
Setelah berbicara dengan Maya,kini nyonya Mariana tahu siapa musuh di balik ini semua....sudah hampir 20 tahun kejadian itu berlangsung,nyatanya kesalahan yang pernah di perbuat oleh tuan besar Martinez kala itu, yaitu papa mertuanya demi menyelamatkan cucu nya berakhir dengan dendam yang berkepanjangan.
flashback 20tahun yang lalu.
"Januar! bagaimana pun juga selamat kan cucuku! apapun caranya...aku tak ingin terjadi apa-apa pada cucuku!!"
"Baik Tuan,kami sedang memeriksa jantung yang cocok untuk cucu Anda Tuan dan setelah beberapa tes kita akan tau apa jantungnya cocok atau tidak"
"Bagus! tidak boleh terjadi apa-apa pada cucuku"
"Mariana?"
"Iya pa...."
"Bawa Marvel ke rumah pengasuhnya, biarkan dia bermain di sana,kau harus ke rumah sakit besok!"
"Baik pa"
keesokan harinya Mariana menuju rumah sakit,seorang anak lelaki terbaring lemah di sana.
"Hai...Martin...."
"Mama?"
"Iya sayang.... bagaimana keadaan kamu pagi ini?"
"Martin baik ma,dimana kakek dan papa?"
"Mereka sedang ada rapat pemegang saham"
"Marvel?"
"dia sama bibi pengasuh,kamu tau dia kangen banget sama kamu katanya
Martin tersenyum getir,hidupnya lebih banyak di rumah sakit dari pada berkumpul dengan adik semata wayangnya., Marvel.
Martin berbeda 10 tahun dengan Marvel,kala itu marvel yang masih berusia 7tahun tak begitu akrab dengan sang kakak,karena kakaknya memang lebih sering tinggal di rumah sakit, Martin cucu kebanggaan Johannes Martinez sang kakek,dengan IQ di atas rata-rata membuat dia banyak mendapatkan piagam penghargaan di bidang akademik.
Martin digadang-gadang menjadi pewaris tahta kerajaan bisnis Martinez, namun nyatanya penyakit jantung yang di deritanya sudah pada tahap yang sangat mengawatirkan,dan dia butuh transplantasi jantung untuk bertahan hidup.
tok..tok..tok...
__ADS_1
"Ya suster?"
" dokter Januar ingin bertemu nyonya"
" baiklah tolong jaga anakku,mama pergi dulu ya"
"iya ma.."
Mariana menelpon suami dan papa mertuanya mengatakan bahwa jantung untuk martin sudah ada namun ada sedikit kendala.
jantung itu juga cocok untuk seseorang yang terlebih dahulu mendaftar sebagai penerima donor jantung untuk istrinya.
" berikan jantung itu pada Martin Januar!aku ingin cucuku sehat kembali!"
"Tuan Martinez,di dalam daftar rumah sakit,nama seseorang telah terdaftar terlebih dahulu bagaimana ini Tuan?"
dokter Januar,dokter ahli jantung ini mengabarkan adanya donor jantung yang cocok untuk Martin cucu Tuan Johannes,padahal ada pendaftar lain yang juga cocok,karena rumah sakit terbaik di kota itu hanya di rumah sakit ini dan sayangnya rumah sakit ini milik keluarga Martinez,bisa di pastikan apapun kegiatan di dalamnya akan diketahui oleh tuan Johannes,bila dia mengoperasi seseorang itu padahal jantung nya juga cocok untuk Martin maka habislah riwayat nya.
"Lakukan pada Martin dan berikan kompensasi pada orang itu!"
tuan Johannes pergi begitu saja dari ruangan dokter Januar,menyisakan dokter Januar yang sangat kebingungan, sebagai dokter dia tak tega membatalkan operasi pasiennya,namu sebagai dokter yang hanya bekerja di bawah naungan perusahaan Martinez dia hanya bisa diam.
######
tanya Naraya ketika dokter Januar meminta untuk bertemu dengannya,dan nyatanya berita buruk yang di dapatkan dari dokter Pendonor jantung yang mereka maksud memang sudah dalam keadaan kritis,karena sebuah kecelakaan..namun sebelum terjadi kecelakaan dia sendiri yang mendonorkan mata,jantung dan ginjalnya untuk orang-orang yang membutuhkan, mungkin juga dia sengaja melakukan bunuh diri,karena setelah Mendaftar sebagai pendonor tiba-tiba dia mendapat kecelakaan,tubuhnya di temukan dengan kalung identitas sebagai pendonor di rumah sakit yang tertera di kartu pengenal itu.
"jantung itu akan di donorkan untuk cucu pemilik rumah sakit ini tuan,maaf kan kami, kami tidak bisa berbuat banyak"
"Br3ngsek!!! jadi karena itu kamu membatalkan mengoperasi istriku!hah!!!"
emosi Naraya sudah tak terbendung lagi,dia mencengkeram kerah baju dokter milik dokter Januar.
"aku akan bikin perhitungan dengan keluarga brengs3k itu!!"
Dengan emosi Naraya mencari rumah Martinez dan ingin membuat perhitungan dengan mereka! sayang ketemu tuan besar sangat lah sulit, berkali-kali Naraya terusir dari rumah megah itu.
Keadaan istrinya belum membaik juga, sebenarnya Naraya ingin sekali memindahkan perawatan istrinya dari rumah sakit itu,namun sayangnya rumah sakit itu adalah rumah sakit terbaik dengan dokter jantung dan alat-alat yang paling lengkap.
"Tuan Naraya??"
panggil Mariana.
__ADS_1
"Ya?"
"saya Mariana, menantu Tuan Johannes Martinez,bisa kita bicara?"
Naraya menahan emosinya Ketika bertemu dengan salah satu anggota keluarga Martinez,ingin rasanya dia memaki-maki Mariana,namun ditahannya.karena mereka berada di rumah sakit, Naraya masih punya etika untuk tidak membuat keributan di rumah sakit.
"Mari kita ke atap rumah sakit saja!"
ucap Naraya dengan wajah datarnya.
sesampainya di sana,dia diam saja menunggu Mariana berbicara.
"Apa kabar Ray?"
"Kau mengenalku?"
pasalnya hanya orang-orang tertentu yang memanggil nya dengan nama itu.
"Ya..kita satu kompleks dulu waktu masih kecil sampai menginjak remaja"
"Kau tak ingat aku? Nana...kau memanggilku Nana waktu kecil"
Naraya kaget bukan main...memang sejak kepindahan Nana dari kompleks perumahan mereka dulu, Naraya tak lagi mendengar kabar berita sahabat kecilnya itu.
"Ray.... maafkan ayah mertuaku,dia hanya ingin cucunya sehat kembali,Martin sudah tidak bisa lagi menunggu lama"
"Dan kamu harap aku mengorbankan istri ku begitu?"
"Kita akan cari lagi pendonor jantung untuk istrimu,aku janji akan menolong dan membantu kamu mencari pendonor nya Ray"
"Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi Na,anakku meninggal, istri ku sudah tidak mungkin hamil lagi dan sekarang dia butuh jantung itu Na! tolong berikan pada kami!"
mohon Naraya dengan nada memelas.
"Kau pikir aku tidak memikirkan bagaimana istrimu setelah aku tau siapa dia, ternyata dia adalah istri temanku sendiri!tapi aku tidak punya kuasa apa-apa Ray,papa mertua ku tetep kukuh pada pendiriannya!"
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi Na!!! kalo sampai terjadi apa-apa pada istriku,aku akan mengejar kalian sampai kemanapun!!!"
kata Naraya dengan tegas,dan kemudian berlalu meninggalkan Mariana sendiri di atas rumahsakit itu.
Mariana menghapus pelan airmata yang jatuh di pipinya,dia ingin Martin tetap hidup namun disisi lain dia tak ingin melukai Naraya karena memang seharusnya istri Naraya yang lebih dulu mendapatkan jantung itu.
__ADS_1
bersambung