ada disampingnya, Martin hanya menunduk melihat genggam an tangan Rissa, bahkan Martin bisa merasakan gemetaran tangan wanita itu.


"Dan kau pencipta kesalahan pahaman ini Martin!! jadi sudah seharusnya kau bertanggungjawab!" kata Rena.


"Mulai hari ini! kau dan istrimu Martin tinggal di sini!"


"Mom!" pekik Martin sambil berdiri ingin protes, namun ketika dia melirik Daddy yang menatap tajam Martin merasa tak ada gunanya menentang mereka.


"Baiklah, aku istirahat dulu Mom, Dad!" pamit Martin sambil menarik istri nya naik ke kamarnya. Rissa hanya diam saja ketika Martin menariknya menjauh dari kedua orangtuanya.


"Rissa gadis yang baik?" tanya Marvel yang tau kalo dia adalah bekas pegawai di butik nya.


"Ya....dia anak yang ceria, dan sebelum dia tau siapa Martin, gadis itu lebih sering menempel seperti perangko!" kata Rena mengingat bagaimana perilaku Rissa saat pertama-pertama bertemu dengan Martin.


"Baiklah kita biarkan mereka bersama saja!"

__ADS_1


Sedangkan di kamar Martin, Rissa sedang mengagumi kamar milik Martin.


"Ditutup mulutnya!!" kata Martin, sudah hampir 3 minggu ini Martin tak bertemu dengan Rissa, entah mengapa hatinya merasa lega setelah bertemu dengan istri dadakan nya itu.Rissa memandang lekat ke arah Martin suaminya itu, bule yang membuat hatinya senang sejak pertama kali bertemu dengan Martin, entahlah kenapa dia begitu 'klik' dengan Martin, kalo harus mengatakan rasa itu adalah cinta, rasanya terlalu cepat, tapi menggoda Martin adalah hal paling Rissa sukai.


"Kita harus bikin perjanjian pernikahan!" kata Martin.


Rissa berpikir, kenapa nasibnya sama dengan novel online yang dia gemari, ya aplikasi novel online gratis satu-satunya hiburan buat Rissa karena tak memakan banyak kuota, dia hanya bisa menonton drama Korea kalo ada Naura, yang memang anak orang kaya dan dengan mudah mendapatkan uang dari orangtuanya.


"Maksud abang?" tanya Rissa sok polos.


"Pernikahan kita ini gak lazim Rissa! aku dan kamu sama-sama tidak ada rasa! jadi percuma juga di terusin!" kata Martin yang berdiri di tepi ranjang king size nya.


Rissa berpikir kalo dia berpisah dari Martin, secara otomatis dia akan menjadi janda!! J-A-N-D-A....JANDA!!! tidak!!!! teriak Rissa dalam hati, dia tak mau jadi janda di usia muda! apalagi jadi janda kembang karena memang bunganya belum sempat di petik oleh Rissa berjalan menuju ke arah Martin dengan seringai di wajahnya, Martin mengerutkan keningnya menatap Rissa yang perlahan maju mendekati nya.


"Diantara kita tidak ada rasa ya?" kata Rissa pelan.


"Iya....karena itu kita harus cari cara agar bisa berpisah!" saut Martin.


"Gimana kalo kita ciptakan sendiri rasa itu!" ucap Rissa yang tiba-tiba sudah ada di hadapan Martin dan mendorong tubuh Martin ke belakang dan terjatuh di atas ranjangnya.Martin yang sedikit shock hanya diam saja saat Rissa sudah ada di atas tubuhnya.


"Aku pastikan abang akan merasakan rasa yang luar biasa dahsyat! jangankan ingin pisah denganku! memikirkan untuk pisah saja abang tak akan sanggup!!" bisik Rissa sensual ditelinga Martin, seketika tubuh Martin meremang, namun belum juga dia tersadar dari keterkejutan nya, Rissa sudah turun dari tubuh Martin.


"Aku numpang mandinya bang!! tiba-tiba Rissa geram!" ucap Rissa sambil membuka kancing kemeja miliknya sebanyak 2 kancing di depan Martin yang sudah duduk di tepi ranjang.


"Dimana kamar mandinya bang? aahhh panas bang!!" ucap Rissa yang sengaja memancing Martin sambil berlalu menuju kamar mandi namun sebelumnya dia mengecup bibir Martin yang masih terkejut dengan semua tingkah Rissa.


"Rissaaaaa!!!!" Teriak Martin ketika dia tersadar gadis itu telah menggodanya.


Rissa yang mendengar teriakkan Martin tertawa terbahak-bahak didalam kamar mandi, dia puas telah menggoda Martin dan nyatanya dia berhasil membuat Martin kesal.


"Enak aja!! main cerai-cerai segala!! salah sendiri dia bikin kejahilan seperti itu!!! jangan harap aku melepaskan kamu Martin Martinez ha ha ha ha ha! sepertinya hidupku akan lebih berwarna!!" ucap Rissa girang.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2