
Nara masuk ke kantor dengan wajah yang kusut dan make up yang luntur akibat ulah Rena, sedangkan Rena?jangan tanyakan dia,dia berlalu ke ruangannya tanpa ekspresi bersalah sama sekali.
sesampainya di ruangan nya teleponnya berbunyi
"nomor siapa ini?" gumam Rena,karena merasa tak mengenal nomor yang sedang memanggil dia mengabaikannya.
tut....tut...tut...
berkali-kali nomor telepon itu mengganggu Renata,pada akhirnya Renata mengangkat telponnya.
"hall......" belum lengkap dia menjawab, diseberang sudah mencak-mencak.
"beraninya mengabaikan panggilan telepon ku!!hah??!"
spontan Rena menjauhkan telepon genggamnya dari telinga nya.
'hah??!! tuan muda?ngapain telpon?' batin Renata.
"apa kau butuh dokter THT hah???!!!"
"tidak mister terimakasih!....ada yang bisa dibantu?" jawab Rena dengan tenang menahan segala kekesalannya.
"tunggu aku di lobby,mama menunggu di butik langganan nya!"
"ba...." tut. tiba-tiba sambungan telepon mati.
"ini gila!gila!gila....ini gila paaaaaa" rengek Renata sambil memanggil papanya.
Renata sudah berada di lobby,dia duduk disana sambil menunggu mister Marvel.
"yakin dia bakalan ngajakin kamu bareng??" tanya nara yang sengaja menemani Rena menunggu si galak datang.
"kalo gak diajak bareng ya aku bawa mobil sendiri!gitu aja repot!!!" jawab rena ketus.
"eh tuh dia datang..." nara menoel-noel tangan rena memberitahu bahwa Marvel sudah datang.
__ADS_1
Rena berdiri melihat kedatangan Marvel,sambil berlalu Marvel mengatakan sesuatu pada Rena.
" kasih kunci mobilmu pada Hendra".
"hah???!"
"cepat! mama sudah nunggu!"
Sesampainya di butik nyonya Mariana sudah ada di sana beserta sang asisten yaitu papa Rena sendiri.
Beberapa baju sudah di coba oleh Renata, begitu juga Marvel yang kelihatan menahan jenuh dan bosan.
setelah dirasa mendapatkan apa yang cocok untuk pasangan calon pengantin itu,nyonya Mariana mengajak assisten alex untuk pergi karena mereka harus bertemu klien untuk makan malam dan membicarakan bisnis.
"antar aku pulang dulu! setelahnya sopir akan mengantarkan kamu pulang" ucap Marvel sambil masuk ke tempat duduk disamping pengemudi.dan itu artinya Rena lah yang harus mengemudi.
tak ada penolakan dari Rena,dia melajukan mobilnya menuju rumah besar keluarga Martinez.sesampainya di sana dia membangunkan Marvel yang sedang memejamkan matanya,rena mengira Marvel sedang tertidur.
"Dasar bule mesum! begitu saja tertidur!" gumam rena lirih namun ternyata terdengar oleh Marvel yang pura-pura tertidur.
"Tuan muda Marvel kita sudah sampai" kata Rena hanya memanggil Marvel yang masih terpejam matanya tanpa menguncang tubuhnya.
"Tuan muda? kita sudah sampai!"
Karena geram panggilan nya tak dihiraukan oleh tuan mudanya,Rena menguncang pelan tubuh lelaki itu, panggilan demi panggilan di layangkan oleh Renata.
akhirnya Rena yang kesal membentak Marvel agak segera bangun,rasanya dia cukup lelah bisa tak segera pulang ke rumah.
"Berisik!!!" akhirnya Marvel bersuara dan bukannya membuka matanya dia malah diam kembali.
"Kalo kamu ingin tidur di mobil silahkan!tapi saya mau pulang!" ucap rena sambil membuka pintu mobil.
"berani keluar dari sini!aku pastikan kau akan menyesal!" ucapnya sambil terus memejamkan mata.
Rena dengan keras menutup kembali pintu mobil,dengan rasa kesal dan amarah yang di tahannya,dia kembali duduk di depan kemudi.
__ADS_1
"galak sekali!!" gumam rena lirih.
"Maaf taun muda, pekerjaan kantor saya sangat banyak besok jadi saya ijin pulang!"
"ini sudah jam 22.30 tuan!" menekankan kata tuan di akhir kalimatnya.
"Aku tidak peduli! belajarlah menjadi istri yang patuh mulai sekarang"
"Tuan muda saya....."
"Mama sudah merencanakan pernikahan ini jadi jangan berharap akan ada pernikahan kotrak seperti di novel-novel yang kamu baca!!" Marvel memotong perkataan Rena sebelum rena menyelesaikannya.
"ciihh... dari mana tuan muda tau aku suka baca novel?" ucap Rena ketus karena ketahuan hoby nya oleh Marvel.
"Apa gunanya ada om Alex?"
"Dengar! belajarlah nyaman di samping ku,aku tak menuntut agar kau jatuh hati padaku, walaupun aku yakin kamu tak akan bisa menolak pesonaku" ucap Marvel dengan nada sombong nya.
Rena memanyunkan bibirnya,dia bener-bener berusaha menahan amarah dan kesal yang menjadi satu di dalam dadanya.
"Tenang saja!aku berani jamin bahwa aku tak akan jatuh ke dalam pesonamu!"kata Rena tak kalah sombong.
"Kita jalani saja apa mau nyonya besar!kau adalah suamiku dan aku adalah istrimu! Titik! tak akan ada perubahan dalam diri kita masing-masing"
Marvel menatap mata tajam gadis itu,'berani sekali dia bersikap sombong di depanku!' batin Marvel.
"Bagaimana tuan muda Marvel setuju kan?"
Marvel yang masih memandang tajam ke arah gadis itu tiba-tiba saja menarik tangan Rena,rena yang sedari awal perbincangan dengan Marvel memang menghadap tuan mudanya itu kaget dan tanpa persiapan dia akhirnya jatuh diatas tubuh Marvel.
Tanpa aba-aba Marvel menarik tengkuk Rena dan melum4t bibir mungil itu, Rena meronta-ronta melepas cium4n yang di berikan Marvel secara tiba-tiba.karena merasakan Rena kesulitan bernafas Marvel melepas cium4nnya.
"Marveeeelll!!!!" teriak Rena sambil menatap tajam ke arah Marvel.
"Berisik!!?" Marvel turun dengan wajah penuh kemenangan.dan dari luar mobil Marvel masih bisa mendengar Rena menjerit dan memakinya.
__ADS_1
"Aaagghhhh..... Marvel sial4n!!!dasar bule mesum!!!!".
bersambung...