Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
Season 2 Martin Martinez


__ADS_3

Hari semakin malam tapi Rissa masih setia dengan selimut tebal dan halus milik Martin, apalagi kasur empuk yang tak pernah di tidurinya selama ini.


Rissa seakan bermimpi tidur diatas awan yang empuk,sedangkan Martin yang dengan kesalnya membiarkan Rissa berdamai dengan selimut tebalnya, namun karena sudah tak tahan lagi, Martin membangunkan Rissa.


"Rissa!? bangun kamu!!"


"hemmmmm" ucap Rissa sambil mempererat selimutnya.


"Bangun kamu Ris! sudah malam cepat bangun!"


" bentar lagi bu! Rissa masih ngantuk!"


"Bangun gak? cepat!" hardik Martin sambil menarik paksa selimut Rissa.


bukannya bangun Rissa malah seakan tak peduli, rasa kantuknya benar-benar tak tertahankan lagi, Rissa merasa berada di rumah nya ,obat yang dia minum membuat dia terus saja merasa matanya tak bisa di buka lagi!.


Martin merangkak naik ke atas tempat tidur dan membisikkan sesuatu di telinga Rissa.


"Bangun kalo tidak! aku bakal perkosa kamu di atas ranjang empuk ini sa!" bisik Martin di telinga Rissa.


benar saja rasa kantuknya Rissa perlahan hilang, dia bangun dengan tiba-tiba, hingga Martin yang tadinya membisikkan kata-kata di telinga Rissa reflek ikut bergerak hingga


Dug... bibirnya membentuk kepala Rissa dengan keras.


"Rissaaaaaaa!!!!!" Teriak Martin karena merasakan sakit di bibir nya.


Rissa lari terbirit-birit meninggalkan kamar Martin, kemudian dia mengambil tasnya dan buru-buru keluar dari apartemen Martin sebelum raja hutan itu mengamuk.


Di bawah dia bertemu dengan Rio satpam yang tadi pagi berkenalan dengannya.


"Lhaa mau pulang sa?" tanya Rio


"Iya bang! abang juga pulang?"


"Iya nih..mau nebeng sekalian gak?"


"abang ke arah mana? kalo searah boleh deh! buat ngirit uang bis hi hi hi hi!" kata Rissa.


"Arah sana sa! gimana ikut gak?"


"Siaaapp bang ikut aja deh!"


************


"Ha ha ha ha ha ha kirain ciuman membabi-buta ternyata cuma benturan!! bukan ciuman!! ha ha ha ha!"


tawa Anzel pecah ketika melihat bibi Martin yang terluka di ujungnya hingga terlihat sedikit bengkak.

__ADS_1


"Sialan!!" umpat Martin.


Aldrich sedari tadi hanya diam memperhatikan seseorang di gerbang kampus nya, mereka sedang duduk di pohon rindang di dekat gerbang kampus jadi Aldrich bisa melihat dengan jelas gadis tersebut. Karena merasa aneh dengan tingkah si Al Martin dan Anzel melihat ke arah pandangan Al.


"Siapa?" tanya Martin.


"Cewek yang aku cium kemarin!" kata Al


"Udah jadian?" tanya Anzel pasalnya banyak gadis yang menanti menjadi pacar Aldrich, namun hanya yang bener-bener membuat Al tertarik saja yang dia pacari, itupun tak lebih dari satu minggu pacaran.


"Dia unik! gak mau deket-deket aku setelah kejadian itu! bahkan dia cewek pertama yang menangis setelah aku cium!"


"Ha ha ha ha ha" Anzel benar-benar gak bisa menahan tawa nya begitu juga Martin, baru kali ini Al di tolak cewek dan nyatanya dia di tolak oleh cewek mungil seperti itu, gimana gak mungil kalo gadis itu badannya kecil walaupun gak kurus dengan tinggi badan sekita 160cm saja, sedangkan Aldrich mempunyai tinggi 180 cm.


"Kamu suka beneran?" tanya Anzel.


"Aku gak bisa lepas dari dia! mungkin cuma penasaran!"


"Emang udah gak penasaran sama Nesya?"


"Ciihh gak!! kamu tau gak... kemarin aku ke club sendiri, gila gak dia mojok sambil di garap dua orang pria sekaligus! mana mau aku sama yang begituan!!"


"Udah aku bilang!! matamu emang rabun!"


Aldrich tidak menggubris apa yang di katakan Anzel dia sibuk memperhatikan gadis tersebut, setelah beberapa saat ada sebuah angkot yang berhenti di depannya, Al langsung buru-buru pamit dan berlari ke parkiran mengambil motor nya, untung hari ini dia membawa motor hingga mudah bagi dia mengikuti si gadis.Setelah beberapa saat gadis itu berhenti di depan perumahan dan berjalan masuk ke dalam, Al terus mengikuti nya sampai masuk ke sebuah rumah yang di perkirakan Al adalah sebuah kos-kosan karena dia masuk ke dalam salah satu kamar yang terlihat dari luar.


Al melajukan motornya begitu tau di mana gadis yang membuat dia penasaran tersebut tinggal.


"Ini Sa kamu anter semua berkas-berkas ini ke rumah Bu Renata ya...pastikan kamu bertemu langsung dengan Bu Renata!"


"Rumahnya di mana mbak Mela?"


"Ini alamatnya dan tunggu Bu Renata sampai selesai kemudian bawa balik lagi ke sini atau kalo kemalaman kamu bawa ke rumah aja dulu besok bawa ke butik!"


"Okey mbak ....ada lagi?"


"Gak ada..okey buruan soalnya Bu Renata mau pergi sama tuan Marvel!"


"Siap mbak....aku otw....." teriak Rissa, Mela hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Rissa, anak itu hanya terlihat manis dan sopan didepan pelanggan bila di depan teman-temannya dia akan bersikap kocak,cuek dan apa adanya.


"ckckck....ini rumah atau istana kepresidenan sih!! gedeeeeee benar dah!!" gumam Rissa ketika taksi yang di tumpangi nya sampai di rumah dengan pagar tinggi menjulang.


"Nyari siapa neng?" tanya si satpam


"Bu Renata apk, saya pegawai butik beliau"


"Oh ya udah masuk!"

__ADS_1


Rissa diperiksa dengan detail, seluruh badannya ditelusuri dengan mengunakan alat pendeteksi baru setelah nya dia di persilahkan masuk diantar oleh seorang satpam lainnya.


"Bang ini pembantu nya gak capek apa ya nyapu rumah segede ini?" tanya Rissa dengan polosnya.


si bapak satpam malah tertawa mendengar pertanyaan Rissa.


"pembantu di sini banyak non! jadi mana mungkin mereka capek!"


"Halah pak! jangan panggil non dong! cukup Rissa! kayak berasa jadi nonik-nonik Belanda di panggil nona segala ha ha ha ha ha aha...!"


"Bi Rani ini ada yang mencari nyonya Rena!" kata si satpam pada seorang wanita yang baru saja menyambut nya di ruang tamu!"


"Dari butik?" tanya wanita itu datar


"I-iya nyonya!"


"Bi Rani! panggil bi Rani saja, saya bukan nyonya besar di rumah ini!" katanya dengan dingin.


Ketika melewati sebuah ruangan menuju ruang kerja bu Renata Rissa melihat sebuah foto lelaki bersanding dengan Bu Renata terpajang di sana,dia melihat foto tersebut dengan seksama.


'mirip siapa ya? sepertinya aku pernah melihatnya?' batin Rissa, semuanya tak luput dari mata bi Rani, kemudian wanita berhenti..


"Dia adalah tuan besar Marvel Martinez! suami nyonya Renata!" jelas bi Rani tanpa di tanya oleh Rissa.


"Ehh iya.... seperti mirip seseorang?" gumam Rissa


"Apa?"


"Tidak bi!"


"Masuklah nyonya sudah menunggu di dalam!"


"Baiklah!"


Begitu masuk Rissa mendengar suara seseorang..


"Lepaskan Martin! kamu mau si galak itu cemburu melihat kamu disini hemmm!"


"Biarin aja!! aku kangen pengen meluk terus!" ucap Martin manja sambil memeluk sang mama.


"Kalian berdua sama saja!!" ucap sang mama


"Aku heran kok betah punya suami galak gitu!!"


"Gitu-gitu dia juga......"


plukk...suara berkas terjatuh dari tangan Rissa, Rena dan Martin menoleh ke arah suara tersebut

__ADS_1


"Oh astaga babang bule selingkuh sama tante-tante girang!" gumamnya lirih.


bersambung


__ADS_2