
"Maaf mas....tapi aku gak pantes menerima semuanya ini??? aku gak bisa!"
ucap maya sambil tertunduk, dia merasa gak tega menolak Davin karena bagaimanapun dia merasa Davin adalah lelaki baik,davin gak pantas untuk dirinya yang terlalu banyak dosa... Davin terlalu baik.
Maya beranjak pergi dari sana menuju kamarnya, dia tau Davin orang yang baik namun dia tidak mau Davin mendapatkan wanita seperti dirinya, perbuatannya pada Rena beberapa bulan yang lalu menjadi sebuah trauma tersendiri bagi Maya jika ingin mencintai seseorang.
Maya merasa sudah menjadi wanita yang jahat, Maya menangis berdiri di depan jendela kamarnya, meratapi nasibnya sendiri.
bayang-bayang kejahatannya terus menjadi penghalang bagi dia untuk membuka hatinya pada cinta seseorang.
tanpa di sadari terjadi Davin sudah mengekor Maya ke dalam kamar, Davin melihat Maya berdiri sambil mengusap airmata nya, Davin memang tak melihat karena Maya membelakangi dirinya,namun gerakan tangannya masih bisa dia baca.
Davin tiba-tiba memeluk Maya dari belakang, Maya yang merasa kaget segera ingin melepaskan pelukannya Davin.
"Diam may!! jangan menolak ku!! aku mohon!!"
entah sejak kapan Davin menaruh hati pada Maya,namun dia merasa hari ini adalah haribyang tepat apalagi Maya berencana pulang kampung untuk bertemu dengan Lelaki yang akan dijodohkan dengannya, tentu saja Davin gak ingin kehilangan Maya.
"lepaskan mas!...aku gak pantes buat mas Davin...aku ini wanita jahat mas!"
Davin hanya diam,dia semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Maya.
Davin tau kenapa Maya menolaknya, perbuatan Maya Beberapa bulan yang lalu pasti yang memicu maya mengatakan dirinya sendiri wanita yang jahat.
"Kita pulang besok ke kampung halaman kamu!..aku mau minta kamu langsung ke orang tuamu!"
Maya membalikkan tubuhnya menghadap Davin dan melepaskan pelukannya, Maya merasa kalo Davin adalah orang yang sangat keras kepala! bagaimana bisa setelah di tolak dia malah mengajaknya pulang dan mau melamar Maya.
"Mas!! mas ngerti gak sih!! aku gak cinta sama kamu!! jadi jangan paksa aku!"
Davin mendorong tubuh Maya hingga ke dinding dan menghimpit tubuh Maya.
"Kau bilang apa?? ulangi lagi? kau tidak cinta sama aku?"
tanya Davin dengan wajah garangnya.
"Ya...aku gak cinta sama kamu mas!!"
__ADS_1
"benarkah??? ulangi lagi may!!!"
"Aku..hiks....hiks....aku gak cinta sama kamu mas,aku bener-bener gak cinta sama kamu!"
ucap Maya sambil menangis,.. Davin hanya tersenyum dan membawa Maya ke dalam pelukannya.menenggelamkan wajah Maya ke dalam dadanya.
"Aku juga gak cinta sama kamu may...."
Davin coba membalas apa yang di ungkapkan Maya, ungkapan yang berbanding terbalik dengan hati mereka saat ini.
Davin melepaskan pelukannya, mengangkat dagu Maya dan memberikan ci*man lembutnya pada bibir Maya.
"jangan nangis lagi?! jangan bilang kamu jahat lagi! kamu milik Davino sekarang....hanya aku yang boleh memiliki kamu may!!"
Maya hanya mengangguk,dia memang mencintai Davin namun karena Davin sudah punya pacar saat itu,dia mengubur dalam rasa cintanya dan sekarang Davin sendiri yang telah menggali kembali cinta itu.
Kali ini bukan hanya ci*man singkat yang diberikan Davin,namun Davin ingin lebih lama melum*at bibir Maya yang mengodanya sejak tadi.
Davin hanya lelaki normal biasa yang tak bisa menahan godaan bila sedang bersama orang yang di cintai nya.
Ciu*man manis di bibir Maya sekarang berubah lebih menuntut, Davin membuat maya pada akhirnya membuka mulutnya dan bermain-main disana.
Hampir saja Davin terlena dengan perbuatannya, sesegera mungkin dia menyadarkan dirinya, Davin menghentikan perbuatannya dan langsung memeluk Maya dengan erat.
"Maaf.... disamping mu membuat aku gak tahan!!"
ucap Davin sambil mengatur nafasnya yang sudah memburu.Maya yang malu hanya mengangguk saja di dalam dekapan Davin.
Davin mengiring Maya duduk di tepi ranjang dan Davin duduk disampingnya sambil memeluk pinggang Maya dari samping dan menaruh dagunya di bahu Maya.
"Kau tau sayang.... Marcel akan segera menikah dengan Nara...sedangkan Marvel akan segera jadi Daddy apalagi si Alex dia malah sudah mau nambah lagi anaknya! masa' aku mau kalah sih dari mereka!!
sudah muka kalah dari mereka! sekarang nikah aja juga kalah dari mereka!!"
"kata siapa kamu kalah mas? wajah mas juga gak kalah tampan dari mereka!"
"wajah bule mereka sayang yang bikin aku kalah!! katanya wajah bule lebih menggoda dari pada wajah asli kayak aku!!"
__ADS_1
"tapi aku suka wajah ini!! cup..."
ucap Maya sambil memberikan kecupan di kening Davin.
"Makanya besok aku mau bawa penghulu sekalian!!! aku gak ingin kalah dari Marcel!!"
"iihh apaan sih!! masa' datang lamaran langsung nikah aja!!"
"lah kan kita udah kenal lama sayang.....aku juga udah pernah ke desa kamu!"
"emang kapan mas ke sana?"
" ya waktu jemput Rena istrinya Marvel,kan aku ikut yang..!"
"emang iya??"
"hemmm"
jawab Davin sambil menarik Maya tidur di atas ranjang,dan memeluknya bagai guling.
"Temani aku tidur yang......aku ngantuk banget!"
"emang semalam gak tidur mas!"
"tadi sengaja dari bandara langsung ke sini! aku ada meeting ma klien di negara S...trus pulangnya kangen banget sama kamu! makanya langsung ke sini"
ungkap Davin lalu menyembunyikan wajahnya di sela-sela leher Maya.
Maya hanya diam,meresapi apa yang Tuhan berikan padanya.
benar menyimpan dendam hanya akan menghancurkan dirimu sendiri, setelah menyadari dan membuang dendam dalam hatinya Maya merasa jauh lebih baik, hidupnya lebih bahagia, kenangan tentang kakak dan kakak iparnya dia simpan rapat di sisi hatinya yang lain.
dan untuk itu Tuhan sudah memberi hadiah yang sangat indah.lelaki yang dia dambakan gini berada disampingnya, memeluknya dengan erat dan Maya berjanji akan menjaga cinta itu untuk selamanya.
bersambung...
**kalo ada yang tanya..kok ceritanya melebar ke marcel, Hendra dan bahkan sekarang ke Davin....jangan heran ya? buat yang baca novel aku ini dari awal pasti tau kalo Novel ini bukan hanya veeita Rena dan Marvel namun disisipi sama pemeran pendamping nya juga**
__ADS_1
maaf ya... rada slow up..