
"Sama siapa di sini sa?" tanya Agnes lagi sambil mengapit lengan Randy yang hanya diam melihat Rissa.
"Aku sama......" jawab Rissa belum selesai tapi terpotong oleh seseorang.
"Honey......kamu lama banget.!" kata Martin sambil memeluk pinggang Rissa dan menciuum pelipisnya.
Agnes dan Randy seketika memandang ke arah Martin, mereka tidak menyangka kalo Rissa datang dengan seorang lelaki dengan wajah khas bule nya. Randy memandang mereka berdua dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Oh kamu kenal mereka Honey?" tanya Martin lagi yang pura-pura baru melihat mereka.
"Iya mereka teman sekolah aku di kampung ku yank?" saut Rissa.
"Oh ya.. haloo aku Martin pacar Rissa!" kata Martin tanpa berniat berjabat tangan dengan mereka.
"Eh hallo aku Agnes dan ini Randy tunangan ku!"
"Salam kenal! Honey ayo pulang...aku sudah ngantuk.cup...!" lagi-lagi Martin mencium pelipis kanan Rissa.
"Iya.... Randy, Agnes aku pulang dulu ya senang bertemu dengan kalian di sini!" pamit Rissa kepada mereka.
"Oh iya Rissa, sebentar...." Agnes berlari ke arah mobilnya dan mengambil sesuatu di sana dan kembali lagi ke arah mereka.
"Datang ya ke acara pernikahan kami 2 minggu lagi!" kata Agnes dan tersenyum manis
"okey...aku usahain datang! terimakasih undangan nya! baiklah aku pergi dulu!" pamit Rissa.
Setelah kepergian Rissa, Agnes yang melihat Randy hanya diam saja mulai angkat bicara.
"Kenapa? masih cinta sama dia?" tanya Agnes.
"Kamu tau jawabannya bukan?" jawab Randy, Agnes hanya diam.
"Aku masih bersalah sama dia! aku benar-benar tidak bisa jadi pacar yang baik waktu itu!" lanjut Randy
"Ya....dan kau butuh pelarian! dan dengan bodohnya aku mau jadi pelarian itu!" ucap Agnes sambil tersenyum manis seperti biasa.
"Ayoo katanya mau bertemu temanmu!" kata Agnes sambil berjalan lebih dulu di sebuah warung di dekat parkiran taman, dimana teman Randy berada. Randy diam saja, ya perjodohannya dengan Agnes membuat dia mau tak mau harus meninggalkan Rissa kala itu, keluarga Randy yang berasal dari keluarga mampu tak bisa menerima Rissa yang memang hanya anak seorang yang biasa saja.
Kembali lagi ke mobil Martin yang mengantarkan Rissa kembali ke kosan nya, tidak seperti biasanya Rissa cerewet dan terus merayu Martin,kali ini Rissa bilang mengantuk dan dia ingin tidur sejenak di mobil Martin setelah dia memberikan alamatnya pada Martin, Martin yang penasaran akhirnya memberikan pertanyaan pada Rissa yang dia tau Rissa tak benar-benar tertidur.
"Siapa dia?" tanya Martin.
tak ada jawaban.
__ADS_1
"mantan kamu?"
tetap tak ada jawaban.
"mereka nikung kamu?"
tetap masih diam.
"Kalo gak mau jawab aku berhenti in di sini!!" ancam Martin.
Terdengar desahan nafas pelan dari mulut Rissa, dan dia berbalik pada Martin..
"Kenapa babang pacar? cemburu ya? aduuh senang nya di cemburu in sama pacar aku!" ucap Rissa kembali ke mode genitnya bisa bersama Martin.
"Ciihh jangan berlagak sok kuat!! bilang aja kalo kamu sedih!"
"Gak kok!! mana ada aku sedih kalo bisa dapat babang bule yang cakepnya kelewat gini!....seneeeeeng banget deh pokoknya!" kata Rissa berbinar.
Tapi Martin bisa melihat sorot mata beda dari Rissa bucin yang dia kenal selama ini, dia seolah menutupi sesuatu yang Martin sendiri tak yakin apa itu. tapi dari tatapan lelaki tadi pada Rissa, Martin yakin lelaki itu pasti seseorang yang pernah ada di hati Rissa.
"Babang bule! udah sampai nih!" seru Rissa membuat Martin berkesiap.
"Makasih babang bule sayang! besok aku ke apartemen deh mau di masakin apa? sekalian aku belanja nya!"
"Terserah!"
Belum juga Martin menjawab Rissa sudah keluar dari mobil Martin dan berlari ke arah kamar kosannya, Martin hanya bisa menghela nafasnya pelan dan segera meninggalkan tempat tersebut.
Di kamarnya Rissa diam di balik pintu, setelah sekian lama tak melihat Randy ternyata di hatinya masih ada nama Randy walaupun tak sepenuhnya, ketika dia melihat Randy bersama Agnes tunangannya, dia masih merasa sakit.
flashback on
"Rissa?" panggil seorang ibu-ibu.
"Tante Mala"
"Silahkan duduk!" minta Tante Mala
"makasih Tante, ada yang bisa Rissa bantu tante?" tanya Rissa pada mama Randy kekasih nya.
"Maafkan Tante Risa karena mungkin ini akan sedikit sakit buat kamu! tapi bisakah kamu memutuskan hubungan mu dengan Randy? aku tak ingin Randy berseteru dengan papanya terus Ris! kamu tau bagaimana kakek dan papanya Randy!"
pinta Tante Mala ada Rissa, Rissa gadis yang baik menurut Tante Mala, dan mereka sudah pacaran sejak kelas satu SMA, Randy dipindah sekolah dari kota ke desa menemani sang kakek sejak SMP dan di SMA dia bertemu dengan Rissa.
__ADS_1
"Tentu Tante lagian kan sebentar lagi kita ujian dan Randy akan kembali lagi ke kota! kita juga pasti putus kok te!" kata Rissa dengan wajah sendunya.
"Apa-apaan mama ini!" teriak Randy yang memergoki sang mama dengan kekasihnya yaitu Rissa.
"Mama tega banget sama Randy ma! mama bilang mama mendukung Randy tapi apa ini ma!!" bentak Randy, sang mama hanya bisa menangis mendengar anaknya membentak dirinya.
"Cukup Randy!! apa yang kamu lakukan!! Tante Mala itu mama kamu Ran! gak seharusnya kamu membentak dia!"
ucap Rissa tak kalah emosinya dari Randy.
"Iya dia mama aku! mama yang akan menghancurkan hati anaknya!! Rissa aku gak mau kita putus!! aku pasti bisa memperjuangkan cinta kita Ris!!"
"Maafkan aku Randy! aku mau kita putus saja!" ucap Rissa pelan dan segera berlalu dari sana.
Beberapa hari setelah kejadian tersebut Rissa berusaha menghindar dari Randy, berbagai cara dia lakukan agar terhindar dari Randy sampai akhirnya selesai ujian sekolah mereka Randy menyeret Rissa ke halaman belakang sekolah.
"Sampai kapan kamu menghindari aku Ris!! sampai kapan!"
"Kita tak ada hubungan apa-apa lagi Randy jadi tolong jangan temui aku lagi!!"
"Kau masih pacar ku Rissa!"
"Tidak! kita sudah putus! dan aku tak akan kembali padamu!"
Rissa pergi meninggalkan Randy sendiri, Randy mengejar nya dan nyatanya di depan sekolah sudah ada sang kakek yang memang menjemput Randy sekolah.
"Rissa dengarkan aku! aku...."
"Randy?" panggil kakeknya, Randy dan Rissa berhenti di tempat.
"Untuk apa lagi kamu bersama gadis ini?" tanya sang kakek.
"Kek! Randy masih sayang sama Rissa...dia akan tetap Randy perjuangkan!" bentak Randy dingin pada sang kakek.
tiba-tiba kakek memegang dadanya yang sakit dan hampir saja ambruk kalo buka sopir nya menopang tubuh Kakek.
"Kakek!!! maafkan Randy kek! kakek maafkan Randy!" ucap Randy dan melupakan Rissa disana.
Dengan segera Randy membawa kakeknya pergi dari situ ke rumah sakit, Rissa hanya melihat dari kejauhan kepergian Randy dan itupun jadi hari terakhir dia melihat Randy.
"Hubungan darah tak akan bisa di ganti kan dengan hubungan apapun" gumam Rissa sambil mengusap airmata nya.
"Selamat tinggal Randy dan semoga kau bahagia!"
__ADS_1
flashback off
bersambung....