Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
52


__ADS_3

Transplantasi jantung pun dilakukan pada Martin,pada akhirnya kekuasaan tuan besar Johannes yang berbicara,


Dengan kuasanya, pendonor yang sejatinya diperuntukkan untuk istri dari Naraya,oleh pihak rumah sakit akhirnya diberikan pada Martin yang memang dengan kondisi jantung yang lebih mengawatirkan dari pada istri Naraya.


Naraya yang saat itu tau bahwa pendonor telah tiada secara otomatis jantung nya di berikan pada penerima donor.


Naraya sangat marah pada pihak rumah sakit,dia mengamuk meminta pertanggungjawaban dari dokter Januar selaku dokter yang menangani sang istri.


Mariana yang saat itu tahu ikut menenangkan teman masa kecilnya itu.


"Ray... berhenti Ray.... ingat kondisi istrimu!!"


ucap Mariana mencoba menghentikan Naraya.


"Berhenti!!! kau nyonya Mariana yang terhormat!! seharusnya kaubyang berhenti! keluarga mubyang berhenti memakai kekuasaan mu untuk menindas kami!!!"


"Ray....."


panggil Mariana lirih.


"Kalian dengar ya!! kalo sampai dalam 1 bulan tidak mendapatkan donor jantung untuk istri ku,aku pastikan tak akan ku biarkan keturunan Martinez hidup selamanya!!!"


Suara Naraya mengema di lorong rumah sakit itu,dia meninggalkan tempat itu dengan rasa kecewa yang memenuhi relung hatinya,kini dia berdiri di luar ruang rawat sang istri, menatap seorang wanita yang terbaring lemah di dalam sana.


"Aku janji akan menyelamatkan kamu Mei!


apapun akan aku lakukan demi kamu!"


ucapnya lirih sambil terus memandangi wajah pucat istrinya dari luar ruangan, airmatanya menetes, menyesalkan dirinya yang tidak bisa berbuat apa-apa karena kekuatan dan kemampuan keluarga Martinez tak bisa dia tandingi.


#######


"Kenapa kamu diam?"


tanya Daniel sang suami.


"Aku masih memikirkan Ray pa...dia teman ku!"


"Itu sudah keputusan papa, lagian apa kamu tidak mau Martin sembuh? hemmm?"

__ADS_1


"tentu saja! bagaimanapun aku ibunya,aku ingin anakku sembuh!"


"kita akan cari lagi donor untuk mereka".


Mariana masih saja diam,ada rasa yang sangat menganjal dihatinya.


beberapa minggu kemudian, Martin sudah menunjukkan gejala-gejala yang cukup baik,namun dia masih dalam tahan pemeriksaan dan tentunya masih diawasi oleh beberapa dokter ahli jantung.


Lain Martin,lain dengan istri Naraya,semakin hari kondisinya semakin melemah.


"dokter....pasien ruang Mawar bermasalah!"


teriak seorang suster kepada dokter Januar,dengan cepat dokter Januar berlari ke arah ruang salah satu pasien nya,karena dia tau sekali siapa pasien itu.


"tolong istri saya dokter!"


teriak Naraya.


"Bapak tolong keluar sebentar"


pinta sang suster.


Didalam dokter Januar dengan sigap menangani pasiennya


kata salah satu suster.dokter Januar semakin terlihat panik namun masih bisa menguasai dirinya untuk tetap menangani pasiennya tersebut... sampai pada akhirnya.


tiiiiiiit


Dokter Januar mundur satu langkah, gagal sudah dia mempertahankan pasiennya,ketidak berdayaannya untuk membantu pasien membuat dia merasa gagal sebagai seorang dokter jantung.


"Waktu kematian 13.48 menit"


salah seorang dokter yang ikut menangani pasiennya, memberitahukan waktu kematian sang pasien hingga membuyarkan lamunan dokter Januar.


Mendengar istrinya tiada, Naraya mengamuk di rumah sakit...dia bahkan memukul dan menyalahkan dokter Januar yang telah membantu mengoperasi Martin padahal harusnya istrinya lah yang lebih dahulu di operasi.


"Aku bersumpah!!!aku akan memburu keluarga brengs3k itu!!!aku akan pastikan mereka hidup menderita....!!"


Naraya berteriak-teriak di depan kamar istri nya,menatap nanas sosok wanita yang sangat dia cintai,wanita yang selalu menemani dia suka maupun duka.

__ADS_1


Mereka memang hidup sebatang kara, Naraya atau istrinya memang sudah tak punya sanak saudara lagi.hanya istrinya satu-satunya keluarga yang dia miliki,hanya karena ulah seseorang yang berkuasa menghancurkan hidupnya dan bahkan membuat sang istri meninggal dunia.


#######


Tiga bulan sudah sejak insiden dirumah sakit tersebut,Seorang lelaki gagah tengah jongkok di depan


sebuah batu nisan.


"Tunggu aku sayang, setelah semua selesai...aku akan menyusul kamu!"


lelaki itu adalah Naraya,dia ber balik dan menelpon seseorang,


"lakukan tugasmu!!"


"--------"


"Apapun akan aku berikan padamu!!"


"-------"


tut. sambungan terputus.kemudian Naraya membuang ponselnya ke dalam selokan.


"Kita mulai permainannya Martinez!!!!"


ucapnya sambil berkaca-kaca mengingat kembali bagaimana istri nya meninggal tanpa keadilan.


Disisi lain


Rumah sakit telah dibuat heboh dengan datangnya pasien karena mendapatkan serangan jantung dadakan,dia adalah anak sulung keluarga Martinez, Martin.setelah 2 bulan yang lalu keluar dari rumah sakit, Martin hanya perlu dirawat jalan dan di beri satu orang suster kepercayaan untuk merawat dia,yaitu suster Ela.


suster yang menggantikan suster Ela yang sedang sakit, memberikan obat pemicu jantung hingga pasien bisa mendapatkan serangan jantung dadakan.


Keluarga Martinez begitu shock akan kejadian itu,suster yang membuat Martin kritis akhirnya diamankan ke pihak kepolisian, sayangnya dia tak mengaku siapa yang telah menyuruhnya,dia hanya bersikeras mengatakan kalo dia merasa kasian dengan pasien pribadinya yang begitu baik padanya namun karena jantung yang sejatinya di donorkan padanya di berikan pada Martin maka dia dendam juga dengan Martin,karena pada akhirnya si pasien itu harus mati,itulah alasan si suster.


Pada akhirnya Martin pun tak dapat diselamatkan,


"Bukankah seharusnya ini yang harus terjadi pada Martin 3 bulan yang lalu?kita telah merenggut nyawa seseorang pa...dan hari ini anak kitalah yang di renggut..hiks...hiks..!"


kata Mariana pada suaminya, airmatanya tak dapat lagi dia tahan,dia terus menangis di dekapan sang suami.

__ADS_1


flashback off


bersambung


__ADS_2