Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
58.


__ADS_3

Hendra termenung di balkon apartemen miliknya,belum pernah Hendra merasa sesuntuk ini,sudah lebih dari 3 batang rokok dia habiskan.hendra benar-benar tak habis pikir,dia tanpa sengaja menyakiti Lily sekertaris nya.


"tidak mungkin kan dia suka sama aku begitu lama? gak..gak..gak!!"


gumam Hendra begitu pengingat apa yang teman Lily katakan tadi.


Hendra memang sosok yang mendiam dan galak,dia hampir sama saja dengan tuannya Marvel.


Namun Hendra tak seberuntung Marvel,lelaki yang sangat kaku terhadap wanita itu nyatanya dipermudah sang mama, perjodohannya dengan Rena mempermudah Marvel mengenal wanita dan pada akhirnya bisa mencintai wanita itu sepenuhnya.


sedangkan Hendra? jangankan mencintai wanita? berdekatan saja dia tidak pernah, wanita yang bener-bener bisa ada di dekat dia hanya Rena sang keponakan, Nara sahabat Rena dan Lily sekertaris nya.


sedangkan karyawan yang lain menoleh untuk melihat wajahnya saja gak ada yang bener-bener berani terang-terangan.


Di apartemen Marcel.


Bule yang dikatakan gila oleh calon istrinya Nara itu gini sedang manja-manjanya dengan Nara,ya akhirnya Marcel bisa mempersunting Inara,dengan sedikit paksaan di awal hubungan pacaran mereka.


"Ini sudah selesai semua berkas-berkasnya"


kata Nara karena Marvel tak datang ke kantor tadi siang membuat Marcel bertambah pekerjaan nya.karena sudah tak ingin berlama-lama di kantor dia membawa pekerjaan nya ke apartemenya yang sekarang ditempati Nara.setelah memeriksa semua berkas dan sudah beres, Nara berniat untuk tidur saja dan membiarkan Marcel pulang.


namun tiba-tiba....


"Aku kangen sama kamu"


bisik Marcel yang sedang memeluk Nara dari belakang.


"Bukannya kamu udah pulang tadi?"


tanya Nara yang masih berbaring di atas ranjang sambil membelakangi Marcel.


Marcel tak menjawab,dia sudah memulai aksinya, gigit-gigitan kecil serta j*latan di sekitar telinganya sudah dia rasakan Nara, begitulah Marcel,sang mantan play boy itu selalu punya cara tersendiri untuk membuat Nara takluk padanya.


Nara yang terbawa suasana akhirnya mengimbangi permainan Marcel.

__ADS_1


bukannya meneruskan keinginannya diatas ranjang, Marcel malah membawa Nara ke sofa di ruang tamu.


"Aku mau disini,... kendalikan permainan kali ini!"


ucap Marcel yang sudah duduk terlentang di atas sofa empuk itu.nara yang sudah setengah profesional karena les private yang sering di berikan oleh Marcel mulai mengerti apa maksud dari kekasihnya, sungguh menjadi pacar Marcel, Nara menjadi sosok lain dan itu yang membuat Marcel semakin mencintai Inara,tanpa di selimuti gairah Nara adalah sosok gadis yang sedikit jutek dan keras kepala,namun ketika berhadapan dengan Marcel di atas ranjang maka dia akan menjadi gadis yang sangat penurut.


Inara benar-benar mengendalikan permainan mereka, beberapa kali terlihat Nara sudah mengalami pelepasan, namun beda dengan Marcel yang masih on fire!.


"Ayo...sayang... berusaha lah sedikit lagi!!"


suara Marcel seakan menyemangati Inara, setelah beberapa menit terlewati tergambar kepuasan diwajah Marcel yang berada di bawah Inara.


"Pintar sekali sekarang!hemmm...cup...aku suka!!"


ucap Marcel ketika permainan mereka sudah usai,namun bukan Marcel namanya kalo cuma melakukan pelepasan hanya 1X.


"Kita pindah ke kamar mandi sayang!"


ajak Marcel yang kemudian membopong Inara.


hardik Nara


"iya sayang habis ini kita tidur"


ucap Marcel sambil menutup pintu kamar mandinya.


akhirnya Marcel memutuskan untuk tidur di apartemen bersama dengan Nara yang telah kelelahan,nara lupa siapa Marcel,jika sudah memulai maka Marcel akan sedikit sulit dihentikan, alhasil badan Nara terasa sangat remuk.


Pagi hari dikantor...terlihat jelas bahwa segitu cerah wajah Marcel sedangkan Inara terlihat sedikit kesal, badannya yang terasa remuk tidak menyurutkan niat Marcel pagi tadi,


"sayang ini tuh sebagai penyemangat aku!!"


bujuk Marcel sekita menambah jatah di pagi hari tadi,dan hasilnya sekarang Nara yang terlihat kesal.


sama halnya dengan Marvel yang terlihat lebih ceria juga pagi ini,sudah bisa dipastikan bahwa dia semalam juga mendapat jatah dari sang istri.

__ADS_1


namun tidak dengan Hendra, Hendra yang semalaman bahkan tak bisa tidur karena memikirkan semua isi perbincangan Lily dan temannya,ditambah dilihatnya Lily berdekatan dengan karyawan lelaki yang di pastikan itu adalah Arya walaupun mereka terlihat sedang membahas soal pekerjaan yang di pegang Lily.


mata Hendra bahkan sudah tak fokus lagi pada pekerjaan nya.dia terlihat melirik ke arah Lily dan arya yang sedang berdekatan.


setelah pekerjaan Arya selesai dia berniat pergi dari ruangan tersebut,namun Lily mencegahnya agar bisa barengan keluar.


"Aku juga harus memfotokopi berkas-berkas ini!"


ucap Lily dan berpamitan dengan Hendra,namun hendra segera bangkit dari kursinya dan menghampiri mereka berdua.


"keluar lah duluan!"


perintah Hendra pada arya.


"baik pak!"


setelah Arya keluar, Lily yang binggung akhirnya bertanya pada Hendra.


"Ada apa pak...ada yang bisa di ban.......!!"


belum sempat Lily menyelesaikan ucapannya, Hendra sudah meraih pinggang nya dan menenggelamkan bibir nya ke bibir sekertarisnya tersebut.hendra sedikit mel*mat dan mengigit kecil bibir Lily, beberapa saat kemudian Hendra melepaskan ciumannya.


"jangan membuatku gila Lily!!"


ucap Hendra,bahkan Lily tak tau apa-apa tentang semuanya ini.


"Jauhi semua lelaki yang ada di dekat mu!! atau aku yang akan mematahkan leher mereka sendiri!!"


ucapan Hendra sontak membuat Lily yang tadinya menunduk langsung menatap mata Hendra dengan berbagai pertanyaan dihatinya.


"Jadilah kekasihku mulai hari ini!"


ucap Hendra,belum sempat Lily menjawab Hendra sudah kembali ******* bibir mungil Lily.


bersambung...

__ADS_1


@Hendra lebih menyeramkan saat cemburu 😁😁


__ADS_2